Fortuna Mushroom, Budidayakan Jamur Tiram dan Bantu Petani di Pacitan Pasarkan Produk

  • Bagikan
Fortuna Mushroom Pacitan
Ibnu Badarul Samsi (Benu), Salah satu Pendiri Fortuna Mushroom menunjukkan produknya

Mediatani – Jamur tiram menjadi salah satu jenis jamur yang paling populer dan digemari oleh konsumen karena rasanya yang enak dengan kandungan gizi yang tinggi. Jamur tiram kaya akan protein, mineral, serat dan antioksidan. Selain itu, budidaya jarum tiram juga praktis untuk dilakukan.

Hal inilah yang menarik perhatian Ibnu Badarul Samsi (Benu) dan Fathiar Dedian Nofka (Oka) untuk mencoba melakukannya. Bermodal 2 juta rupiah, dua pemuda asli Pacitan ini memulai untuk membudidayakan jamur tiram dengan nama Fortuna Mushroom.

Sebelum dikelola secara serius, Benu sudah melakukan eksperimen budidaya jamur di rumahnya dengan belajar teknik budidaya secara otodidak dengan informasi dari internet. Jamur tiram yang berhasil dibudidayakannya saat itu masih untuk konsumsi pribadi saja.

Setelah berhasil mencoba dan melihat adanya potensi pengembangan jamur tiram, langkah pertama yang mereka lakukan adalah mencari lahan untuk kumbung jamur (rak kayu untuk penempatan baglog). Mereka pun memanfaatkan rumah kosong milik tetangga beserta lahan pekarangan yang cukup untuk proses produksi jamur tiram.

“Pemilik rumah kosong sangat mendukung kegiatan budidaya jamur tiram ini, daripada rumah dibiarkan rusak dan tidak terawat lebih baik untuk pengembangan bisnis,” cerita Oka kepada mediatani.co pada 18 Agustus 2021.

Benu bertanggung jawab untuk sektor produksi dan operasional di Pacitan. Sementara itu, untuk kebutuhan bahan dan perlengkapan budidaya jamur yang tidak bisa didapatkan di Pacitan, Oka bekerjasama dengan distributor jamur di Temanggung dan Jogja.

Baca Juga :   Panen Pertama, Gunawan Raih Untung Hingga Rp150 Juta dengan Pisang Cavendish

Alat dan bahan yang dibutuhkan untuk budidaya jamur antara lain serbuk gergaji, bekatul, kenop, tutup cincin, plastik, alat press baglog, alat steam dan kumbung jamur. Sedangkan untuk media pertumbuhan benihnya menggunakan jagung dan gabah serbuk.

Baglog (media pembesaran jamur tiram) yang sudah siap kemudian dikukus dan melalui fase sterilisasi selama 6-7 jam. Setelah baglog didinginkan, proses pembenihan pun dilakukan. Tahap selanjutnya adalah masa inkubasi menunggu miselium menyebar ke seluruh baglog sekitar 30-40 hari hingga siap panen.

Dalam sehari, Fortuna Mushroom bisa menghasilkan 20 kg jamur tiram yang dijual dengan kisaran harga 15.000-17.000 rupiah per kilogram. Bahkan pada harga eceran bisa mencapai 20.000.

Saat musim panen jamur tiram yang dihasilkan bisa meningkat 2-3 kali lipat pada minggu pertama. Fortuna Mushroom paling banyak bisa menjual sampai 364 kg. Omzet rata-rata yang didapatkan mencapai 10 juta setiap bulan.

Budidaya yang dilakukan di Desa Gawang, Kecamatan Kebonagung, Pacitan ini memperkerjakan 5 pemuda desa untuk proses produksi hingga pemasarannya. Oka mengaku selama menjalankan usaha tidak pernah mengalami kendala serius selama proses produksi, permasalah muncul saat proses pemasaran.

Untuk masalah yang muncul saat proses budidaya adalah hama gurem yang menganggu pertumbuhan miselium sehingga jamurnya tidak produktif. Tapi hal tersebut bisa diatasi dengan teknik perawatan yang baik seperti menjaga kebersihan area budidaya, perawatan, pemyiraman dan penambahan nutrisi.

Baca Juga :   Mengenal Beras Shirataki, Jenis Sembako Premium yang Akan Dikenakan PPN

Sementara itu, pengalaman pertama pasca panen, Fortuna Mushroom menjual hasil budidaya jamur tiramnya langsung ke pengepul. Namun, para pengepul jamur tiram yang mereka temui sering membeli dengan harga yang tak menentu atau terlalu murah.

Akhirnya Fortuna Mushroom pun mencoba untuk membuka lapaknya sendiri di pasar-pasar tradisional di tiga lokasi yang berbeda dan juga menjadi pengepul yang membeli jamur petani dengan harga harga yang layak.

Fortuna Mushroom berkeinginan untuk menjalankan bisnis jamur ini bersama petani jamur lainnya secara berkelanjutan dengan cara menstabilkan harga.

“Ya, kita pengennya sih usaha bareng-bareng. Kasihan juga petani kalau harga produknya dihargai rendah” tutur Oka.

Selain membudidayakan jamur dan menjualnya, Fortuna Mushroom juga menjual baglog. Untuk baglog minimal ordernya adalah sejumlah 1000 baglog. Selama satu bulan, mereka bisa menjual sekitar 3000 baglog. 1 buah baglog dihargai 2500 rupiah.

“Untuk ke depannya, Fortuna Mushroom sedang melakukan pengembangan media tanam atau baglog untuk dibudidayakan di skala rumah dan konsumsi pribadi. Jadi, kami ingin mengedukasi konsumen tentang bagaimana budidaya jarum tiram” Sebut Oka.

Banner Iklan @a2tani.id
  • Bagikan
Banner Iklan Mediatani
Banner Iklan Mediatani