Kawanan Gajah liar masuk ke kebun sawit warga Aceh Barat

Mediatani – Kawanan gajah liar yang mengubrak-abrik kebun sawit di Desa Manjeng, Kecamatan Pante Ceureumen, Kabupaten Aceh Barat. Sudah satu pekan ini, satwa liar itu mondar-mandir di wilayah tersebut untuk mengincar sawit warga. Kejadian tersebut jelas membuat para petani resah karena membuat mereka mengalami kerugian.

Kawanan gajah masih berada di lokasi perkebunan kelapa sawit milik kami di Manjeng. Masalah gajah ini sudah sangat meresahkan petani, sebab yang dirusak itu sumber ekonomi kami,” jelas Cut Ali, pemilik kebun sawit di Desa Manjeng dilansir dari Serambinews, Minggu (20/9/2020).

Cut Ali mengatakan, tak hanya merusak pohon sawit yang dirusak oleh gajah liar itu, tetapi juga gubuk milik Budiman, Ketua Kelompok Tani Sawit setempat. Sementara para pemilik kebun masih enggan ke kebun karena takut diserang hewan berbelalai itu.

“Kerusakan kebun sawit sudah mencapai 6 hektare lebih akibat dimakan kawanan gajah liar,” kata Tgk Baharuddin, warga lainnya.

Kejadian serupa juga terjadi di Desa Seumantok, Kecamatan Pante Ceureumen. Seluas empat hektare kebun kelapa sawit di Seumantok di rusak oleh kawanan gajah liar. Awalnya, sekitar 6 ekor gajah liar itu mengobrak-abrik tanaman kelapa sawit seluas 2,5 hektare pada Senin dan Selasa. Lalu pada Kamis dan Jumat seluas 1,5 hektare.

“Kebun milik beberapa petani dan itu (tanaman) rusak parah, hancur semua,” kata Camat Pante Ceureumen, Teuku Juanda, dikutip dari Acehkini, Minggu (20/9).

Baca Juga  Startup Perikanan Berbasis IoT Buatan Alumni UGM Bersaing di Kancah Internasional

Sebelumnya, tim CRU sempat melakukan penggiringan. Warga di sana juga selama ini menghalaunya dengan dentuman mercon dan membuat pos penjagaan di perkebunan. Namun, cara tersebut dinilai tidak maksimal karena kawanan gajah liar itu kembali berulah di Manjeng yang bersebelahan dengan Seumantok.

Petani setempat sangat terbebani atas kerusakan kelapa sawit yang dialaminya. Pasalnya, gajah liar tersebut telah merusak dan memakan sebagian kelapa sawit yang sudah mulai dipanen. Pohon sawit yang tercabut pucuknya tidak bisa hidup lagi. Petani sawit pun kewalahan, karena sumber pendapatan mereka terganggu akibat serangan gajah.

“Kami berharap masalah ini bisa segera ditangani secara permanen oleh pemerintah,” kata Baharuddin.

Sementara itu, Ketua CRU Alue Kuyun, Mahyuzar mengatakan, kawanan gajah liar di kawasan Manjeng, Kecamatan Pante Ceureumen, Aceh Barat pernah digiring keluar dari perkebunan warga. Ia menjelaskan, kini kawanan gajah liar itu menuju ke arah Babah Meulaboh, Kecamatan Kaway XVI.

Terkait keluhan warga, menurutnya, pihak CRU selama ini telah berupaya menghalau serangan kawanan gajah tersebut. Saat ini kawanan gajah liar itu sudah tidak ada lagi di kawasan Manjeng. Namun pihaknya tidak bisa memastikan apakah kawanan gajah tersebut akan kembali lagi atau tidak.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here