Home / Berita / Nasional

Selasa, 30 Juni 2020 - 11:53 WIB

Harga Gula Anjlok, Siapa yang Salah?

ilustrasi: Seorang wanita membeli gula pasir eceran di pasar

ilustrasi: Seorang wanita membeli gula pasir eceran di pasar

Mediatani – Menteri Perdagangan (Mendag) Agus Suparmanto menjawab keluhan para petani yang hasil panennya terancam dengan banjirnya volume impor gula di tahun 2020 ini.

Harga gula petani mulai turun saat dimulainya musim giling tebu pada akhir Mei dan awal Juni secara serentak di Pulau Jawa. Tekanan harga itu salah satunya dipicu dengan masuknya gula impor secara bersamaan dengan musim giling tebu. Hal itu membuat petani kesulitan menjual gula karena para pedagang dan distributor sudah mempunyai stok dari gula impor. Oleh karena itu, Menteri Perdagangan menginstruksikan kepada perusahaan dan BUMN yang memperoleh izin impor untuk membeli gula petani yang harganya menurun di musim giling ini.

Ketua Umum Asosiasi Petani Tebu Rakyat mengatakan bahwa respon Menteri Perdagangan ini telah menjawab aspirasi petani tebu sebagaimana dalam surat DPN APTRI kepada Menteri Perdagangan dan Komisi VI DPR RI nomor : 6/DPN.APTRI/VI/2020 tanggal 10 Juni 2020 perihal Laporan Harga Gula Petani Semakin Menurun. 

Baca Juga :   Kementan Upayakan Langkah Stabilisasi Perunggasan Nasional

Sebagai tindak lanjut atas persetujuan Mendag itu, lanjutnya, Kementerian Perdagangan (Kemendag) diminta segera memfasilitasi pertemuan yang membahas mekanisme pembeliaan gula petani. Pihak yang diundang yakni perusahaan yang memperoleh izin impor dan perwakilan petani tebu.

Selain itu, APTRI juga meminta Agus menindak tegas importir yang tak menyerap gula hasil panen tebu petani, bahkan sampai usulan pencabutan izin usaha.

Perlu diketahui, APTRI mencatat pada awal Juni 2020, harga gula di tingkat petani sudah turun tajam hanya laku Rp10.800 per kilogram. Sedangkan pada awal puasa gula petani mampu dijual di harga Rp12.500 hingga Rp13.000 per kilogram (kg). Saat ini, harga gula kembali turun ke Rp10.000 per kg.

Baca Juga :   Kabar Gembira Bagi Pelaku Usaha Gula Kelapa

Sekretaris Jenderal APTRI, Nur Kabsyin mengatakan bahwa angka ini jauh di bawah biaya produksi menurut penghitungan APTRI. Biaya pokok produksi (BPP) gula tani tahun 2020 rata-rata sebesar Rp12.772/kg.

Berdasarkan Permendag Nomor 42/2016 harga acuan gula di tingkat petani sebesar Rp9.100/kg, sementara di tingkat konsumen (HET) sebesar Rp13.000/kg, kemudian tahun 2017 diturunkan menjadi Rp12.500/kg. 

Menurutnya, patokan harga tersebut tetap berlaku dan tidak mengalami perubahan selama empat tahun. Oleh sebab itu, pihaknya meminta agar harga acuan gula di tingkat petani direvisi karena tak relevan dengan kondisi saat ini.

Share :

Baca Juga

Nasional

HMI Cabang Bogor Selenggarakan Pelatihan Budidaya Tanaman Hortikultura
Wasekjend PBHMI, Pri Menix bersama Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam sebuah kesempatan

Berita

PBHMI Dukung Program Revolusioner Mentan Amran Ciptakan Petani Milenial

Berita

Flu Babi: Berpotensi Jadi Pandemi, Indonesia Tingkatkan Kewaspadaan

Berita

IFW Mencium Permainan Kartel dibalik Anjloknya Harga Ayam

Berita

Perang Dagang Amerika-China: Kedelai dan CPO Terkena Imbas

Berita

Menteri Pertanian Bantu Korban Banjir di Tujuh Kabupaten Sulsel

Nasional

Lahan Pertanian di Tengah Kota Metropolitan Surabaya
Menteri pertanian RI Andi Amran S (kanan) menerima cendera mata yang diserahkan oleh Menteri Pertanian Taiwan Tsung-Hsien Lin (kiri) (foto: humas kementan)

Agribisnis

Kunjungi Taiwan, Mentan Buka Keran Eksport Manggis