Mengenal Jenis Tanaman Tebu dan Cara Budidayanya

  • Bagikan
Tebu kuning

Mediatani – Tebu termasuk dalam jenis tanaman yang banyak dijumpai pada daerah dengan iklim tropis, tidak terkecuali di Indonesia. Pada umumnya tebu ini digunakan sebagai bahan baku pembuatan gula putih. Namun terdapat jenis tanaman tebu yang diyakini sebagai obat.

Batang tebu memiliki tekstur yang keras dan rasa yang manis. Batang tebu digiling untuk diambil airnya sebagai bahan membuat gula putih atau dijajakan menjadi es sari tebuĀ  yang banyak ditemukan di pinggir jalan.

Jenis Tanaman Tebu

Mungkin Sahabat Mediatani sekalian pernah melihat aneka jenis tebu yang ada? Rata-rata tebu memiliki batang berwarna hijau, namun ada juga jenis tebu lain yang tidak hanya berwarna hijau. Beberapa jenis tebu yang bisa di jumpai di Indonesia antara lain:

1. Tebu Kuning

Tebu kuning

Banyak yang mengenal tebu ini dengan nama tebu morris, yang memiliki ciri khas yaitu kulit keras serta ruas yang panjang. Warna air tebu kuning ini lebih hijau gelap serta keruh. Rasanya tentu saja manis seperti tebu pada umumnya. Pada bagian pucuk terdapat miang.

Tebu kuning ini merupakan jenis tebu yang berasal dari wilayah Asia Tenggara. Jenis ini lebih banyak dijumpai dibandingkan dengan jenis tebu yang lain. Harga jualnya juga cukup tinggi, sehingga banyak yang mulai menanamnya.

2. Tebu Telur

Tanaman Tebu Telur

Kenapa dinamakan tebu telur? Karena tebu ini memiliki bentuk seperti telur. Kulitnya cukup lembut serta memiliki ruas yang pendek. Airnya berwarna hijau muda dengan rasa yang manis. Pada jenis ini tidak dijumpai miang seperti pada tebu kuning.

3. Tebu Hitam

Tebu Hitam

Jenis tanaman tebu yang lain adalah Tebu hitam atau tebu ireng. Ciri khasnya memiliki batang berwarna ungu gelap. Ada juga yang mendekati warna merah tua dan dongker. Dari air perasan tebu ini, memiliki warna coklat gelap. Ukuran batang tebu ireng, lebih kecil dibandingkan tebu yang lain.

Banyak orang yang menggunakan air perasan tebu ireng ini sebagai obat. Salah satu penyakit yang bisa diatasi adalah demam dan batuk. Sebelum diambil airnya, tebu hitam perlu di bakar terlebih dahulu, kemudian diperas hingga keluar airnya.

Baca Juga :   Sudah Tahu? Ini Trik Agar Tanaman Buah Dalam Pot Cepat Berbuah

Teknik Budidaya Tebu

Apabila Sahabat Mediatani pernah berjalan-jalan di sekitar lokasi pabrik gula, akan ditemukan banyak sekali lahan tebu yang disediakan. Biasanya tebu ditanam di area tertentu dalam jumlah yang besar. Berminat untuk menanam tebu? Ikuti teknik budidaya tanaman tebu berikut ini.

1. Siapkan Lahan

Pada area tanam yang tersedia, buatlah timbunan tanah dengan ketinggian antara 30 hingga 35 cm. Sedangkan lebarnya adalah 40 cm. Nantinya bibit tebu akan ditanam pada bagian bawah tanah. Tanaman tebu akan tumbuh baik pada daerah dengan curah hujan seimbang atau panas.

Tanaman tebu yang ditanam pada daerah yang kurang air, hasil panennya akan kurang optimal dimana ukuran tebu lebih kecil dan pendek. Tebu pada daerah curah hujan tinggi akan memiliki rasa yang kurang manis. Sehingga tebu harus ditanam di area yang seimbang.

Usahakan tanah yang digunakan tidak memiliki tekstur yang keras. Apabila diperlukan, bajaklah terlebih dahulu. Tujuannya adalah untuk memudahkan air terserap ke dalam tanah, sehingga nutrisi yang diperlukan oleh tanaman dapat dipenuhi dengan baik.

2. Pemilihan Bibit

Bibit tebu yang digunakan untuk penanaman, bisa didapatkan dari beberapa sumber. Sahabat Mediatani dapat memilih jenis bibit yang sesuai. Berikut adalah beberapa jenis bibit dan cara mengambil bibit dengan baik.

1.Bibit Tebu Batang Muda

Pilihlah tebu yang berusia 5 hingga 7 bulan. Potonglah batang tebu tepat pada ruasnya, sekitar 2 atau 3 ruas saja. Tanam bibit tebu ini dengan metode stek.

2. Bibit Pucuk Tebu

Tebu yang digunakan adalah tebu berumur minimal 1 tahun atau telah masuk masa panen. Potonglah pada bagian pucuk tebu sejumlah 3 atau 4 ruas. Potongan pucuk tebu tersebut, diusahakan dalam kondisi yang sehat.

Baca Juga :   Mau Bisnis Ternak Kecil atau Besar? Segini Modal yang Perlu Kamu Siapkan

3. Bibit Tebu Rayungan

Jenis bibit ini diambil dari bagian pucuk tanaman tebu yang telah mati. Penggunaan bibit ini cukup jarang digunakan. Alasannya adalah bibit jarang ditemukan dan prosesnya membutuhkan waktu yang sangat lama.

4. Bibit Deder

Bibit tebu ini dihasilkan dari proses persemaian stek pada batang tebu. Kenapa dilakukan persemaian dengan stek? Alasannya adalah agar tanaman tebu yang telah mati, dapat ditanam kembali dengan sulam tebu.

3. Waktu Tanam

Musim tanam yang tepat untuk menanam tebu dibagi menjadi dua waktu. Jika tebu ditanam di tanah yang basah, maka silahkan menanam pada musim kemarau atau di bulan April hingga September.

Apabila tebu ditanam di tanah yang bersifat kering, maka tebu dapat ditanam pada musim hujan. Biasanya musim hujan ini akan jatuh pada bulan Oktober hingga Desember.

4. Cara Menanam Tebu

  • Buatlah galian pada tanah dengan ukuran 8 hingga 10 cm. Pastikan galian tersebut selalu mendapatkan sinar matahari.
  • Pada setiap galian diberikan jarak 20 hingga 25 cm.
  • Siram galian dengan air, kemudian masukkan bibit pada lubang tersebut.
  • Masukkan batang dengan posisi horizontal agar tebu dapat tumbuh dengan baik.
  • Tutup kembali galian dengan menggunakan tanah sisa galian.

5. Pemupukan

Berikan pupuk pada bibit tebu ketika sudah muncul tunas. Sahabat Mediatani dapat menggunakan pupuk kandang. Pupuk ini mengandung kadar nitrogen yang lebih banyak, sehingga dapat menyuburkan tanaman dengan baik.

6. Perawatan

Selama masa tanam, perlu dilakukan perawatan untuk membasmi gulma dan rumput liar yang tumbuh di sekeliling tanaman. Selain itu perlu diantisipasi akan ancaman tikus yang dapat merusak pohon tebu.

**

Tebu menjadi salah satu komoditi tanaman yang memiliki nilai jual. Sebagai bahan baku utama pembuatan gula, tebu ini semakin banyak diminati para petani. Jenis tanaman tebu yang lainnya juga dapat bermanfaat dalam hal kesehatan atau pengobatan penyakit tertentu.

Banner Iklan @a2tani.id
  • Bagikan
Banner Iklan Mediatani
Banner Iklan Mediatani