Home / Nasional

Sabtu, 22 Agustus 2020 - 13:26 WIB

Harga Terlalu Murah, Petani Magelang Bagikan Sayuran Gratis

Warga mendapatkan sayuran gratis dari petani

Warga mendapatkan sayuran gratis dari petani

Mediatani – Selama beberapa waktu terakhir, harga sayuran di tingkat petani di wilayah Kabupaten Magelang terus anjlok. Hal itu membuat mereka banyak petani yang akhirnya memilih tak menjual hasil panen sayur mereka dan malah membagikan ke masyarakat dengan cuma-cuma.

Para petani dan beberapa komunitas yang membagikan sayuran ini yakni komunitas Pembibitan Kremun Merapi, Forum Merapi Merbabu Hijau (FMMH), pendaki pensiun, dan relawan. Aksi itu dilakukan di sejumlah persimpangan, diantaranya simpang tiga Palbapang, simpang Pringsurat, Temanggung.

“Sayur kami bagikan kepada para pengguna jalan, kebanyakan mobil dan sepeda motor berplat nomor luar Magelang. Termasuk warga sekitar maupun pengemudi angkutan umum yang penting tidak mubazir,” ujar Wawan, perwakilan Komunitas Pembibitan Kremun Merapi, Kamis, 20 Agustus 2020.

Total ada sebanyak 800 kilogram sayuran berbagai jenis yang dibagi secara cuma-cuma. Sayur yang dibagikan tersebut berasal dari para petani di lereng Merapi. Menurutnya, sebelum sayur-sayur tersebut dibagikan oleh para relawan, mereka secara bersama-sama memanennya.

Baca Juga :   Gelar Webinar, Kementan Harap Petani Millenial Mampu Membumikan Inovasi Teknologi Pertanian

“Petani tidak memanen sayuran mereka karena sangat murah. Sehingga kami bersama-sama memanen dari beberapa ladang petani, kemudian kita bungkus dan bagikan secara massal dan gratis,” tuturnya.

Selain itu, ia menyebutkan, harga sayur saat ini sangat murah. Tomat misalnya, harga per kilogram saat ini hanya Rp 500, kemudian sawi atau cesin Rp 500, cabai keriting Rp 5500, cabai bangkok Rp 1000, sawi lebor Rp 500, buncis Rp 700, dan terong Rp 1000.

Anjloknya harga sayur tersebut membuat para petani bingung dan memilih tidak memanen hasil pertanian mereka. Dari aksi yang dilakukan, Wawan berharap aksinya itu bisa menjadi solusi terbaik ketimbang membuangnya seperti yang dilakukan petani di wilayah lain beberapa waktu lalu.

“Daripada tanaman sayur tidak dipanen dan dibiarkan membusuk di ladang. Itu sangat disayangkan sekali,” katanya.

Wawan melanjutkan, saat ini tawaran sayur juga datang dari para petani di lereng Merbabu, di Desa Pogalan, Kecamatan Pakis sebanyak 1 ton. Dia pun berencana kembali melakukan aksi bagi sayur gratis.

Baca Juga :   Produk Pakan Masih Berkontribusi Aktif pada Pertumbuhan Emiten Charoen Pokphand Indonesia

“Rencana hari Minggu, 23 Agustus 2020 akan kita lanjutkan lagi,” ucapnya.

Harga Sayur di Tempat Lain juga Anjlok

Harga sayur yang anjlok juga terjadi di Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Menurut para petani, penurunan harga terus terjadi setelah Lebaran 2020. Parahnya, karena kondisi cuaca yang ekstrim, petani menjadi rugi berkali-kali lipat.

Kondisi cuaca tersebut membuat tanaman mudah diserang oleh hama dan penyakit. Pengobatan untuk mengusir hama, hanya akan membuat petani merogoh kocek lebih dalam lagi.

Dudi, Petani di Kampung Sukamanah Desa Kayuambon, Kecamatan Lembang, menyebutkan harga cabai rawit saat ini hanya Rp10.000 tiap kilogram. Bahkan dari satu pohon yang biasanya menghasilkan sekilogram cabai, sekarang hanya separuhnya.

“Kalau ada 80 pohon saja, hanya cukup untuk mengupah pekerja. Tidak akan menutupi biaya operasional,” ucap Dudi.

Share :

Baca Juga

Nasional

Genjot Produksi Padi, Kementan dan Gubernur Sumbar Lakukan Percepatan Tanam

Agribisnis

Petani Sayur Sukses Berpenghasilan 3 Juta Setiap Harinya
menteri pertanian di Eka Karya Flora

Nasional

Support Prospek Anggrek, Mentan Harap Ekakarya Graha Flora Perluas Pasar

Nasional

BLST Sukses Bertransformasi Menjadi Holding Company IPB
Menteri Pertanian Indonesia, Andi Amran Sulaiman bersama Wakil Presiden Argentina Gabriela Michetti di Kantor Kementerian Pertanian, Jakarta pada Rabu (8/12)

Berita

Indonesia Buka Akses Pasar Buah Tropis dan Rempah ke Argentina

Berita

IFW Mencium Permainan Kartel dibalik Anjloknya Harga Ayam
Perkebunan Kelapa Sawit

Berita

Inilah Sektor Yang Mendominasi Konflik Agraria Sepanjang Tahun 2020

Berita

Dosen Pertanian Unhas Ajari Santri Jadi Petani Muda