Hasil Budidaya Ikan di Klaten Alami Peningkatan Drastis

  • Bagikan
Budidaya ikan di Desa Nganjat, Kabupaten Klaten.

Mediatani – Produksi ikan konsumsi di Kabupaten Klaten sepanjang tahun 2021 mencapai 30.109 ton. Angka tersebut meningkat drastis dibandingkan setahun sebelumnya, yakni mencapai 2.109 ton.

Di tahun 2020, ikan yang diproduksi di daerah tersebut mencapai 28.000 ton. Semua ikan yang ada di Klaten ini diproduksi oleh 299 kelompok budi daya ikan dan 150 kelompok pengolah ikan.

“Produksi ikan di Klaten di tahun 2021 naik dibandingkan 2020,” ungkap Kepala Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan (DPKPP) Klaten, Widiyanti, saat berada di Desa Nganjat, Kecamatan Polanharjo, Klaten, Kamis (20/1/2022).

Meski demikian, produksi ikan ini tidak sebanding dengan tingkat konsumsi masyarakat di Kabupaten Klaten. Karena itu, ia berharap tingkat konsumsi di Klaten dapat dioptimalkan pada waktu mendatang.

“Tingkat konsumsi ikan di Klaten itu mencapai 20,14 kg per kapita per tahun. Tingkat konsumsi ini yang perlu dikembangkan lagi,” harap Widiyanti.

Widiyanti memaparkan luas lahan perikanan yang terdapat di Klaten mencapai 46,27 hektare. Dimana terdapat beberapa lokasi yang menjadi sentra budidaya ikan tawar di Klaten tersebar, di antaranya di Kecamatan Polanharjo, Kecamatan Karanganom, Kecamatan Tulung, dan Kecamatan Kebonarum.

Baca Juga :   Ayo Kembangkan Ikan Lokal, Ini Cara Budidaya untuk Ikan Jelawat

Menurutnya, produksi ikan di Klaten bisa mengalami kenaikan di tahun 2021 dibandingkan tahun 2020 karena beberapa faktor. Di antaranya karena adanya pengembangan minapolitan di kawasan Kebonarum.

“Lalu pengembangan budi daya ikan dengan teknologi prebiotik [mempercepat pembesaran],” tambahnya.

Widiyanti mengatakan pemasaran hasil budidaya ikan nila yang dikembangkan petani ikan di Klaten ini tidak hanya menjangkau wilayah Klaten melainkan sampai ke luar Klaten. Bahkan, ikan nila tersebut dipasarkan hingga ke Papua.

“Ikan nila dari Nganjat ini dipasarkan hingga Papua. Ikan di sini kan punya kelebihan atau ciri khas, yakni tidak bau tanah dan dagingnya tebal,” katanya.

Sementara itu, Kades Nganjat, Kecamatan Polanharjo, Pandu Sujatmoko, menyampaikan ikan yang dibudidaya di desanya itu mencapai 20 ton per bulan. Khusus, di Desa Nganjat, kolam ikan yang dikelola di lahan seluas 3,3 hektare itu telah mencapai ratusan petak. Budidaya ikan itu dikembangkan petani ikan Karya Mandiri.

Baca Juga :   Perhatikan Cara Pangkas Tanaman Jeruk dalam Pot Agar Berbuah Lebat

“Harga ikan sekarang juga standar, yakni Rp25.000 per kilogram. Ikan nila hitam dari sini bisa dipasarkan hingga Papua,” katanya.

Sebelumnya, pada Kamis (20/1/2022) siang, Ketua DPR RI, Puan Maharani, menyempatkan untuk melakukan penebaran 300.000 benih di kolam ikan di Desa Nganjat, Kecamatan Polanharjo. Penebaran ikan tersebut dilakukan Puan Maharani di bawah guyuran hujan.

Pada kegiatan penebaran itu, Puan Maharani juga didampingi oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) RI, Basuki Hadimuljono dan perwakilan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Klaten di bawah pimpinan Bupati Klaten, Sri Mulyani.

“Benih ikan nila yang ditebar Ibu Puan Maharani ini akan memasuki masa panen sekitar 3,5 bulan ke depan,” katanya.

  • Bagikan