Home / Nasional

Rabu, 19 Agustus 2020 - 12:36 WIB

Hewan Ternak yang Berkeliaran Akan dilelang Murah Jika Tidak Bayar Denda Rp 300 Ribu

Mediatani – Banyaknya hewan ternak yang berkeliaran di tempat umum, khususnya di  jalan raya, membuat Pemerintah Kabupaten Aceh Besar harus membuat aturan baru bagi para peternak.

Setiap ternak yang berkeliaran di tempat umum akan diberikan sanksi denda dan bahkan akan dilelang murah jika si pemilik tidak menebus denda tersebut.

“Ternak jika berkeliaran di jalan raya atau tempat umum akan didenda Rp 300.000/hari selama tiga hari. Apabila ternak itu tidak diambil pemiliknya, maka akan dilelang murah,” ujar Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Aceh Besar, M Rusli SSos dilansir dari Serambinews, Minggu (9/8/2020).

Hal itu menurutnya wajar dilakukan, pasalnya, ternak yang bebas berkeliaran di tempat umum, rawan sekali mengakibatkan kecelakaan berlalu lintas. Selain itu, membuat wajah kota tampak tak terurus.

Baca Juga :   Mendorong Kinerja Ekspor Pertanian Terus Tumbuh Positif

Rusli menjelaskan, berdasarkan landasan hukum dari Qanun dan Peraturan Bupati (Perbup) Aceh Besar tentang ternak, Satpol PP kini dapat melakukan penertiban dan mengamankan ternak yang berkeliaran di jalan raya dan tempat umum lainnya.

Selama ini, ungkap Kasatpol PP Aceh Besar, pihaknya telah merazia dan mensosialisasikan kepada pemilik ternak agar mengkandangkan hewan peliharaan mereka.

Sebab, selama ini ternak itu mengganggu pengguna jalan umum Seperti Jalan Soekarno Hatta, kawasan Lambaro, daerah Kecamatan Masjid Raya, Kota Jantho, dan daerah lainnya.

Baca Juga :   Mentan Yakin Pemanfaatan UPJA Akan Genjot Produksi Pangan

Rencananya, papar M Rusli, personel Satpol PP akan melakukan razia dan akan menangkap ternak yang berkeliaran di jalan raya.

Apabila ternak itu telah dibawa petugas ke tempat penitipan sementara, maka pemilik ternak tersebut harus membayar denda sebesar Rp 300.000/hari selama tiga hari.

“Apabila hari keempat tidak diambil, maka ternak tersebut akan dilelang dan uang hasil penjualan hewan peliharaan itu akan dititipkan kepada Baitul Mal Aceh Besar,” tegasnya.

Maka dari itu, Kasatpol Rusli mengimbau agar sebelum petugas menertibkan dan pemiliknya dikenakan denda, sebaiknya masyarakat pemilik ternak segera memasukkan hewan peliharaan mereka ke dalam kandang.

Share :

Baca Juga

Berita

Budhy Setiawan Dorong Peningkatan Ekonomi Rumah Tangga Melalui Usaha Pertanian

Berita

Fakultas Peternakan Unhas-PT.Charoen Pokphan Donasikan 1 Ton Bakso untuk Korban Gempa

Nasional

Peringati HUT RI ke-75, Ini Cara Para Petani Probolinggo Menggelar Upacara

Nasional

Korporasi Benih Padi Buktikan Kualitas Hasil Panen di Kabupaten Barru

Berita

May Day: Buruh Tani Butuh Reforma Agraria, Bukan Bagi-Bagi Sertifikat

Nasional

Kembali Tanam Padi Rojolele, Patani Delanggu Bisa Panen Hanya 3,5 Bulan

Nasional

Jaga Kebutuhan Pangan di Tengah Pandemi, Mentan Dorong Urban Farming di Jakarta

Berita

Pengamat Nilai Kebijakan Pangan Mentan Amran Tepat Ke Akar Masalah