Ingin Budidaya Semangka Secara Hidroponik? Simak Langkah-Langkahnya

  • Bagikan
Ilustrasi: Budidaya semangka secara hidroponik

Mediatani – Sebelum teknik menanam hidroponik diperkenalkan, tanaman semangka hanya dibudidayakan dengan menggunakan media tanah. Namun, kini setelah teknik menanam hidroponik semakin populer, para petani semangka kini mulai beralih membudidayakan semangka menggunakan media tanam air nutrisi.

Baca Juga :   Gunung Soetopo, Sulap Lahan Bekas Tambang Jadi Kebun Buah Naga

Dilansir dari fredikurniawan.com, tanaman hidroponik membuat para petani lebih mudah untuk memelihara, merawat dan mengendalikan hama penyakit.

Untuk mengetahui lebih lanjut, berikut cara menanam semangka dengan teknik hidroponik yang dilansir dari bibitonline.com.

1. Pemilihan Benih Tanaman

Pertama, lakukan pemilihan benih yang Anda beli di toko terdekat. Pastikan memilih benih atau bibit yang mengkilap, memiliki permukaan licin, berwarna kehitaman, bebas dari hama dan penyakit, serta fisik yang normal (tidak cacat).

Sebelum ditanam, sebaiknya direndam terlebih dahulu menggunakan larutan fungisida selama 24 jam atau lebih.

2. Pengolahan Media Tanam

Selanjutnya, lakukan pengolahan media tanam, yaitu dengan mempersiapkan alat dan bahan berupa pipa paralon, timer, torn penampung air, mesin pompa akuarium, gabus atau busa dan talang air.

Setelah itu lakukan persemaian tanaman yang sebelumnya telah direndam dengan larutan fungisida. Berikut langkah-langkah yang dilakukan dalam persemaian benih

  • Persiapkan media persemaian berupa kertas kartun atau lainnya dan juga kapas atau gabus yang telah di basahi.
  • Setelah itu, rendam bibit kembali dengan larutan antonik atau fungisida selama 2-4 jam.
  • Lakukan persemain dalam media tanah polybag atau pot. Kemudian lakukan pemeliharaan selama beberapa hari hingga benih berkecambah.
  • Setelah akar kecambahnya sudah mulai tumbuh, sebaiknya pindahkan pada abu sekam lembab. Ini bertujuan agar pertumbuhan dan perkembangan tanaman semangkin cepat. Kemudian lakukan pemeliharaan hingga tanaman mulai membesar dan memiliki akar yang sangat banyak.
  • Lakukan pemupukan dan pemberiaan nutrisi pada tanaman hingga mencapai umur 1-2 minggu. Setelah itu, baru bisa dipindahkan ke media tanam hidroponik.

3. Penanaman

Pada tahap ini, penaman harus dilakukan secara hati-hati agar tidak merusak bagian dari tanaman. Ini karena tanaman semangka sangat sensitif atau rentan terhadap sentuhan yang sangat keras. Perhatikan langkah-langkah berikut ini.

  • Saat melakukan penanaman, sebaiknya dilakukan dengan mengaliri perakaran tanaman secara otomatis dengan timer. Untuk waktu pengalirian nutrisinya dilakukan secara teratur.
  • Pembuatan hidroponik dapat memanfaatkan pipa paralon. Cara membuatnya yaitu dengan melubangi paralon dengan diameter lubang 3-5 cm. Setalah itu, tutup ujung bagian kiri atau kanan menggunakan plastik lalu aliri dengan menggunakan media air yang telah dicampur dengan lauratan nutrisi atau pupuk cair.
  • Gunakan media pot yang tidak berlubang, abu sekam dan pompa akuarium. Penggunaan pompa akuarium bertujuan agar air dapat berjalan dengan lancar.
  • Setelah itu, lakukan pemeliharaan tanaman secara baik dan teratur.

4. Pemeliharaan Tanaman

Langkah selanjutnya adalah pemeliharan tanaman. Untuk pemeliharaan tanaman semangka dengan media hidroponik sangat tergolong cukup mudah. Cukup dengan mengecek media air secara berkala untuk memastikannya tetap steril dari hama dan penyakit.

Karena media penanaman semangka menggunakan media tambahan, maka perlu melakukan penyiangan jika terdapat gulma yang tumbuh di sekitar tanaman semangka.

Lakukan juga pemupukan susulan untuk menjaga kestabilan pertumbuhan tanaman. Pemupukan dapat menggunakan pupuk cair berupa pupuk organik cair, urea cair atau pupuk lainnya yang dapat dicairkan sesuai dengan takaran dan dosis.

5. Pemanenan tanaman

Pemanen semangka hidroponik sama seperti semangka pada umumnya, yaitu sekitar 2-3 bulan setelah masa tanam. Pemanen ini dilakukan dengan memetik langsung atau dengan memotong tangkai buah.

Buah semangka yang sudah layak panen ditandai dengan tangkai buahnya yang sudah menguning, selain itu buah sudah membesar dan kembung bila kita ketuk.

  • Bagikan