Home / Berita / Nasional / Perkebunan

Sabtu, 9 Januari 2021 - 00:15 WIB

Ingin Melancong ke Kota Malang? Ini dia Tujuan Wisata Apel yang Layak Kamu Kunjungi

Mediatani – Malang dan buah apel telah menjadi sesatu yang akrab di masyarakat luas. Tapi mungkin hanya sedikit yang tahu kenapa Kota Malang diidentikan dengan buah apel.

Keterikatan buah apel dan Kota Malang memang sudah ada sejak jaman Belanda dulu. Tepatnya sekitar tahun 1929 orang Belanda bernama Gratel. Awalnya Gratel tengah mengembangkan tanaman jeruk keprok di Batu, namun karena banyak yang diserang penyakit, dan akhirnya para petani mengalami kerugian yang cukup besar.

Namun, di waktu yang sama ternyata banyak tanaman apel yang tumbuh liar di daerah Batu. Udara yang sejuk dan kontur tanah yang subur menjadi salah satu penyebab utamanya. Akhirnya orang Belanda cukup serius dalam mengembangkan pertanian apel di Batu, hingga bisa memonopoli bangsa-bangsa eropa dengan komoditas apel Batu.

Hingga saat ini jika berkunjung ke Kota Malang yang dilakukan bukan hanya mencoba kuliner khas Malang, tapi juga berkunjung ke kebun apel. Ini adalah aktivitas yang wajib dicoba saat kamu ke sana. Bukan hanya melihat langsung bagaimana apel Malang dipanen, tapi bisa memetik dan makan apel sepuasnya.

Agrowisata kebun apel ini banyak ditemukan di Kota Batu. Jenis apel yang ditanam pun beragam, mulai dari Granny Smith, Arome Beauty, hingga Wanglin.

Baca Juga :   IKA FAPERTA UB Malang Adakan Pelatihan dan Pendampingan Pendirian Badan Usaha, Ini Yang Ingin Dicapai

Berikut Agrowisata Kebun Apel yang bisa kamu kunjungi saat ke Kota Malang:

1. Kelompok Tani Makmur Abadi

Dengan harga tiket masuk Rp 25.000, Anda sudah bisa memetik dan makan apel sepuasnya. Hasil petikan juga bisa dibawa pulang dengan harga Rp 20.000 per kilogram. Selain petik apel, agrowisata yang berada di Jalan Raya Tulungrejo Bumiaji ini juga memiliki area outbond dan memerah susu sapi.

2. Kusuma Agrowisata

Wisata petik apel sekaligus resort adalah pengalaman yang ditawarkan oleh tempat ini. Selain apel, Kusuma Agrowisata juga punya kebun stroberi dan jambu biji. Di dalamnya juga ada taman rekreasi De Tjangkul, kolam renang, dan spot foto Instagramable. Lokasinya berada di Jalan Abdul Gani Atas Ngaglik.
Tiketnya memang sedikit lebih mahal, yakni RP 85.000, namun sebanding dengan fasilitas yang ditawarkan

3. New Mitra Apel

Berlokasi di kawasan Sidomulyo, wisata petik apel ini membudidayakan jenis Rome Beauty, Anna, dan Manalagi. Sambil melihat-lihat kebun, pengunjung akan ditemani oleh pemandu yang menjelaskan fakta-fakta tentang perkebunan dan apel di tempat ini.

Baca Juga :   Tahun Ini Produksi Padi Kebumen Surplus

4. Wisata Petik Apel Agro Rakyat

Kebun ini membudidayakan empat dari 5 jenis apel yang ada di Batu. Berlokasi di Jalan Raya Sidomulyo, Anda pun bisa mengambil paket wisata naol mobil jip dari Batu AR Adventure untuk singgah ke wisata petik apel ini. Berbeda dengan wisata petik apel lainnya, ada area khusus untuk memetik apel yang telah disiapkan di sini.

5. Petik Apel Mandiri

Wisata petik apel yang berada di Jalan Raya Junggo No. 33 Tulungrejo ini merupakan yang paling ramai dikunjungi wisatawan. Dengan membayar tiket masuk Rp 25.000, Anda sudah bisa membawa pulang hasil panen mulai dari harga Rp 20.000 hingga Rp 40.000 per kilogram, tergantung jenis apelnya.

6. Petik Apel Green Garden

Alternatif wisata petik apel lain yang bisa Anda kunjungi adalah Green Garden yang berada di Jalan Raya Punten Bumiaji. Mekanismenya sama dengan kebun lainnya. Hanya saja, Anda bisa mendapatkan harga lebih murah jika datang dengan rombongan besar.

Bagaimana? Apakah Kota Malang sudah menjadi tujuan destinasimu selanjutnya?

Share :

Baca Juga

Pemaparan Rektor IPB (dok. kementan)

Berita

Rektor IPB: Konsep Agromaritim 4.0 Ringankan Mentan Lawan Mafia

Nasional

Tinggalkan Dunia Sepakbola, Ratu Tisha Bertani Jamur

Nasional

Hasil Produksi Petani Garut Melimpah Namun Harga Menurun

Nasional

Jaga Ketersediaan Pangan, Kementan dan TNI AD Kerjasama Laksanakan Program Pembangunan Pertanian

Nasional

Data Humas IPB Bantah Sindiran Presiden Jokowi
Ilustrasi Pocong di ebun durian

Internasional

Petani Durian di Malaysia Usir Pencuri Pakai Pocong dan Dupa

Nasional

Harga Mencapai Rp1,6 miliar per Tahun, Pasar Ekspor Asparagus Terbuka

Berita

Akademisi UGM Bicara Soal Kalung Eucalyptus