Jadi Mitra Sampoerna, Dua Petani Tembakau Ini Ceritakan Keuntungannya

  • Bagikan
Petani tembakau

Mediatani – Bukan jadi rahasia lagi jika PT HM Sampoerna Tbk adalah sebuah produsen rokok yang besar di Indonesia. Sudah banyak orang yang jadi mitra Sampoerna merasakan benefit beberapa tahun terakhir ini.

Hal itu juga dirasakan oleh Alhairi dan Mursidi sebagai petani tembakau yang mengaku mendapatkan banyak keuntungan karena menjadi mitra Sampoerna. Keduanya adalah dua dari ribuan petani tembakau yang menjadi bagian dari integrated production system (IPS) yang dijalankan oleh Sampoerna sejak tahun 2009.

Perlu diketahui juga, saat ini jumlah petani tembakau yang gabung dengan Sampoerna lewat IPS ini sudah mencapai 23 ribu petani lebih. Tentu mereka mendapatkan benefit yang besar dari sistem produksi terintegrasi tersebut.

Alhairi: Menjadi Teredukasi Sebagai Petani Tembakau

Pada siaran pers hari Senin (17/1/2022) di Jember, Alhairi mengatakan jika banyak sekali keuntungan yang didapatkan dengan menjadi mitra Sampoerna. Ia mengaku jika sebelum bermitra, ada masa jatuh bangkit seperti saat bencana alam Gunung Lawu Meletus.

Baca Juga :   Tren Kedelai Dunia Mahal, Harga Tahu-Tempe Bakal Melambung

Ia mengaku rugi banyak, hingga rencana jual sawah, sebab tidak ada jaminan untuk dibeli. Saat itu, ia akhirnya memutuskan untuk menjadi mitra Sampoerna dan mendapatkan jaminan dibeli pada saat itu.

Setelah bergabung jadi mitra, ada banyak perubahan dan keuntungan yang dia dapatkan. Terlebih, para mitra akan diberikan jaminan pembelian tembakau dan berbagai pelatihan serta dukungan teknis saat menanam tembakau. Sehingga, karena itulah aktivitas pertanian tembakau menjadi lebih teratur dan mendapatkan hasil maksimal.

“Mulai dari bedengan hingga pascapanen diajari semua oleh pendamping. Setelah ikut jadi mitra, banyak ilmu yang didapatkan sehingga bisa menghasilkan tembakau yang berkualitas. Proses penanamannya pun lebih modern dengan diberi obat rendaman tinggi. Sehingga tidak hanya cara tradisional saja.” Kata Alhairi.

Memang, saat menjadi mitra, maka akan ada dukungan teknis dalam proses penanaman hingga pemanenan tembakau. Penggunaan alat dan mesin yang lebih modern membuat para mitra menjadi untung lebih besar.

Baca Juga :   Mulai Banyak yang Olah, Ternyata Ini Sederet Kandungan Kulit Pisang

Mursidi: Perekonomian Keluarga Lebih Baik Sejak Jadi Mitra

Hampir sama seperti Alhairi, Mursidi adalah seorang petani Tembakau di daerah Jember yang sudah gabung jadi mitra Sampoerna mulai tahun 2016. Ia lebih merasakan dampak mitra dengan sistem IPS ini pada sisi penjualan dan pertanian.

Mursidi mengatakan, “Penjualan bisa langsung masuk gudang, penggarapan sawah dikawal oleh petugas, dan kami diajari cara menggunakan teknologi. Mulai dari kultivator. Sehingga dukungan teknis ini menjadikan lebih irit.”

Karena hal tersebut, dia mengaku jika perekonomiannya lebih baik semenjak jadi mitra Sampoerna. Selain bisa mencukupi kebutuhan hidup, ia juga sekarang bisa menabung dengan hasil yang jelas dan terjamin.

Saat ini, lahan garapan Mursidi semakin besar sehingga ia mempekerjakan lebih banyak orang. Sekarang, ia sudah mempekerjakan 12 orang yang terdiri dari 8 perempuan dan 4 laki-laki. Sehingga, dapat disimpulkan jika program kemitraan Sampoerna ini benar-benar membantu para petani tembakau memaksimalkan potensi lahan mereka.

  • Bagikan