Home / Berita / Nasional

Kamis, 2 November 2017 - 11:15 WIB

Tingkatkan Produksi Petani Tembakau, APTI Usulkan Program Kemitraan

Mediatani.co –Ketua Umum Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) mengatakan, masih banyak petani yang mengolah lahan tembakau secara tradisional. Para petani belum mendapatkan wawasan dalam penerapan teknologi. Padahal, teknologi dan cara bertani yang tepat mampu meningkatkan produksi tembakau.

Dia menyatakan pendampingan dari perusahaan mitra dibutuhkan agar produksi petani bertambah. “Program kemitraan membawa dampak positif bagi petani. Program ini bisa mempermudah akses petani kepada pasar dan ada jaminan petani tembakau terserap,” jelas dia, Rabu (1/11/2017).

Program kemitraan dapat memudahkan petani untuk menjual tembakaunya langsung ke pemasok sehingga dapat memperpendek rantai produksi. Tidak hanya itu, melalui kemitraan, petani diperkenalkan teknologi sehingga budi daya tembakau lebih efektif dan efisien.

“Kami memperkenalkan teknologi dan praktik terbaik di bidang pertanian. Misalnya, mulai dari teknik pembakaran dengan sistem rocket barn yang mampu menghemat konsumsi bahan bakar hingga 16 persen hingga alat aplikasi penghambat tunas yang mampu menghemat waktu pengerjaan hingga lebih dari 60 persen,” terangnya.

Baca Juga :   Tak Terkendali ! Serangan Belalang Ancam Hancurkan Pertanian India

Dia mencontohkan program kemitraan dari PT Sampoerna Tbk yang bernama Integrated Production System atau Sistem Produksi Terpadu. Program kemitraan ini sudah berjalan di beberapa kota penghasil tembakau di Indonesia seperti di Jawa Timur, yakni Madura, Jember, Bondowoso, dan Lumajang serta wilayah sekitar Jawa Tengah, yakni Rembang, Wonogiri, dan Purwodadi.

Dia berharap program kemitraan ini bisa diperluas sehingga semakin banyak petani tembakau yang bisa meningkatkan produksinya.

Leaf Agronomy Manager PT Sampoerna, Bakti Kurniawan, menjelaskan kemitraan Sampoerna dengan petani merupakan langkah perusahaan untuk membantu mengatasi masalah kekurangan pasokan tembakau di dalam negeri.

Siswanto, petani tembakau asal Dusun Bangkit, Kecamatan Eramoko, Kabupaten Wonogiri, mengaku merasakan banyak keuntungan setelah bergabung dalam program kemitraan yang dilaksanakan Sampoerna melalui perusahaan pemasok tembakaunya.

Baca Juga :   Harga Tembakau Turun, Petani Sumbing Kecewa

Dia mengaku sudah bermitra dengan Sampoerna kurang lebih sekitar empat tahun. “Melalui kemitraan, proses penanaman tembakau hingga panen menjadi lebih baik,” ungkap dia.

Menurut Siswanto, sebelumya tembakau bukan menjadi komoditas sektor pertanian yang penting dan diandalkan. Kini, tembakau menjadi salah satu komoditas yang mampu meningkatkan kesejahteraan petani.

“Yang mendapatkan keuntungan di sini bukan hanya petani tetapi masyarakat juga. Kami bisa merekrut tenaga kerja untuk membantu kegiatan petani tembakau,” jelas dia.

Siswanto mengatakan, program kemitraan memberikan ilmu dan pengetahuan bercocok tanam yang baik kepada para petani tembakau.

Disamping itu program kemitraan bisa memberikan pendampingan untuk menghasilkan produksi tembakau yang berkualitas tinggi, Sampoerna melalui perusahaan pemasok tembakaunya juga menyerap seluruh hasil tembakau petani sehingga kesejahteraan hidup mereka meningkat.

Share :

Baca Juga

Nasional

Harga Mencapai Rp1,6 miliar per Tahun, Pasar Ekspor Asparagus Terbuka

Inovasi

Tanaman Kakao Terancam Punah, Ilmuwan Siapkan Strategi Penyelamatan
suasana di TTIC, Pasar Minggu, Jakarta, 31/5/2019

Berita

Sambut Idul Fitri, Toko Tani Indonesia Center Kementan Diserbu Warga

Berita

Cendikiawan NU Dukung Antivirus Kementan

Internasional

Aplikasi Ini Dianggap Mampu Wujudkan Ketahanan Pangan

Berita

Kementan: Pemerintah Terus Berupaya Dongkrak Harga Karet Rakyat

Berita

Studi: Longfin Damselfish, Ikan yang Mampu Pelihara Udang dan Alga

Berita

Polemik Distribusi Pupuk di Sragen Semakin Memanas, KTNA Minta Audiensi dengan Produsen, Distributor dan BRI