Jokowi Harap Manfaat Bendungan Mampu Bangkitkan Peternakan di NTT

Busrah Ardan - Mediatani.co
  • Bagikan
Presiden Jokowi saat kunjungan ke NTT/via CNNIndonesia.com/Muchlis Biro Setpres/IST

Mediatani – Presiden Joko Widodo (Jokowi) buka-bukaan perihal Kabupaten Sumba Tengah, Nusa Tenggara Timur (NTT) yang nyatanya pernah ekspor sapi ke Hong Kong.

Namun, sayangnya kegiatan ekspor itu telah berhenti. Dikutip mediatani.co Rabu (24/2/201) dari situs detikcom, menurut Presiden Jokowi, ekspor sapi dari NTT ke Hong Kong berhenti karena pasokan air yang kurang memadai.

“Tadi, pagi Pak Gubernur menyampaikan bahwa di Kabupaten Sumba, Sumba Tengah dulunya banyak ekspor sapi dari sana, ekspor sapi ke Hong Kong. Kok berhenti? Ya karena memang kecukupan airnya kurang,” kata Jokowi di sela-sela peresmian Bendungan Napun Gete di NTT yang dilihat di YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (23/2/2021), dikutip dari detikcom.

Oleh sebabnya, Jokowi mengatakan keberadaan air adalah kunci kemakmuran di NTT. Menurutnya, sudah menjadi tepat jika pemerintah daerah setempat meminta untuk mendorong pembangunan bendungan di sana.

“Saya sudah tak dapat menghitung lagi berapa kali saya datang ke NTT, setiap saya datang ke NTT awal-awal selalu yang diminta bendungan, yang diminta adalah waduk, dan permintaan itu adalah betul. Jangan minta yang lain-lain, karena kunci kemakmuran di NTT ini adalah air,” ucap Jokowi.

Baca Juga :   FAO Gelar Sidang COFI ke-34, Indonesia Turut Menyuarakan Pengelolaan Perikanan yang Berkelanjutan

“Begitu ada air, semua bisa ditanam, tanaman tumbuh, buahnya diambil, daunnya bisa dipakai untuk peternakan karena di NTT juga sangat bagus untuk sektor peternakan,” tambah dia.

Hingga saat ini, ada tujuh bendungan yang direncanakan akan dibangun di NTT. Tiga bendungan di antaranya sudah bisa digunakan yakni Bendungan Raknamo di Kupang, Bendungan Rotiklot di Belu, dan Bendungan Napun Gete di Sikka.

“Alhamdulillah ini patut kita syukuri, tinggal 4 dalam proses. Tapi tadi pagi gubernur menyampaikan kepada saya minta tambahan dua lagi, padahal provinsi yang lain paling banyak itu dua atau satu. Tapi ya memang di sini dibutuhkan,” kata Jokowi.

Sebagaimana dikutip Rabu (24/2/2021) dari situs tempo.co, Presiden Joko Widodo bertolak menuju Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dalam rangka kunjungan kerja, Selasa, 23 Februari 2021.

Jokowi menggunakan Pesawat Kepresidenan Indonesia-1 melalui Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Jokowi lepas landas sekitar pukul 06.00 WIB.

Kepala Negara bersama rombongan terbatas lepas landas menuju Kabupaten Sumba Barat Daya. Setibanya di Bandar Udara Tambolaka, Jokowi akan langsung bergerak menuju lokasi food estate atau lumbung pangan yang terletak di Desa Makata Keri, Kecamatan Katiku Tana, Kabupaten Sumba Tengah.

Baca Juga :   Menguak Fakta Dibalik Seaspiracy, Film Kontroversial Tentang Ekosistem Laut Saat Ini

Masih dari sumber tempo.co yang mengutip dari keterangan tertulis Biro Pers Sekretariat Presiden, di lokasi tersebut Jokowi akan melakukan peninjauan area lumbung pangan padi yang menjadi program jangka panjang pemerintah untuk Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Selepas meninjau lokasi lumbung pangan, ia pun diagendakan untuk langsung bertolak menuju Kabupaten Sikka dengan menempuh perjalanan udara melalui Bandar Udara Tambolaka. Ia rencananya akan tiba di Bandar Udara Frans Seda, Kabupaten Sikka.

Bendungan Napun Gete akan menjadi destinasi Jokowi di Kabupaten Sikka. Di sana, Jokowi akan meresmikan sekaligus meninjau bendungan yang telah dibangun sejak tahun 2016.

Selepas rangkaian acara, Presiden bersama rombongan terbatas langsung kembali menuju Jakarta.

Dalam kunjungan menuju Provinsi Nusa Tenggara Timur ini, Jokowi didampingi oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Sekretaris Militer Presiden Marsda TNI M. Tonny Harjono, Komandan Paspampres Mayjen TNI Agus Subiyanto, dan Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin. (*)

  • Bagikan