Home / Berita / Nasional

Senin, 29 Juni 2020 - 09:53 WIB

Kampanyekan Diversifikasi Pangan, Mentan Ajak Masyarakat Konsumsi Non Beras

Mediatani – Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo mengkampanyekan Gerakan Diversifikasi Pangan dalam rangkaian acara Hari Krida Pertanian di Jakarta, Minggu (28/06/2020). 

Dengan slogan indah dan bahagia dengan pangan lokal, Gerakan  ini digelar sebagai upaya untuk mendorong ketersediaan dan konsumsi pangan konsumsi pangan yang beragam, bergizi seimbang dan aman. 

Pada kegiatan ini, Syahrul memaparkan bahwa potensi keanekaragaman hasil pertanian di dalam negeri sangat bisa dimanfaatkan agar ketahanan pangan tetap kokoh. Dalam pemenuhan karbohidrat, misalnya, bisa memilih produk selain beras yang juga memiliki nilai gizi tinggi seperti umbi-umbian.

Menurutnya, gerakan diversifikasi pangan ini mewakili  harapan dan kebutuhan dari seluruh rakyat Indonesia agar ketahanan pangan tetap kokoh, yang memperkuat hadirnya negara yang sejahtera. 

Baca Juga :   Nilai Dollar Naik, Harga Alsintan Ikut Mencekik

“Kita nyatakan diverifikasi pangan lokal adalah kekayaan dan budaya bangsa. Bukan hanya beras yang kita miliki. Tapi yang kita miliki berbagai pangan lainnya. Tidak hanya beras, ada ubi-ubian, jagung, sorgum, sagu, kentang, labu dan lainnya” ujar Mentan SYL. 

Mentan SYL juga mengungkapkan, upaya sekecil apapun akan menjadi langkah untuk turut memperkuat ketahanan bangsa yang artinya kita memiliki kekuatan dan kemampuan bersama.

Dalam acara ini, Mentan SYL juga meluncurkan roadmap diversifikasi pangan lokal sumber karbohidrat non beras. 

Kepala Badan Ketahanan Pangan, Agung Hendriadi menuturkan, roadmap diversifikasi pangan dilakukan dari hulu hingga hilir, yaitu meliputi  produksi, pascapanen, stok dan pengolahan, pemasaran hingga pemanfaatan berupa edukasi ke masyarakat.  Untuk tahun 2020 hingga tahun 2021 mendatang, upaya diversifikasi pangan lokal pengganti beras meliputi penyediaan benih/bibit unggul, pupuk dan pendampingan. 

Baca Juga :   Pembagian Racun Hama Tidak Merata, Petani Protes

Mempertahankan areal tanam dan menambah areal baru untuk pisang sumber karbohidrat, gerakan tidak mengonsumsi beras/nasi dan produk turunannya 1 hari dalam 1 bulan serta melakukan kampanye dan edukasi ke masyarakat. 

Agung juga mengungkapkan bahwa komoditas pangan lokal non beras ini dikembangkan sesuai dan spesifik lokasi, dimana tiap satu wilayah akan punya satu komoditas unggulan.

Adapun komoditasnya yaitu ubi kayu, sagu, talas,  pisang, kentang, dan jagung.

Selain itu, tambah Agung, sosialisasi dan edukasi akan terus digaungkan agar masyarakat mengonsumsi pangan lokal, karena pangan lokal memiliki kandungan gizi dan menyehatkan.

Pertanian.go. id

Share :

Baca Juga

Berita

Pembangunan Pertanian Tak Bisa Sporadis

Nasional

SPF dan Bank Mayapada Ajak Pelajar SMP Jobi Melestarikan Penyu

Nasional

Pemerintah Kembangkan 48 Kawasan Sentra Agribisnis dan Agroindustri

Berita

Menempati Posisi Sentral, Jokowi: Pembangunan Pertanian jadi Perhatian Bersama

Nasional

Komoditas Pertanian Sulawesi Utara dipastikan Telah Memenuhi Syarat Ekspor ke Tujuh Negara

Berita

Pernah Dilarang Ortu, Maya Tetap Ngotot Jadi Petani, Ini Yang Terjadi

Nasional

Langkah Kementan Cegah Alih Fungsi Lahan Pangan

Nasional

Setrum Tikus Kembali Tewaskan Petani di Sukodono Sragen