Home / Nasional

Senin, 24 Juli 2017 - 13:20 WIB

Kartu Tani Tidak Efektif, Petani sulit dapatkan Pupuk

Mediatani.co – Ketidakefektipan Peran dan fungsi Koperasi di desa adalah biang permasalahan yang terjadi di desa. Menurut Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) seharusnya Pemerintah memperkuat koperasi tani untuk memimalkan rantai distribusi kepada konsumen. Rantai yang panjang membuat harga di tingkat konsumen semakin tinggi.

Ketua KPPU, Syarkawi Rauf, menyatakan bahwa saat ini petani berada di posisi yang lemah. Akibatnya banyak tengkulak yang muncul dan berpotensi memainkan harga beras di pasar.

“Gara-gara koperasi mati, akibatnya tengkulak masuk. Mereka yang mengendalikan harga pembelian. Petani tidak berdaya, karena setelah panen mereka tidak punya gudang, tidak punya lantai jemur. Akhirnya mereka jual gabah berapapun ke tengkulak,” kata Syarkawi di Balai Kota Surakarta, Senin (24/7/2017).

Baca Juga :   Mitos Atau Fakta, Makan Nasi Sisa Semalam Jauh Lebih Baik?

Menurutnya, selama ini keuntungan terbesar justru dirasakan oleh para pemain yang ada di tengah rantai niaga. Sedangkan petani yang bekerja paling keras hanya memperoleh benefit yang sedikit.

“Di Korea, koperasi petani sangat kuat dan berhubungan langsung dengan pasar lelang dan langsung ke end user. Saya kira kalau rantai bisa diperpendek dengan membangkitkan koperasi petani, bisa membantu mengurangi gap,” katanya.

Baca Juga :   Ini Dia Perbedaan Beras Premium dan Beras Medium

Syarkawi menjelaskan, dengan adanya koperasi yang kuat, para petani dapat bergotong-royong membuat sistem yang lebih adil, sehingga secara otomatis harga tidak dimonopoli oleh pemain besar. Dia juga mendorong Pemerintah untuk membuat regulasinya.

“Peran Pemerintah domainnya Kemenkop UMKM. Mereka harus menjadi pembina bagi koperasi itu. Bulog juga harus lebih kuat. Jadi pemerintah harus lebih fokus mendorong Bulog agar menjadi instrumen negara untuk menstabilkan harga beras,” ujarnya.

Share :

Baca Juga

Berita

Sekjen Asbenindo: Salut Pak Amran, Ijin Ekspor Hortikuktura dari 312 Jam Jadi 3 Jam Kelar

Berita

Kementerian Pertanian dan Polri Sepakat Berantas Mafia Penyelundup

Nasional

Kulon Progo Sediakan Benih Padi Kaya Gizi Untuk Tangkal Stunting

Nasional

Wapres Harap IPB Cetak SDM Pertanian Unggul dan Berakhlak Mulia

Berita

Harga Tembakau Turun, Petani Sumbing Kecewa

Inspiratif

Sacha Inchi, Tanaman Asli Hutan Amazon yang Sukses dibudidayakan Petani Cianjur

Berita

Bedah buku “Dibalik Krisis Ekosistem” terselenggara di IPB

Berita

Hasrat yang Terpendam! Seorang Polisi Sukses Usaha Pupuk Organik