Home / Berita / Nasional

Rabu, 20 Desember 2017 - 08:39 WIB

Kekurangan Air, Petani Manokwari Tunda Tanam Padi

Buruh tani mencabut rumput di sela-sela tanaman padi sawah yang kekurangan air di Desa Porame, Kinovaro, Sulawesi Tengah, Kamis (17/4). Petani di wilayah tersebut terancam gagal panen karena sawah mereka tidak teraliri air akibat tertutupnya saluran irigasi oleh material banjir beberapa waktu lalu. ANTARA FOTO/Basri Marzuki/ss/Spt/14

Buruh tani mencabut rumput di sela-sela tanaman padi sawah yang kekurangan air di Desa Porame, Kinovaro, Sulawesi Tengah, Kamis (17/4). Petani di wilayah tersebut terancam gagal panen karena sawah mereka tidak teraliri air akibat tertutupnya saluran irigasi oleh material banjir beberapa waktu lalu. ANTARA FOTO/Basri Marzuki/ss/Spt/14

Mediatani.co — Rencana petani di Distrik Prafi, Papua Barat untuk melakukan tanam padi tertunda karena kebutuhan air belum terpenuhi. Hal ini diakibatkan oleh pekerjaan rehabilitasi saluran irigasi primer yang tidak kunjung selesai. Akibatnya kondisi sawah menjadi kering dan debit air di saluran berkurang drastis.

Menurut Sujiono salah satu petani, berdasarkan kontrak kerja, pekerjaan rehabilitasi tersebut harusnya sudah selesai pada September lalu. Namun, hingga kini saluran irigasi yang menjadi sumber utama air bagi lahan padi warga belum juga dapat berfungsi.

Baca Juga :   Komite I DPD RI Anggap Riset Eucalyptus Temuan Penting

Hal ini membuat para petani tak bisa menanam, kebutuhan beras warga desa terpaksa dipenuhi dari tempat lain.

“Terakhir kali kami panen April kemarin. Sampai saat ini belum menanam lagi,” kata dia, saat berbincang dengan tim dari Badan Ketahanan Pangan di kediamannya, Selasa (19/12).

Kepala Bidang Distribusi Badan Ketahanan Pangan, Kementerian Pertanian, Liek Irianti mengatakan, molornya waktu pengerjaan rehabilitasi saluran irigasi tersebut telah mengganggu musim tanam. Sebab, petani harusnya akan segera menikmati musim panen pada Januari-Maret ini.

Baca Juga :   Kader HMI Cabang Bogor Manfaatkan Puntung Rokok Jadi Pestisida

“Terkait irigasi ini, kita akan segera berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum setempat,” kata Liek.

Namun begitu, Like memastikan kondisi tersebut tidak sampai mengganggu pasokan beras di Papua Barat. Berdasarkan pantauan yang dilakukan Kementerian Pertanian di Pasar Wosi, Manokwari, harga sejumlah bahan pokok masih terkendali.

Share :

Baca Juga

Foto bersama Colloquy serie 7 (dok. mediatani.co)

Agribisnis

Diskusi Kopi Warung Pemula: Mesti ada Renaissance jilid 2 di Indonesia

Berita

Tahan Kekeringan, Benih Inpara 2 Jadi Primadona Petani Padi di Lahan Rawa

Nasional

Fakta dari Kejadian Kebun Melon Milik Warga yang Digilas Kendaraan TNI di Kebumen
Pemaparan Rektor IPB (dok. kementan)

Agribisnis

IPB dan Pengamat Pangan Acungi Jempol Kinerja Kementan dalam Memerangi Mafia dan Tingkatkan Produktivitas Pangan

Nasional

Harga Sayuran Cuma Ratusan Rupiah Per Kilogram, Petani Ciamis Persilakan Warga Petik Gratis
Dirjen Hortikultura Kementan, Suwandi saat berkunjung ke sentra produksi tanaman suji Sukabumi (dok. Kementan)

Agribisnis

Budidaya Tanaman Hias Bambu Suji dan Lidah Mertua Dipacu Untuk Eksport
Kegiatan sosialisasi pangan lokal (Foto: dok)

Berita

Makan dan Minum Yang Sesuai, Prinsip Body Intelligence
Peternakan Sapi Indonesia

Nasional

Ketua DPO ISPI Akui Ada Kemajuan di Sektor Peternakan