Kementan-Jasindo Luncurkan Aplikasi PROTAN (Proteksi Pertanian)

  • Bagikan
Sumber foto: sumatra.bisnis.com

Mediatani – Kementerian Pertanian Republik Indonesia kembali mengajak perusahan tinggi untuk bersinergi memajukan kesejahteraan sektor pertanian di Indonesia. Kali ini, dengan menggandeng PT Asuransi Jasa Indonesia atau Asuransi Jasindo, Kementerian Pertanian meluncurkan aplikasi PROTAN (Proteksi Pertanian). Tepatnya di Botani Square, Bogor pada hari Rabu (27/01) peluncuran aplikasi PROTAN ini dilakukan.

Diwe Novara selaku Direktur Pengembangan Bisnis Asuransi Jasindo mengatakan bahwa alasan diluncurkannya aplikasi pada hari ini karena bertepatan dengan kegiatan Rakorsin Kementerian Pertanian. Aplikasi PROTAN ini diharapkan bisa memenuhi fungsinya. Sehingga akan memberi banyak manfaat untuk para petani dan peternak yang ada diseluruh Indonesia.

Fitur dalam aplikasi PROTAN ini sudah dilengkapi dengan pengukuran polygon pada area kerusakan lahan yang telah mengalami gagal panen, geolocation koordinat lahan, penyimpanan data klaim, auto generate download formulir dan juga dengan berita umum seputar pertanian dan peternakan serta masih banyak lagi fitur lainnya.

Aplikasi PROTAN ini bisa diakses melalui perangkat android. Diharapkan petugas penyuluh lapangan (PPL), petugas organisme pengendali tumbuhan (POPT), dan petugas kesehatan hewan yang ingin melapor klaim AUTP AUTSK sekarang sudah lebih mudah, cukup melalui ponsel masing-masing.

Baca Juga :   Pemerintah Dorong Petani Terapkan Digital Farming

Sejak tahun 2015, PT Asuransi Jasa Indonesia telah ditunjuk oleh Pemerintah agar menjalakan program bantuan premi asuransi usaha tanipadi (AUTP) dan masih berlaku sampai sekarang. Pencapaian program terus menerus mengalami peningkatan setiap tahunnya.

Pada tahun 2020, pencapaian dari program AUTP & AUTSK telah mencapai hasil maksimal. Bahkan telah melewati dari target yang ditentukan.Tercapai 1 juta hektar (Ha) dari total peserta sebanyak 1,4 juta orang petani. Sedangkan untuk program Asuransi Usaha Ternak Sapi/Kerbau itu sendiri mencapai 120 ribu ekor dari total kepesertaan 56 ribu peternak.

Asuransi Jasindo tidak hanya berkomitmen terhadap pencapaian target bantuan Premi AUTP AUTSK tetapi juga telah berkomitmen untuk meningkatkan layanan pendaftaran melalui digital yaitu lewat aplikasi Sistem Informasi Asuransi Pertanian (SIAP) sejak tahun 2019 yang lalu.

Aplikasi Sistem Informasi Asuransi Pertanian (SIAP) ditargetkan mampu meningkatkan aksesibilitas Kelompok Tani agar bisa memanfaatkan program AUTP AUTSK. Hal ini dikarenakan dari jumlah Kabupaten yang ikut serta dalam program asuransi pertanian.

Sebanyak 217 Kabupaten/Kota yang ikut serta dalam program ini pada tahun 2018. Pada tahun 2019 dan 2020 mengalami peningkatan yaitu masing – masing 236 dan 238 Kabupaten/Kota yang telah terdaftar dan terakses ke dalam program asuransi pertanian tersebut.

Baca Juga :   Beralih Fungsi, Lahan Pertanian Mataram Terancam Menyusut

Berdasarkan data survei dari Kementerian Komunikasi dan Informatika pada tahun 2017, terdapat sebanyak 66,31 persen masyarakat Indonesia sudah mampu mengoperasikan smart phone. Angka ini terus mengalami peningkatan setiap tahunnya di Indonesia.

Dari angka tersebut, bisa diprediksi bahwa target aplikasi ini bisa dijangkau juga oleh para petani dan peternak yang ada di seluruh Indonesia. PT Asuransi Jasa Indonesia memastikan akan terus mengikuti tren perkembangan pasar saat ini untuk kebutuhan konsumen, salah satunya melalui pemanfaatan teknologi dan digitalisasi.

“PT Asuransi Jasa Indonesia terus mengikuti tren pasar saat ini terkait kebutuhan konsumen, dan pemanfaatan digitalisasi menjadi solusi yang tepat,” kata Diwe pada kesempatan yang resmi.

Sebelumnya, PT Asuransi Jasa Indonesia pada tahun 2018 telah meluncurkan sejumlah aplikasi yang tujuannya untuk mempermudah konsumen dalam mengakses layanan dan produk milik Asuransi Jasindo. Beberapa aplikasi tersebut adalah Aplikasi Emarine yang tujuannya untuk pengguna Asuransi Kargo dan Aplikasi SIAP bagi pengguna Asuransi Agri.

“Asuransi Jasindo selalu berupaya mengembangkan diri selaras dengan perkembangan digitalisasi di era masa kini,” tutupnya.

Banner Iklan @a2tani.id
  • Bagikan
Banner Iklan Mediatani
Banner Iklan Mediatani