Kenali 6 Jenis Limbah Padat yang Bisa Membahayakan Kesehatan dan Lingkungan

  • Bagikan
Limbah padat, salah satu jenis limbah yang jumlahnya meningkat secara drastis

Mediatani – Dalam kehidupan sehari-hari, aktivitas manusia akan banyak menghasilkan limbah atau sampah, bukan? Limbah tersebut ada yang masih memiliki nilai guna dan beberapa sudah tidak layak diolah kembali. Pengelompokan limbah berdasarkan wujudnya, salah satunya yaitu jenis limbah padat.

Apa yang dimaksud dengan limbah jenis padat? Limbah padatan merupakan sisa dari aktivitas manusia yang sifatnya padat dan terdiri atas zat organik dan anorganik. Limbah padatan biasanya diperoleh dari kegiatan industri ataupun domestik dalam kehidupan sehari-hari.

Jenis Limbah Padat dalam Kehidupan Sehari-Hari

Limbah yang dibuang ke aliran air akan menimbulkan pencemaran dan bisa menyebabkan makhluk hidup di dalamnya akan mati. Nah oleh sebab itu, Sobat Mediatani perlu mengetahui jenis-jenis limbah padatan agar bisa memberikan penanganan lebih baik dari sebelumnya.

1. Limbah Padatan Organik

Limbah padatan organik mengandung senyawa organik yang terdiri atas unsur hidrogen, karbon, nitrogen, dan oksigen. Bahan-bahan dalam kehidupan sehari-hari yang tergolong limbah padat organik meliputi sisa makanan, daun-daunan, tulang, buah-buahan, dan sayuran.

2. Limbah Padatan Anorganik

Jenis limbah padatan anorganik biasanya sulit terdegradasi oleh mikroorganisme di alam. Sobat Mediatani tentu saja sering menemui sejenis logam, plastik, besi, kaleng serta bahan yang tidak tersusun dari senyawa organik. Limbah padatan anorganik sendiri menjadi 5 jenis berikut ini.

Baca Juga :   Vegan Leather Berbasis Nabati, Solusi Industri Mode di Masa Depan

a. Limbah Padatan Basah

Limbah basah yang sering ditemui biasanya terdiri atas bahan-bahan organik yang memiliki sifat mudah membusuk. Jenis limbah basah seperti buah, makanan, maupun sayuran yang memang memiliki kadar air tinggi sehingga mudah mengalami pembusukan.

b. Limbah Padatan Kering

Limbah padat kering terdiri atas bahan organik maupun anorganik yang sifatnya tidak mudah membusuk. Limbah kering sendiri dibagi berdasarkan dua golongan yaitu metallic rubbish dan non metallic. Jenis limbah metallic rubbish misalnya golongan kaleng bekas dan juga besi tua.

Sedangkan untuk contoh jenis limbah non metallic rubbish seperti mika, kaca, dan keramik. Limbah-limbah tersebut sulit terurai. Oleh sebab itu, membutuhkan cara tersendiri untuk menanganinya agar tidak berserakan dan menimbulkan pencemaran.

c. Limbah Padatan Lembut

Jenis limbah padatan lembut biasanya terdiri atas partikel-partikel ringan, kecil, dan memiliki sifat mudah terbang ke udara. Jika limbah mudah terbang, tentu saja bisa menimbulkan pencemaran lingkungan dan membahayakan sistem pernafasan serta penglihatan manusia.

Limbah padat lembut bentuknya semacam debu yang dihasilkan dari berbagai pabrik industri. Limbah ada juga dalam bentuk abu yang sering dihasilkan dalam proses pembakaran kayu, baik dalam usaha skala rumah tangga ataupun proses produksi industri.

Baca Juga :   Tanaman dengan Bentuk Unik Nan Menakjubkan

d. Limbah Padat Berukuran Besar

Limbah padatan ini memiliki ukuran dalam bentuk cukup besar yang biasanya dihasilkan dari sisa bahan rumah tangga. Dalam aktivitas sehari-hari, tentu Sobat Mediatani sering menemui limbah bekas furniture, TV, kulkas, dan bahan lainnya yang sudah tidak terpakai.

e. Limbah Padatan Berbahaya dan Beracun (B3)

Bentuknya semacam limbah yang dihasilkan dari rumah sakit, sisa penggunaan pestisida, serta bahan radioaktif yang bisa menimbulkan ledakan. Jika tidak ditangani dengan baik, maka limbah B3 bisa menimbulkan pencemaran lingkungan serta gangguan kesehatan.

Limbah B3 yang seringkali ditemukan dalam sehari-hari seperti baterai bekas, solar bekas, tinta bekas, lampu, bohlam, dan limbah industri. Bahan-bahan tersebut biasanya mengandung zat kimia yang bisa merusak lingkungan dan menyebabkan penyakit kronis bagi manusia.

**

Jenis-jenis limbah padat di atas perlu ditangani dengan baik sesuai golongannya. Jika dicampur menjadi satu, maka akan mencemari tanah, air, dan mengganggu kesehatan manusia. Limbah bisa didaur ulang kembali untuk produk yang lebih bernilai atau dipisahkan pada wadah sendiri.

  • Bagikan