Home / Nasional

Rabu, 22 Juli 2020 - 10:14 WIB

Kini Giliran Bawang Merah Probolinggo Yang Diekspor Ke Thailand

Pelepasan Ekspor 52,4 Ton Bawang Merah Asal Probolinggo Ke Thailand (Foto: RMOLJateng)

Pelepasan Ekspor 52,4 Ton Bawang Merah Asal Probolinggo Ke Thailand (Foto: RMOLJateng)

Mediatani – PT Cipta Makmur Sentausa (CMS) mengekspor 52,4 ton bawang merah asal Probolinggo ke Thailand. Ini merupakan ekspor perdana bawang merah Probolinggo di tahun 2020.

Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Balai Besar Karantina Pertanian Surabaya turut andil memfasilitasi ekspor produk bawang merah asal Probolinggo.

“Kali ini kami kirimkan dua kontainer dulu ke Thailand, totalnya 52,4 ton. Ini perdana di tahun ini karena kan di Probolinggo belum panen raya. Kami pun masih menunggu untuk panen raya,” kata Direktur PT Cipta Makmur Sentausa, Wantik di Jakarta, Selasa (21/7).

Baca Juga :   Panen Bawang Merah, Petani Sukabumi Kantongi Rp 195 Juta Per Hektar

Wantik mengatakan, meskipun harga bawang merah masih tinggi karena belum panen raya, namun ekspor tetap dilakukan lantaran adanya permintaan dari negara tujuan, yakni Thailand.

Tahun lalu kurang lebih kami mengekspor 15 sampai 20 kontainer. Per kontainernya 28 ton. Biasanya mulai Juli itu stok melimpah, karena panen raya biasanya Juli,” jelas Wantik.

Negara-negara seperti Thailand diakuinya sangat berminat terhadap bawang merah Probolinggo yang memiliki beberapa keunggulan. Di luar Thailand, ada negara Vietnam yang juga berminat dengan bawang merah Indonesia.

Baca Juga :   Sandiaga Uno Berharap Generasi Milenial All Out Di Sektor Pertanian - Agrinex 12th

“Untuk Vietnam kita saat ini sudah tidak bisa masuk ke sana lagi. Makanya kami mohon bantuan pemerintah agar bawang merah kita bisa masuk pasar ekspor Vietnam lagi,” ujar Wantik.

Sementara itu, Salim salah satu pelaku usaha bawang merah asal Probolinggo mengaku hingga kini pemerintah belum memberikan bantuan kepada petani bawang merah di Probolinggo, baik itu berupa pupuk maupun bibit.

Padahal, kata dia, bantuan pemerintah bisa membuat biaya produksi petani lebih murah dan membuat petani bisa bersaing di pasar ekspor.

Sumber: RMOL

Share :

Baca Juga

Pembicara media gathering IFADS 2019

Berita

Cara Memenuhi Kebutuhan Pangan 300 Juta Penduduk Indonesia di Tahun 2030

Nasional

Menjanjikan, Pemprov Kaltim Dorong Petani Serius Budidayakan Kelapa Kopyor
Koordinator Nasional Indonesia Food Watch, Pri Menix Dey

Berita

Impor Beras Jelang Lebaran, Indonesia Food Watch Minta Jokowi Evaluasi Mendag
suasana di TTIC, Pasar Minggu, Jakarta, 31/5/2019

Berita

Sambut Idul Fitri, Toko Tani Indonesia Center Kementan Diserbu Warga

Nasional

Kementrian Pertanian Siapkan Teknologi Pertanian Lewat Investor

Berita

Cepat Tanggap, Tim POPT Tangani Serangan Penyakit Tanaman Cabai di Magetan

Agribisnis

Petani Tomat Sukses, Untung Berlipat Ganda Dengan Modal Kecil

Nasional

Mentan SYL Sebut Kalimantan Tengah Punya Potensi Pertanian yang Bisa Wujudkan Mimpi Indonesia