Kisah Inspiratif, Anak Petani yang Lulus Membanggakan Sebagai Mahasiswa Kedokteran

Alifah Nurkhairina - Mediatani.co
  • Bagikan
Febri Fatma Lailatul Laeli, S.Ked. dan keluarga

Mediatani РSatu lagi anak bangsa yang berasal dari keluarga petani yang berhasil meraih salah satu mimpinya. Adalah Febri Fatma Lailatul, yang selangkah lagi akan menggapai impiannya menjadi dokter. Eli, sapaan akrabnya, berhasil lulus dengan gelar Sarjana Kedokteran, Fakultas Kedokteran Universitas Jember (Unej) dan telah menjalani proses wisuda pada periode II tahun akademik 2020/2021. Rasa bangga tak bisa Eli bendung, walau proses wisuda hanya melalui daring.

“Alhamdulillah, satu tahap telah saya lalui dengan baik, hanya tinggal mengikuti pendidikan profesinya. Semoga kedepannya berjalan lancar,” ungkap Eli mengutip siaran pers Unej, Selasa, 23 Februari 2021.

Eli merupakan putri dari Bapak Suyono yang berprofesi sebagai seorang petani, dan Ibunya bernama Surip yang sehari-harinya menjadi ibu rumah tangga, dan tinggal di desa Kesilir, Jember. Untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, Ayahnya menyewa lahan sekitar 180 meter persegi untuk bisa ditanami padi saat musim hujan. Sementara komoditas jagung, akan ditanam saat musim kemarau. Terkadang juga mereka menanam tembakau. Kalau sedang tak mampu untuk menyewa lahan, biasanya Suyono memilih untuk menjadi buruh tani.

Eli mendapatkan kesempatan menjadi salah satu penerima beasiswa Bidikmisi pada 2016 (sekarang KIP Kuliah). Mendapatkan amanah tersebut, Eli kemudian bersungguh-sungguh untuk menjalani kuliah. Alhasil, Eli mampu menuntaskan kuliah dalam jangka waktu empat tahun satu bulan dengan IPK yang sangat memuaskan, yaitu 3,71.

Baca Juga :   Ayam Dihargai Rp130 Juta, Pemilik Enggan Melepasnya¬†

“Biasanya Saya belajar di saat menjelang salat subuh agar lebih fokus, belajar sungguh-sungguh agar harapan orang tua untuk melihat saya jadi dokter bisa terwujud, terlebih lagi di desa kami belum ada warga desa yang jadi dokter,” ungkap Eli.

Eli berhasil lolos ke Universitas Jember lewat jalur SBMPTN (Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri). Kala mengikuti tes tersebut, Eli mantap memilih Unej sebagai pilihan, dengan Fakultas Kedokteran sebagai pilihan pertama, disusul Fakultas Kedokteran Gigi sebagai pilihan selanjutnya. Kedua pilihan tadi didukung penuh orang tuanya. Bahkan Ayahnya justru yang paling aktif dalam mencari informasi tentang biaya kuliah melalui kenalan, para petugas kesehatan bahkan kepada kakak kelas Eli yang sudah lebih dulu kuliah.

Kesibukan menjalani kuliah, tidak menjadikan Eli absen membantu orang tua. Setiap ada kesempatan pulang ke desanya, Eli pasti turun langsung membantu orang tuanya di lahan.

“Jika Bapak sedang menanam tembakau, maka saya ikut memetik tembakau di pagi hari, kemudian diteruskan di sorenya dengan mempersiapkan tembakau untuk proses dikeringkan, atau dalam istilah di desa kami disebut sujen. Sementara jika belum panen, saya membantu Bapak ikut membersihkan rumput dan gulma di sawah,” cerita Eli, yang bercita-cita menjadi dokter spesialis anak ini.

Baca Juga :   Petani Pepaya Sukses Buah Lebih Manis Omzet Menggiurkan

Selama kuliah, Eli juga berhasil meraih beberapa prestasi diantaranya adalah menjadi juara pertama pada literatur review dalam bidang kedokteran yang diselenggarakan oleh Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dan juara ketiga karya ilmiah poster bidang kedokteran yang digelar oleh Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro, kedua prestasi itu dicapai pada tahun 2018.

Eli sangat bersyukur bisa kuliah di Fakultas Kedokteran Unej yang terfokus pada Agromedis, yaitu pengaplikasian ilmu kedokterannya yang fokus terhadap kesehatan masyarakat pertanian, peternakan, perkebunan, kehutanan dan perikanan. Eli sangat tau betul bila masyarakat agraris memiliki permasalahan kesehatannya tersendiri yang berbeda dengan komunitas lain. Berasal dari keluarga petani, Eli sudah cukup tahu tentang permasalahan kesehatan yang sering dihadapi petani. Salah satu contoh, belum adanya kesadaran di kalangan para petani untuk memakai pelindung saat turun ke lahan.”Semoga ilmu yang sudah sayadapat di bangku kuliah bisa disumbangkan untuk kemaslahatan petani, paling tidak untuk warga desa saya,” ujarnya.

  • Bagikan