Home / Nasional

Minggu, 4 Oktober 2020 - 20:45 WIB

Lahan Pertanian di Tengah Kota Metropolitan Surabaya

Mediatani – Adanya ancaman terjadinya resesi akibat pandemi Covid-19, membuat berbagai kalangan mengambil ancang-ancang untuk mengantisipasi kondisi perekonomian yang akan terjadi.

Hal paling utama yang harus diantisipasi adalah melemahnya daya beli masyarakat akibat menurunnya penghasilan. Yang paling mengkhawatirkan adalah ketika masyarakat kesulitan membeli bahan pangan pokok.

Untuk mengatasi masalah tersebut, Risma sejak awal pandemi  Covid-19 telah mendorong berbagai pihak untuk menanam tanaman pangan. Yang ditanam adalah bahan pokok pendamping beras, seperti singkong, ubi, talas, sukun, pisang, dan berbagai tanaman pangan lainnya.

Program Pemerintah Kota Surabaya tersebut kemudian dilaksanakan oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Surabaya dengan membuat Sentra Pertanian Terpadu (SPT). Adapun lahan yang digunakan adalah lahan tidur milik Pemkot Surabaya, termasuk di lahan bekas Tanah Kas Desa (BTKD) di beberapa titik di Kota Surabaya.

Baca Juga :   Soal Kenaikan Ekspor, Pengamat: Sektor Pertanian Harus Mendapat Perhatian Serius

Alhasil, pada Rabu (23/9/2020) Wali Kota Tri Rismaharini melakukan panen raya di salah satu lahan BTKD yang berada di Kelurahan Jeruk. Hasil panen berupa ketela rambat madu, ketela pohon, serta lele dibagikan gratis kepada warga kurang mampu di Surabaya.

“Memang kalau resesi daya beli turun ada yang bisa beli, tapi juga ada yang tidak mampu beli, sehingga bagi yang tidak mampu beli bisa diberikan panen ini. Dengan begitu, semoga tidak ada yang kekurangan makanan di Surabaya,” ujar Risma.

Dalam unggahan foto-foto di akun instagram @surabaya yang dikelola Humas Kota Surabaya, tampak kebun singkong yang rimbun, kolam ikan, hingga peternakan kambing. Postingan tersebut lantas menuai respon positif dari warganet.

Baca Juga :   Kekeringan Melanda, Potensi Kerugian Capai Rp 3 Triliun

 “@izzah_rahmawati iki loh zah,seng tak maksud suroboyo sek nduwe lahan pertanian,” komentar pemilik akun @indah.machmudah.

Selain mengelola lahan pertanian, perkebunan, budidaya, DKPP juga memiliki Kelompok Tani binaan. Kelompok tani yang ada di bawah naungan DKPP secara rutin diberi edukasi, pengawasan serta evaluasi saat melakukan penanaman.

Tak hanya mengurus ketahanan pangan, Wali Kota Risma juga melindungi usaha warga Kota Surabaya, dengan memperketat izin usaha warga dari luar kota. Bahkan Risma menginstruksikan para camat dan lurah se-Kota Surabaya untuk mengawasi pelaku usaha yang berasal dari luar kota, yang tidak memiliki izin.

Share :

Baca Juga

Nasional

PPN 10 %, Beratkan Petani
Menteri pertanian, Andi Amran Sulaiman saat mendatangi gudang salah satu importir bawang putih, di Jakarta.

Berita

Tak Pandang Bulu, Kementan Konsisten Tegakkan Aturan Wajib Tanam Bagi Importir Bawang Putih

Nasional

Beda Tugas dengan Mentan, Prabowo Mau Tanam Singkong 60 Ribu Hektar di Food Estate

Nasional

IPB Jalin Kerjasama dengan Kemnaker Untuk Tingkatkan Kualitas Petani

Nasional

Konsumsi Pangan Sehat Meningkat, Kementan Loloskan Pelepasan Calon Varietas Padi Sawah Protein Tinggi
Gus Syauqi Ma'ruf Amin, Ketua Umum Simac, Hadir dalam Launching Kopi Abah di Bogor

Agribisnis

Kopi Abah Semakin Dekat dengan Millenial Bogor

Berita

Kampanyekan Diversifikasi Pangan, Mentan Ajak Masyarakat Konsumsi Non Beras

Nasional

Gabungan Massa Aksi Blokade Jembatan Suramadu dengan Tabur 2 Ton Garam