Mediatani – Anggur adalah jenis tanaman perdu yang memiliki nama ilmiah Vitis Vinifera. Buahnya palinged banyak dikonsumsi dan digemari oleh kebanyakan orang di seluruh dunia termasuk di Indonesia sendiri. Anggur merupakan salah satu jenis tanaman buah yang memiliki karakteristik merambat dan banyak sekali yang memanfaatkannya untuk di budidayakan baik untuk skala besar maupun skala kecil.

Tanaman anggur banyak dijumpai di Indonesia, karena anggur hidup di dataran rendah dan tumbuh subur saat musim kemarau. Anggur merupakan komoditi yang memberikan nilai tambah. Artinya, bisa dikonsumsi sebagai buah segar, jus anggur, minuman (wine), kismis dan lain-lain.

Anggur merupakan tanaman yang tumbuh memanjat, yang mempunyai keistimewaan yaitu ranting-rantingnya dapat mengeluarkan buah yang lebat. Buah anggur adalah salah satu buah yang tinggi antioksidan, buah ini memiliki warna-warna yang menarik yaitu ungu, ungu tua, hijau, hitam dan merah.

Anggur dapat tumbuh dan dibudidayakan di daerah dingin, subtropis, maupun tropis. Tanaman anggur tumbuh pertama kali di dataran Eropa, Amerika Utara, Islandia, daerah dingin yang dekat dengan Kutub Utara, Greenland dan menyebar ke Asia, termasuk Indonesia.

Di Indonesia, anggur lokal dipandang sebagai tanaman yang bernilai komersial

Jenis-jenis tanaman anggur konsumsi

Tanaman ini termasuk marga Vitis dan tidak semua jenis dari marga ini dapat dimakan, yang bisa dimakan hanya dua jenis yaitu Vitis vinifera dan Vitis labrusca.

Tanaman anggur jenis Vitis vinifera mempunyai ciri yaitu :

  • Kulit buahnya tipis, rasa manis, segar, biji mudah digigit, dan tidak sepat,
  • Kemampuan tumbuh dari dataran rendah hingga 300 m dari permukaan laut (dpl) beriklim kering,
  • Termasuk jenis ini adalah Anggur Kediri Kuning, Gros Colman, Anggur Bali, White Malaga, Probolinggo Biru dan Putih, Situbondo Kuning, Alphonso Lavalle dan Golden Champion.

Sedangkan anggur jenis Vitis labrusca mempunai ciri yaitu :

  • Kulit buahnya tebal, rasa masam dan tidak segar,
  • Kemampuan tumbuh dari dataran rendah hingga 900 m dpl dan
  • Termasuk jenis ini adalah Brilliant, Delaware, Carman, Beacon dan Isabella.

Jenis yang banyak dikembangkan di Indonesia adalah jenis Vitis vinifera dari varietas Probolinggo Biru 81, Anggur Bali dan Alphonso Lavalle sedangkan dianjurkan ditanam antara lain Gross Collman, Probnolinggo Putih, Isabella, Delaware, Chifung dan Australia

Budidaya tanaman anggur

Syarat tumbuh tanaman anggur yaitu di ketinggian 25-300 m dpl, suhu 25-310 C, kelembaban udara 75-80 %, intensitas penyinaran 50% – 80%, 3-4 bulan kering, curah hujan 800 mm/tahun dan pH tanah 6-7. Tipe tanah : liat dan liat berpasir (alluvial dan grumosol).

Persiapan lahan

  • Bersihkan lahan, cangkul/bajak sampai gembur.
  • Pengapuran pada tanah masam dosis 5 ton/ ha.
  • Buat saluran pemasukan dan pembuangan air irigasi
  • Buat lubang tanam 60 x 60 x 50 cm / 75 x 75 x 70 cm, jarak tanam 3 x 3 m / 5 x 4 m, keringanginkan + 2-4 minggu, isikan tanah lapisan bawah ke dasar lubang.
  • Campurkan tanah lapisan atas : pupuk kandang (+20-40) : pasir perbandingan 1:1:2 isikan ke lubang bagian atas.

Persiapan bibit

Bibit siap tanam umur 1,5 – 2 bulan, perakarannya 5-10 cm, tumbuh sehat, bertunas dua. Kebutuhan bibit jarak tanam 3 x 3 cm sebanyak 890 batang/ha, jarak tanam 5 x 4 cm sebanyak 500 batang/ha. Sebulan sebelum tanam, bibit anggur terpilih diadaptasikan di sekitar lahan

Baca Juga  Trik Jitu Budidaya Tanaman Cincau yang Segar dan Berkhasiat

Penanaman

Pastikan bibit sudah berumur 2 bulan dari awal dilakukannya penyemaian. Bibit sudah siap dipindahkan ke lahan tanam ketika sudah memiliki 2 sampai 3 helai daun serta memiliki akar yang kuat.

Setelah memiliki ciri-ciri yang sudah siap untuk ditanam, kalian tinggal memasukkan bibit ke dalam lubang lalu kalian tutup dengan tanah dan sedikit campuran pupuk kandang, kemudian tutup rapat lubangnya.

Penyiraman

Pemberian air pada tanaman anggur dilakukan sebanyak sekali sehari, yaitu antara pagi atau sore hari. terutama ketika penanaman terjadi pada musim penghujan, kita tidak perlu melakukan penyiraman karena tanaman anggur yang pada dasarnya tidak terlalu menyukai tanah yang lembek dan memiliki kandungan air yang banyak. selain itu perlu diketahui pula untuk tetap memberikan pupuk ketika umur dari tanaman itu sendiri telah berumur 90 hari dan kemudian akan dilakukan proses pemupukan sebanyak 3 bulan sekali. yaitu dengan menggunakan pupuk urea dengan dosis sebanyak 15 gr setiap lubang yang ditanami tanaman anggur.

Penyiangan 

Sebaiknya, dilakukan penjarangan dan penyiangan secara berkala. fungsi dari penjarangan itu sendiri adalah untuk menjauhkan beberapa tanaman yang tumbuh terlalu rapat terhadap tanaman lainnya, sehingga akan ditakutkan mengganggu pertumbuhan antara tanaman yang satu dengan tanaman yang lainnya. kemudian, fungsi dari penyiangan sendiri adalah memberihkan tanaman liar yang terdapat disekitar tanaman anggur yang ditanam guna unutk menjaga pertumbuhan dari tanaman yang ditanam. oleh karena itu, penyiangan sangat diperlukan karena akan menjaga tingkat kesuburan dari tanaman itu sendiri.

Pemupukan

Pupuk disebar dan dicampur merata di tanah secara melingkar sejauh 25 cm dari batang lalu ditutup dan diairi atau dengan cara pengocoran pupuk. Pemupukan berdasarkan umur tanaman, yaitu :

Tanaman Muda sampai umur 6 bulan (per pohon)

  • Umur 10 hari – 3 bulan, interval 10 hari sekali menggunakan pupuk urea 7,5 gr atau ZA 10 gr, tiap kali pemupukan
  • Umur > 3 – 6 bulan, interval 15 hari sekali menggunakan pupuk urea 15 gr atau ZA 20 gr tiap kali pemupukan

Tanaman Umur 6 bulan sampai 1 tahun (per pohon)

  • Umur > 6 bulan menggunakan pupuk urea 22,5 gr atau ZA 30 gr
  • Umur 9 bulan menggunakan pupuk urea 33,75 gr atau ZA 45 gr
  • Umur 12 bulan menggunakan pupuk urea 50 gr atau ZA 60 gr

Tanaman dapat mulai berbuah umur 8 bulan dan dapat berproduksi maksimal (umur lebih dari 4 tahun) Pemupukan 3 kali setahun (April, Agustus,Desember). Dosis tiap kali pemupukan 600 gr Urea + 300 gr TSP + 375 gr / pohon.

Pembuatan rambatan

Perlu pembuatan rambatan dengan model :

Model Para-para

Model para-para

Tiang para-para dipasang sesuai jarak tanam anggur dengan ketinggian 2 – 3,5 m dan dipasang para-para berupa anyaman kawat atau bilah bambu atau kayu, jarak mata anyaman + 40 cm.

Model Pagar/Kniffin, dibuat berbentuk pagar

Model pagar

Jarak antar tiang 3-5 m dan ketinggian 150-200 cm, hubungkan dengan kawat yang dipasang mendatar sebanyak 2-3 jajar. Kawat pertama dibagian bawah letaknya 60 cm dari permukaan tanah, dan kawat diatasnya berjarak 70 cm.

Model perdu

Model perdu

Berupa pohon atau kayu biasa, kemudian bagian atasnya dipasang tempat penyangga sepanjang 2 m dan lebar 2 m. Pemasangan rambatan dilakukan sebelum tanaman dipangkas dan dibentuk.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here