Masih Jarang yang Melakukan, Begini Cara Beternak Ayam Kalkun dengan Sederhana

Busrah Ardan - Mediatani.co
  • Bagikan
Ilustrasi. Ayam Kalkun/IST

Mediatani – Diketahui belum cukup banyak yang beternak ayam unik yang satu ini. Dengan jantan yang bulunya berwarna-warni sangat elok dipandang. Apalagi rentang sayapnya yang mencapai 1,5 – 1,8 meter.

Dari ciri khas ini, ayam yang dikenal sebagai ayam ‘Turkey’ di Inggris itu tentu mendapatkan pasarnya sendiri.

Bagi kamu yang tertarik beternak ayam yang satu ini, berikut mediatani.co rangkum dari Youtube Sukses Pedia, Selasa (2/3/2021).

Tahap pertama adalah pemilihan bibit ayam. Bibit adalah hal utama. Pilihlah bibit yang berkualitas, memiliki pertumbuhan cepat, bebas dari penyakit, karakternya memiliki nafsu makan tinggi serta sehat. Warna feses normal, gesit, berasal dari induk unggul.

Bibit kurang baik memiliki jari kering, bengkok, kaki kering dan kapalan, bulu yang kusam, pandangan yang sayu, suka menyendiri, mulut yang tampak kemerahn juga robek. Nafsu makan rendah dan sayap yang menggantung.

Tahap kedua, pemilihan lokasi budidaya ayam kalkun. Kandang ternak yang baik bisa ditempatkan pada lokasi yang memudahkan ayam mendapatkan pakan tambahan. Seperti sawah, sungai atau lainnya.

Jauhkan dari pemukiman atau hewan lainnya dan bencana alam. Buatlah menghadap timur agar pagi hari terkena sinar sehingga kandang tidak lembab dan kalkun akan sehat. Dengan ukuran kalkun yang besar lebih diutamakan diternakkan secara umbaran daripada dikandangkan.

Baca Juga :   Modal Listrik, Fauzi Tetaskan Ratusan Kalkun dengan Omzet Rp 5 Juta hingga Berhasil Kuliahkan Anak 

Karena dengan sistem itu kalkun dapat bergerak bebas, kandang tertutup juga harus dibuat untuk tempat berteduh ketika hujan. Lantai kandang dibuat semen agar mudah dibersihkan, siapkan juga tempat pakan dan minum. Jangan lupa pisahkan kalkun sesuai usia agar tidak terjadi kanibalisme.

Tahap ketiga. Pemberian pakan. Kalkun diberi bekatul dan dedak dicampur dengan sayuran hijau. Untuk usia 0-1/2 bulan diberi pakan berupa BR-1 yang diseduh dengan air panas dan dicampurkan dengan ayuran hijau. Peletakan tempat pakan dan minuman diberi jarak agar tidak tercampur.  

Tahap empat. Perawatan dasar atau basic care. Untuk anak kalkun 0-2,5 bulan memerlukan suhu 30 derajat celcius sampai 45 derajat celcius. Maka diperlukan lampu pemanas dalam kandang.

Anak Kalkun 0-20 hari diberikan berupa pakan khusus atau BR-1. Untuk umur lebih dari 20 hari diberikan nasi dicampur BR-1 atau dedak yang dicampur dengan potongan sayur hijau  kemudian dibuat adonan  dengan mencampurkan air panas.

Tahap lima. Perawatan menengah atau medium care. Dilakukan pada anak kalkun berumur 1,5 bulan sampai 6 bulan. Di situ pula sudah bisa ditentukan jenis kelaminnya. Juga sudah dapat dilepas dan diumbar. Lampu penghangat tidak diperlukan lagi. Pakan yang diberikan sama dengan perawatan dasar.

Tahap enam. Perawatan lanjutan. Perlu dipisahkan antar jantan dengan jantan untuk menghindari perkelahian antar jantan. Kalkuk yang berumur 6 bulan juga sudah memulai masa reproduksi atau siap kawin dan bertelur. Hal itu ditandai dengan betina yang merunduk. Jika gizi yang diberikan baik maka umur 8 bulan Kalkun sudah memiliki bobot sebanyak 7 sampai 8 Kg.

Baca Juga :   Kebijakan Subsidi Pertanian Tidak Efektif Turunkan Harga Pangan

Sebagaimana diketahui, Kalkun atau ayam kalkun adalah sebutan untuk dua spesies burung berukuran besar dari ordo Galliformes genus Meleagris.

Dikutip dari Wikipedia.org, Kalkun betina lebih kecil dan warna bulu kurang berwarna-warni dibandingkan kalkun jantan. Sewaktu berada di alam bebas, kalkun mudah dikenali dari rentang sayapnya yang mencapai 1,5-1,8 meter.

Spesies kalkun asal Amerika Utara disebut M. gallopavo sedangkan kalkun asal Amerika Tengah disebut M. ocellata.

Ketika kalkun pertama kali ditemukan di Amerika, orang Eropa salah mengenalinya sebagai burung asal Afrika Numida meleagris yang juga dikenal sebagai “ayam turki” karena diimpor dari Eropa Tengah melalui Turki. Dalam bahasa Inggris, kalkun tetap disebut sebagai “Turkey” hingga sekarang. Kalkun termasuk genus Meleagris yang dalam bahasa Yunani berarti “unggas asal Guinea”.

Kalkun juga diketahui mempunyai kemampuan unik dalam melakukan reproduksi aseksual. Walaupun tidak ada kalkun pejantan, kalkun betina bisa menghasilkan telur yang fertil.

Anak kalkun yang dihasilkan sering sakit-sakitan dan hampir selalu jantan. Perilaku ini bisa mengganggu proses inkubasi telur di peternakan kalkun. (*)

  • Bagikan