Mengenal Ayam Arab, Cocok untuk Usaha Sampingan

  • Bagikan
Ayam Arab

Mediatani – Mau beternak ayam dengan penghasilan maksimal? Coba dulu pilih jenis ayamnya. Sobat Mediatani perlu mengenal ayam Arab untuk menjadi peternak dengan penghasilan tinggi karena spesies yang satu ini termasuk jenis unggul.

Sebagian orang masih belum tahu apa itu ayam Arab. Tanpa memahami ciri-cirinya, mereka akan kesulitan menemukan jenis ayam tersebut. Tenang saja, pada ulasan kali ini terdapat berbagai hal menarik yang membuat para peternak ayam tergiur untuk membudidayakannya.

Mengenal Ayam Arab Berdasarkan Beberapa Hal

Ayam Arab adalah keturunan ayam Brakel Kriel Silver yang berasal dari Belgia. Jenis ayam ini sudah banyak terdapat di Indonesia. Beberapa orang sengaja memeliharanya sebagai ayam hias atau untuk menambah penghasilan. Berikut ini hal menarik tentang ayam Arab:

1. Ciri-Ciri Fisik

Sekilas ayam Arab terlihat seperti ayam buras, padahal ada banyak perbedaan jika Sobat Mediatani memperhatikan ciri-cirinya secara detail. Warna bulu putih berkilau mendominasi area leher yang kontras dengan hitam pekat pada ekornya. Sebagian besar tubuhnya berwarna bintik hitam putih.

Tinggi ayam tersebut dapat mencapai 35 cm dan beratnya berkisar antara 1,5 hingga 2 kg. Jengger di kepalanya memiliki bentuk yang kecil, bergerigi, dan berwarna merah muda. Bulu di badannya terlihat sangat tebal dan menjadi daya tarik tersendiri.

2. Produktivitas

Sebagai petelur yang unggul, ayam Arab sangat cocok untuk dijadikan hewan ternak demi menambah penghasilan. Umumnya, ayam ini mampu menghasilkan telur sekitar 190 sampai 250 butir tiap tahunnya. Maka dari itu, mengenal ayam Arab sangat penting.

Kemampuannya dalam menghasilkan banyak telur membuat prospek budidaya ayam Arab semakin bagus.  Siapapun yang memeliharanya dapat menjual telur-telur itu secara periodik. Mengembangbiakkan menjadi ayam dewasa pun boleh juga, karena nilai jual ayam dewasa juga tinggi.

Namun, tingkat produktivitas semua ayam Arab tidak selalu sama, sebab ada beberapa faktor yang turut mempengaruhinya. Faktor-faktor yang mempengaruhi produktivitas ayam ini yaitu kondisi lingkungan, pakan, umur dan metode pemeliharaan.

Metode pemeliharaan tergantung pada masing-masing peternak. Untuk memelihara secara intensif, bisa dengan menyediakan kandang baterai. Tetapi ada juga peternak yang lebih suka mengumbar ayam Arab di kebun atau halaman. Kombinasi kedua metode tersebut juga boleh.

3. Pakan

Pakan menjadi prioritas utama dalam membudidayakan ayam Arab. Baik dari segi kualitas maupun kuantitas, pakan turut mempengaruhinya dalam menghasilkan telur. Idealnya pakan untuk ayam Arab berupa jagung, dedak dan konsentrat.

Komposisi campuran pakan harus tepat, supaya ayam Arab bisa lebih optimal dalam bertelur. Kandungan karbohidrat dan protein dalam pakan harus sesuai. Campuran pakan antara dedak dan konsentrat dengan perbandingan 3:1 sudah cukup untuk menjaga produktivitas telurnya.

Kadar protein yang terlalu sedikit dalam pakan ayam Arab bisa menurunkan kemampuannya dalam bertelur. Secara umum, ayam yang satu ini mencapai puncak masa produktif saat umur 2 tahun. Semakin tua, maka semakin sulit menghasilkan telur.

4. Kelebihan

Kelebihan yang ayam Arab miliki menjadi poin yang menarik minat masyarakat untuk memeliharanya. Tidak seperti tipe ayam petelur lainnya, ayam Arab mempunyai daya tahan yang cukup tinggi terhadap penyakit. Harga telurnya relatif mahal yaitu mulai dari Rp. 3.000 sampai Rp. 5.000 per butir.

Selain itu, jumlah pakan yang mereka konsumsi tidak terlalu banyak sehingga lebih menghemat biaya pemeliharaan. Kemampuan ayam betina yakni bertelur sepanjang tahun karena tidak memiliki sifat mengeram layaknya ras lainnya.

**

Dengan penjelasan tentang ayam Arab baik dari ciri-cirinya, pakan, keunggulan dan produktivitas dapat membantu siapapun yang tertarik untuk membudidayakannya. Daya bertelurnya terpengaruh oleh berbagai faktor. Beternak ayam Arab termasuk prospek yang menjanjikan.

  • Bagikan