Memahami Abrasi – Penyebab, Dampak, dan Penanggulangannya

  • Bagikan

Mediatani – Peristiwa abrasi sudah tidak asing lagi terdengar terjadi di berbagai wilayah di Indonesia. Hal itu karena sebagian besar wilayah di Indonesia berbatasan dengan perairan laut. Tidak sedikit pula yang menjadi korban dari dampak abrasi pantai tersebut.

Perlu diketahui, abrasi merupakan proses pengikisan tanah secara alami di daerah pesisir pantai yang disebabkan oleh adanya arus laut dan ombak yang bersifat merusak. Abrasi pantai umumnya dikenal juga dengan sebutan erosi pantai.

Definisi Abrasi Menurut Para Ahli

1. Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI)

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), abrasi merupakan suatu proses pengikisann bebatuan yang terjadi oleh akibat angin, es atau juga air yang berbahan merusak.

2. Undang-Undang No. 24 Tahun 2007

Dalam UU No. 24 Tahun 2007, abrasi merupakan suatu proses pengikisan pesisir pantai yang diakibatkan oleh gelombang dan juga arus laut yang bersifat merusak di mana pemicunya berupa keseimbangan alam yang mulai terganggu.

3. Aditya Pebriansyah

Menurut Aditya Pebriansyah, abrasi merupakan suatu proses pengikisan tanah yang terjadi di daerah pesisir pantai yang diakibatkan oleh adanya hantaman gelombang air laut, sungai, glatser atau juga angin sekitar.

Baca Juga :   Produk Perikanan Senilai Rp1 Triliun Sukses Diekspor ke 40 Negara

Penyebab Abrasi Pantai

Secara garis besar, abrasi pantai disebabkan oleh dua faktor, di antaranya:

1. Faktor Alam

  • Terjadinya fenomena pasang surut air laut.
  • Adanya aktivitas gelombang ombak laut.
  • Terjadinya kenaikan permukaan air laut yang disebabkan adanya perubahan iklim.
  • Terdapatnya struktur geologi dan geomorfologi pesisir.
  • Terjadinya tunggang muka laut yang disebabkan oleh fenomena pasang surut.

2. Faktor Manusia

  • Adanya aktivitas penebangan liar mangrove.
  • Adanya aktivitas penambangan pasir laut yang terjadi dalam skala yang besar.
  • Terjadinya peningkatan kadar CO2 yang memberikan dampak kenaikan suhu bumi sehingga berisiko mencairkan es.

Dampak Abrasi Pantai

Abrasi pantai memberikan dampak yang besar secara langsung bagi kehidupan dan lingkungan di sekitarnya. Umumnya, dampak yang disebabkan bersifat merugikan, di antaranya:

  • Terjadinya penyusutan garis pantai yang berakibat pada kurangnya wilayah daratan utama, serta berisiko membahayakan masyarakat yang tinggal di daerah pesisir pinggir pantai.
  • Menyebabkan kerusakan hutan mangrove di sepanjang garis pesisir pantai, yang berdampak pada peningkatan risiko bencana dikemudian hari.
  • Sumber daya ikan dan plasma nutfah mengalami penurunan jumlah sebagai akibat dari kerusakan hutan mangrove.
Baca Juga :   Lapas Pematangsiantar Latih Warga Binaannya Manfaatkan Lahan Tidur untuk Bertani

Cara Penanggulangan Abrasi Pantai

  • Melakukan penanaman pohon mangrove yang memiliki fungsi sebagai penahan gelombang dan arus laut.
  • Pemeliharaan terumbu karang yang berperan sebagai pemecah gelombang laut.
  • Pelarangan kegiatan penambangan pasir yang bersifat merusak lingkungan.
  • Pelarangan kegiatan pengambilan bongkahan terumbu karang yang telah mati di daerah pesisir pantai yang berperan sebagai peredam gelombang air laut.
  • Pembangunan struktur yang berfungsi sebagai pelindung pantai untuk meredam energi gelombang (absorbver).

**

Melihat berbagai dampak yang timbul akibat abrasi ini, maka sudah seharusnya kita menjaga daerah pesisir dengan melakukan berbagai upaya penanggulangan di atas. Jangan sampai kita menyesal ketika telah kehilangan tempat tinggal karena tergantikan oleh laut yang disebabkan oleh fenomena abrasi pantai.

  • Bagikan