Mengenal Teknologi dan Proses Budidaya Jamur Kuping, Tidak Butuh Lahan Luas Loh

  • Bagikan
Budidaya jamur kuping

Mediatani – Jamur kuping memiliki cita rasa yang unik dengan teksturnya yang kenyal. Dengan kandungan nutrisi yang cukup lengkap, jamur kuping memiliki nilai ekonomis yang cukup tinggi. Itulah mengapa peluang usaha untuk budidaya jamur kuping masih terbuka lebar dengan potensi yang menguntungkan.

Untuk membudidayakan jamur kuping maka diperlukan media tanam yang tepat sehingga pertumbuhan jamur bisa maksimal. Bagi Sobat Mediatani yang ingin membudidayakan jamur kuping sebagai peluang bisnis di masa pandemi, berikut ini ulasan lengkapnya.

Teknologi Budidaya Jamur Kuping

Seperti budidaya jamur shitake maupun jamur tiram, dalam membudidayakan jamur kuping juga diperlukan media tanam yang tepat. Media tanamnya yaitu berupa serbuk gergaji kayu yang ditambahkan kapur, gips, dan bekatul kemudian disterilkan.

Setelahnya, baru ditumbuhkan bibit selama kurun waktu tertentu. Dalam hal ini proses pembudidayaan jamur kuping meliputi beberapa tahap seperti berikut:

1. Proses Perendaman atau Penyiraman

Serbuk gergaji yang digunakan untuk media tanam jamur kuping berasal dari tempat penggergajian kayu. Jenis kayu yang paling bagus adalah yang sudah tua dan sehat. Sebelum digunakan sebagai media tanam, serbuk kayu direndam terlebih dahulu.

Proses perendaman tersebut dilakukan untuk menghilangkan beberapa bahan yang  tidak diinginkan seperti getah pada kayu atau bahkan tumpahan solar saat penggergajian dilakukan.

2. Proses Pengayakan

Proses pengayakan dilakukan dengan tujuan agar ukuran serbuk gergaji sama. Pengayakan dilakukan dengan menggunakan ayakan yang ukuran lubangnya 0,5×0,5 cm. Proses ini sangat penting karena dapat memudahkan pencampuran serbuk secara merata dengan bahan lainnya.

Selain itu, proses pengayakan juga dilakukan untuk menghilangkan serat kayu yang masih besar. Tujuannya agar serpihan kayu yang besar tidak merusak plastik baglog yang digunakan.

3. Proses Pencampuran

Jika sudah melalui proses pengayakan, maka tahap budidaya jamur kuping selanjutnya adalah mencampurkan serbuk gergaji dan beberapa bahan lainnya dengan komposisi yang tepat:

 

Formula

 

 

Serbuk gergaji (kg)

 

Bekatul (kg) Kapur (kg) Gips (kg)
 

I

 

100

 

15

 

5

 

1

 

II

 

100

 

10

 

5

 

0,5

 

III

 

100

 

10

 

1

 

1

 

4. Proses Pewadahan

Dalam proses pewadahan atau pembuatan baglog, Sobat Mediatani bisa mengikuti beberapa tahapan seperti di bawah ini:

  • Pertama silahkan campur semua bahan secara merata kemudian masukkan ke dalam kantong plastik yang tidak mudah pecah dan tahan panas. Plastiknya yaitu jenis polipropilena atau plastik PP dengan ketebalan plastik 0,005 mm.
  • Selanjutnya kedua ujung plastik tersebut dilipat dan dimasukkan ke dalam sambil memadatkannya dengan alat yang dibutuhkan.
  • Dalam pengisian media tanam ini tidak perlu sampai penuh dengan menyisakan sedikit ruang untuk memasang cincin pada ujung plastik.
  • Setelah cincin dipasang, permukaan media tanam dilubangi sebagai tempat untuk menanam bibit jamur.
  • Tutup lubang menggunakan kapas kuat-kuat dan tutup dengan plastik untuk disterilkan.

5. Proses Sterilisasi

Media tanam yang sudah disiapkan tersebut selanjutnya ditempatkan pada drum besar yang sudah dimodifikasi dengan tambahan sarangan dan dasar berisi air. Proses sterilisasi dilakukan selama 6-8 jam dengan suhu 90 derajat celcius menggunakan uap panas di dalam drum.

6. Proses Pendinginan

Jika proses sterilisasi selesai dilakukan maka tahap budidaya jamur kuping selanjutnya adalah tahap pendinginan. Pada tahap ini media tanam didinginkan di ruangan yang memiliki sirkulasi udara yang cukup agar suhu panas pada media tanam berangsur-angsur hilang dan dingin.

7. Proses Inokulasi dan Inkubasi

Inokulasi merupakan proses penanaman bibit jamur kuping di dalam media tanam yang sebelumnya sudah disterilisasi. Pada proses ini harus dalam keadaan bebas hama atau aseptis agar hasil penanaman tidak terkontaminasi oleh mikroba lainnya.

Perlu diingat bahwa ruang yang digunakan untuk proses inokulasi harus bersih dan steril agar hasil penanaman bibit bagus dan maksimal. Sementara inkubasi merupakan proses untuk mengkondisikan penumbuhan bibit jamur kuping yang sebelumnya sudah ditanam.

Jika proses ini sudah dilakukan maka baglog atau media tanam ditempatkan di dalam ruangan untuk menumbuhkan miselium jamur kuping. Pada proses inkubasi ini, media tanam atau baglog ditempatkan di ruang penumbuhan dengan cara seperti berikut:

  • Baglog disusun dalam formasi satu deret.
  • Baglog disusun dengan cara ditumpuk dalam satu deret.
  • Baglog digantungkan secara bertumpuk.

8.   Proses Penumbuhan

Pada proses penumbuhan jamur kuping ini, biasanya terdiri dari beberapa tahapan seperti berikut:

  • Media tanam yang sudah penuh dengan miselia atau full spawn dimasukkan ke dalam ruang penumbuhan yang telah disiapkan sebelumnya.
  • Kondisi ruang penumbuhan harus diatur dengan suhu 20-30 derajat celcius, sementara kelembabannya sekitar 80-90% dengan sirkulasi udara yang mencukupi.
  • Media tanam yang sudah dipenuhi miselia jamur bisa dibuka dengan cara menyobek plastik menggunakan alat cutter yang steril.
  • Calon jamur kuping sudah mulai terlihat pada umur 3-7 hari yang bentuknya menyerupai jenggot dengan warna coklat kehitaman.
  • Pada usia 7-10 hari setelah calon jamur terlihat, jamur kuping tersebut sudah siap untuk dipanen dengan ukuran yang normal.

9. Masa Panen dan Penanganan Setelah Panen

Jamur kuping sudah siap panen jika ukurannya sudah maksimal dengan bentuk yang mengerut dan keriting serta menipis pada bagian tepi tudung. Pemanenan jamur kuping bisa dilakukan dengan cara mencabut seluruh bagian jamur tersebut.

Jamur yang sudah dipanen selanjutnya dipotong pada bagian akarnya sampai bersih dan sisa serbuk gergaji hilang. Kemudian, jamur kuping bisa dicuci dan dibilas hingga benar-benar bersih. Jika sudah bisa ditempatkan di anyaman bambu atau alas lainnya untuk menjemur jamur kuping.

Waktu penjemuran jamur kuping berlangsung antara 3-5 hari sampai jamur benar-benar kering dan siap untuk dipasarkan.

**

Budidaya jamur kuping saat ini masih terbuka lebar untuk dikembangkan sebagai peluang bisnis yang menguntungkan. Sebelum memulai usaha tersebut, pastikan Sobat Mediatani sudah mengetahui tahap dan proses yang harus dilakukan agar jamur yang dihasilkan bagus dan berkualitas.

Banner Iklan @a2tani.id
Baca Juga :   Bukan dengan Pupuk, Begini Cara Agar Anggrekmu Cepat Berbunga dan Lebih Subur
  • Bagikan
Banner Iklan Mediatani
Banner Iklan Mediatani