Mentan SYL: Sikomandan Berpotensi Dikembangkan di Kabupaten Morowali

Alifah Nurkhairina - Mediatani.co
  • Bagikan
Sumber foto: liputan6.com

Mediatani РKabupaten Morowali merupakan salah satu kabupaten yang berada di Provinsi Sulawesi Tengah. Kabupaten ini dinilai berpotensi untuk mengembangkan peternakan dalam mendukung Sapi dan Kerbau Komonitas Andalan Negeri (Sikomandan).

Terkait hal ini, Syahrul Yasin Limpo selaku Menteri Pertanian RI mengharapkan program ini mampu mendongkrak produksi dan populasi ternak secara nasional. Sehingga Indonesia mampu mengurangi impor daging dan bisa mewujudkan swasembada daging.

Dilansir dari liputan6.com, Mentan SYL pastikan pemerintah serta seluruh stakeholder untuk terus berupaya melakukan terobosan dalam meningkatkan populasi sapi perah dan juga produksi susu di Indonesia yang berbasis korporasi.

Tim Direktorat Jenderal  Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) dikirim oleh Kementerian Pertanian untuk bertanggungjawab di Kabupaten Morowali dalam kegiatan seribu desa sapi. Satuan kerja Balai Besar Inseminasi Buatan Singosari yang telah melakukan penentuan calon penerima calon lokasi (CPCL) kepada para kelompok ternak yang akan menerima bantuan sapi.

“Sampai saat ini, tim berasal dari beberapa perwakilan Direktorat Teknis, Sekretariat dan UPT lingkup Ditjen PKH dan akan turun ke lapangan kemudian memverifikasi CPCL terhadap calon kelompok ternak yang telah ditentukan,” tambah Mentan SYL.

Baca Juga :   Ketua DPR RI: Pertanian Urusan Hidup dan Matinya Sebuah Bangsa

Singosari Suharyanta selaku Ketua Tim dari BBIB menyampaikan bawah setidaknya ada lima kelompok ternak yang diverifikasi saat melakukan rapat koordinasi antara tim pusat dan tim daerah. Kelima kelompok tersebut adalah Kelompok Ternak Copppobola, Kelompok Ternak Bosu Bersatu, Kelompok Ternak Vitamea, Kelompok Ternak Maju utama dan Kelompok Ternak Topogaro Jaya Bersama.

“Kelima kelompok ternak tersebut beranggotakan antara dua puluh hingga enam puluh orang dengan luas lahan sepuluh sampai lima puluh hektare,” jelas Suharyanta.

Secara umum, menurutnya, CPCL ini cukup bagus dan SDMnya sangat positif terhadap bantuan ini. Tetapi, pasti masih ada beberapa akses jalan yang harus diperbaiki dalam mendukung mobilisasi ternak hingga ke kandang.

“Jika terjalin kerjasama antar semua pihak terkait, Saya yakin program ini dapat terlaksana dengan baik. Pakan merupakan salah satu keberhasilan dari industri peternakan,” tegasnya.

Sementara itu, Taslim selaku Bupati Morowali mengaku sangat senang setelah mendengar tentang hasil verifikasi CPCL dari pusat. Taslim menyampaikan bahwa respon masyarakat yang berada di Kabupaten Morowali sangatlah antusias dengan adanya kegiatan ini.

“Terkait pengembangan peternakan ini, kami sangat berharap bisa sama dengan yang dilakukan di pulau Jawa yang bisa memberikan nilai tambah,” ungkap Taslim.

Baca Juga :   Terkait Karhutla, Pemprov Riau: Ada 100 Perusahaan Teken Komitmen

“Saya merasa optimis ke depannya program ini akan memberikan nilai yang tinggi juga mampu mensejahterahkan peternak terutama dari segi ekonominya. Tentang pakan ternak, Insya Allah kami mampu usahakan melalui kerja sama instansi terkait dengan teknologinya,” tambahnya.

Menurutnya, peluang Kabupaten Morowali untuk mengembangkan industri peternakan yang berbasis korporasi dinilai sangat besar. Sebab daerah Morowali dikenal sebagai daerah industri.

Andi Irman selaku Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Morowali meyakinkan bahwa ke depannya pihaknya akan segera membenahi beberapa aspek. Contohnya seperti, membuat industri pakan di Kabupaten Morowali agar bisa mencukupi kebutuhan dan selalu tersedia sepanjang tahun.

Menurutnya, terlihat adanya potensi yang besar untuk mengembangkan ternak utamanya sapi di Kabupaten Morowali ini. Hal ini sebab didukung oleh lahan yang cukup luas, sumber air ada, pakan cukup tersedia. Bukan cuma itu, beberapa lahan juga tersedia dan bisa ditanami rumput yang berkualitas seperti odot, rumput gajah, indigofera dan jenis legum lainnya.

  • Bagikan