Modal Rp 300 Ribu, Aipda Iskandar Racik Pakan untuk 20 Ekor Kambing Perbulan

  • Bagikan
Aipda Iskandar di sela-sela pelatihan pembuatan pakan ternak fermentasi, di rumahnya, Minggu, (10/1/2021)/sumber Serambinews.com/

Mediatani – Sosok inspiratif memang tidak jauh dari masyarakat. Mereka ada dan dekat di sekitar kita. Seperti seorang Aipda Iskandar. Meski sehari-sehari mengabdikan diri pada institusi kepolisian, tidak lantas membuatnya berkreativitas hanya pada di ranah itu saja. Personel polisi yang saat ini berdinas di Satlantas Polres Aceh Barat Daya (Abdya) itu ternyata selama beberapa tahun telah menjadi seorang peternak kambing sebagai pekerjaan sampingannya.

Di masyarakat Gampong Meudang Ara, Kecamatan Blangpidie, dia dikenal dekat dengan masyarakat, seorang peternak kambing sukses dan spesialnya lagi dia dikenal dengan racikan pakan kambing yang berhasil dan hemat. Bahkan, dirinya mampu meracik pakan cukup dengan modal Rp 300.000, dan bisa memenuhi 20 ekor kambingnya per bulan.

“Saya membuat fermentasi pakan ini sejak tahun 2017. Sudah mulai atau setelah delapan tahun beternak kambing, alhamdulillah berhasil,” ujar Aipda Iskandar dikutip dari situs berita Serambinews.com, Minggu, (10/1/2021), sesaat  usai menggelar pelatihan pembuatan pakan ternak fermentasi, di rumahnya.

Iskandar menuturkan, alasan dirinya membuat racikan pakan sendiri itu karena bahan-bahan yang digunakan mudah diperoleh dan tentunya dirinya bisa berhemat lebih banyak.

Dia mencontohkan, bahan-bahannya itu seperti rumput, dedak atau bungkil kelapa sawit, gula merah atau gula pasir, garam dan SOC atau bakteri Starter (Mikroba). Begitu pun, ujar dia, pakan fermentasi juga sangat hema dibanding dengan memotong rumput sendiri.

Baca Juga :   Masa Pandemi Justru Bangkitkan Milenial untuk Berbisnis Peternakan

“Setelah bahan itu terpenuhi, maka tinggal kita aduk, lalu simpan di tempat penyimpanan, selama dua hari,” ujarnya.

Dia membeberkan, membuat pakan itu tidak butuh modal banyak. Bahkan dia menyebut, cukup dengan modal Rp 300 ribu dirinya sudah mampu memenuhi 20 ekor kambing per bulannya. Dari situ dia pun berpikir harus membagikan ilmunya itu kepada masyarakat dan peternak sekitar.

“Sebelum memakai fermentasi, saya harus menghabiskan hingga Rp 200.000 seminggu, atau Rp 1 juta lebih per bulan. Karena merasa sangat hemat, sehingga ilmu ini saya bagi kepada teman-teman, dan alhamdulillah banyak mau, bahkan ada yang sudah mencoba dan berhasil,” tuturnya.

Keunggulan lain dari pakan fermentasi menurut dia, dapat merangsang pertumbuhan ternak dengan cepat. Pula memiliki bobot yang lebih besar.

“Ahamdulillah, sangat cepat pertumbuhannya. Dulu (2017) kambing saya 10 ekor, sejak saya pakai fermentasi ini, saya sudah memiliki puluhan ekor kambing, sebagian sudah saya jual, dan sekarang tinggal 20 ekor,” ungkapnya.

Dengan pengalaman dan bekal yang mumpuni, Iskandar kini memiliki peternak kambing binaan yang diberi nama Mitra Farm. Ilmu-ilmunya pun disedekahkan kepada para peternak.

Baca Juga :   Belum Tahu Zakat Ternak? Begini Ketentuan Nisab dan Cara Perhitungannya

“Semoga dengan adanya pelatihan ini, selain kambing cepat besar, omzet bertambah, masyarakat pun tidak perlu melepaskan kambingnya lagi,” harap pria kelahiran 28 November 1977 tersebut.

Keberhasilannya dalam beternak kambing membawanya  memiliki berbagai jenis ternak kambing seperti Kambing boer, Kambing Peranakan Etawa (PE).

Saiful Idris, seorang peserta pelatihan mengaku sangat mengapresiasi pelatihan pembuatan pakan yang digelar oleh Aipda Iskandar itu.

Menurut dia, apa yang dilakukan Aipda Iskandar sangat membantu para peternak yang selama ini mengeluarkan biaya yang cukup besar untuk mencari pakan.

“Dulunya saya kandang juga, tapi rumputnya saya cari dan upah kepada orang lain, karena mahal, terakhir saya lepas, namun resikonya dicuri atau ditabrak orang. Tentu dengan adanya pelatihan ini, sangat membantu kami, khususnya saya sendiri,” ujar Saiful.

Awalnya, lanjt Saiful, dirinya bahkan tidak percaya dengan racikan Iskandar, namun dengan mengikuti pelatihan itu dirinya jadi percaya dan akan mengikuti jejak Aipda Iskandar dalam meracik ermentai pakan.

“Saya pikir mana mungkin mau terjun seperti ini. Tapi saya harap kedepan bisa muncul polisi-polisi yang baik seperti beliau ini,” harapnya. (*)

Banner Iklan @a2tani.id
  • Bagikan
Banner Iklan Mediatani
Banner Iklan Mediatani