Home / Inovasi / Peternakan

Jumat, 22 Januari 2021 - 19:05 WIB

Musim Bencana Alam, Ini Tips Menjaga Keamanan Hewan Peliharaan Sebelum, Saat dan Setelah Bencana

ilustrasi mengontrol suhu tubuh kucing peliharaan

ilustrasi mengontrol suhu tubuh kucing peliharaan

Mediatani – Tidak bisa dipungkiri bahwa saat ini terjadi bencana alam di mana-mana. Dari bencana alam dengan skala kecil hingga dengan skala besar.

Maraknya bencana alam yang terjadi saat ini seperti banjir, tanah longsor, badai disertai angin kencang, gunung meletus, hingga gempa bumi. Masih lekat di kepala kita bahwa banyak manusia yang menjadi korban dari bencana alam ini. Upaya pencegahan dan edukasi pun berjamuran di gawai kita, hingga sosialisasi riil perihal edukasi bencana alam bagi manusia sepertinya sudah khatam.

Di lain sisi, selain mengedukasi penyelematan terhadap manusia dan diri sendiri, juga ada baiknya kita pun mempelajari menyelamatakan makluk hidup di sekitar kita. Apalagi makluk hidup itu merupakan hewan peliharaan atau hewan kesayangan kita.

Maka pikirkanlah ke depan dan ikuti langkah-langkah keamanan untuk hewan peliharaan yang kamu miliki. Pasti kamu akan merasa lebih baik saat mengetahui bahwasanya memang sebaiknya saya telah merencanakan apa yang harus dilakukan sebelum, saat, dan setelah bencana alam atau pun keadaan darurat yang tidak terduga. Sebelum memulai, biasakanlah kamu pun tahu dengan jenis bencana yang dapat mempengaruhi daerahmu lalu pertimbangkan pilihan untuk merawat hewan peliharaanmu. So, bersiaplah!

Ya, tentu kita harus mengetahui dan mempelajarinya. Berikut beberapa tips menyelamatkan hewan peliharaan yang berhasil kami rangkum dari berbagai sumber.

Beberapa hal sebelum bencana melanda

  1. Pertama, pastikan bahwa vaksinasi hewan peliharaanmu terkini dan dokumenmu pun mudah diakses karena di lokasi penampungan hewan peliharaan kemungkinan memerlukan bukti vaksinasi.
  2. Pastikan anda menjaga kalung dengan identifikasi yang tepat dan tag anti rabies pada hewan peliharaanmu.
  3. Usahakan agar sterilkan hewan peliharaanmu untuk tidak hamil, atau menghamili hewan lain jika hilang dalam keadaan darurat.
  4. Telitilah dan coba buat daftar tempat perlindungan potensial untuk hewan peliharaanmu. Bisa juga termasuk tempat penampungan, klinik hewan, teman dan kerabat.

Kit persediaan hewan peliharaan darurat.

Anda sebagai pemilik hewan baiknya selalu menyediakan perlengkapan persediaan hewan peliharaan darurat. Gunakanlah wadah atau tempat yang tahan air yang mudah dipindahkan.

Baca Juga :   Inovasi Pertanian Jawab Dilema Milenial

Kit itu juga harus mencakup;

  1. Kandang hewan yang kokoh dan nyaman, dengan ruang yang cukup besar untuk menampung setiap hewan peliharaan selama beberapa hari. Pastikan agar hewan peliharaanmu bisa berdiri dan berbalik di dalam kandang.
  2. Persiapkan persediaan makanan atau pakan dan air selama 3-5 hari, juga mangkuk dan pembuka kaleng manual ketika hewan peliharaanmu makan makanan kaleng.
  3. Selimut dan handuk untuk menjaga hewan peliharaanmu agar nyaman dan hangat.
  4. Sertifikat bebas rabies dengan memiliki nomor lisensi terbaru.
  5. Nomor microchip
  6. Mainan dan camilan-cemilan
  7. Adakan wadah yang tahan air dengan kotak P3K, disertai obat-obatan, catatan medis, dan petunjuk perawatan khusus.
  8. Kotak kotoran atau limbah
  9. Perlengkapan pembersih: bisa menggunakan koran, kantong plastik, disinfektan, handuk, kertas, dan lainnya.
  10. Tali atau tali kekang

Jangan lupa juga persiapkan foto terbaru disertai deskripsi hewan peliharaanmu. Jika misalnya kamu terpisah (pastikan kamu memiliki setidaknya satu foto dengan hewan peliharaanmu untuk membantu bahwa kamu adalah pemiliknya).

  1. Daftar nomor kontak darurat saat ini termasuk dokter hewan, penampungan hewan, keluarga, kerabat atau teman anda.
  2. Pastikan untuk mengidentifikasi dengan cara menandai semua barang-barang dengan benar menggunakan spidol permanen.

Selama keadaan darurat atau bencana

  1. Bawa hewan peliharaanmu masuk ke dalam rumah saat bencana datang dan tenangkan mereka ketika bertindak di luar kendali.
  2. Jangan pernah melakukan ini, yakni meninggalkan hewanmu dirantai atau dikalungi di luar.
  3. Hewan peliharaan bisa saja menjadi ketakutan karena mendengar suara-suara asing. Bila dimungkinkan, jagalah hewan peliharaanmu dalam jarak pandang yang akan menenangkannya.
  4. Jangan pernah menenangkan hewan peliharaanmu yang terkejut (kecuali di luar batas) karena hal ini bisa menghambat naluri kelangsungan hidup alami mereka yang dibutuhkan untuk menghindari potensi bahaya.
  5. Anda perlu menyiapkan kit perlengkapan darurat hewan peliharaanmu.

Setelah bencana

  1. Bantulah untuk mengarahkan kembali hewan peliharaanmu ke rumahnya atau kandannya dengan mengajaknya jalan-jalan. Mereka kemungkinan akan bingung atau hilang jika area dan kondisi landmark dan aroma yang sudah dikenal sebelumnya berubah.
  2. Berhati-hatilah dengan kabel listrik yang jatuh, puing-puing, dan reptil yang dibawa dengan air tinggi yang dapat menimbulkan tentu sangat berbahaya.
  3. Perhatikan dan jangan biarkan hewan peliharaanmu minum air atau makan makanan yang mungkin telah terkontaminasi.
  4. Hewanmu bisa jadi akan menjadi lebih agresif atau defensif setelah bencana. Maka pantaulah perilaku dan gerak-geriknya bila perlu hubungi dokter hewan jika kelakuan aneh yang tidak mereda.
Baca Juga :   Kementan Jamin Ketersediaan Produk Asal Ternak untuk Wujudkan Pencapaian Ketahanan Pangan

Keamanan hewan peliharaan setelah bencana

Pada hari-hari dan minggu-minggu usai bencana, orang-orang terlantar dan hewan peliharaan akan menghadapi banyak bahaya. Area yang mengalami banjir ekstrem misalnya bisa menciptakan situasi yang berbahaya dan mampu mengancam nyawa hewan peliharaan yang terlantar.

Ketika seluruh hal telah hilang dari daerah yang terlanda banjir misalkan seperti rumah, bangunan terkenal, dan aroma akrab yang digunakan hewan untuk menemukan jalan pulang atau mengenali area aman telah lenyap begitu saja, hal ini bisa menyebabkan disorientasi, panik, dan stres, serta menyebabkan anjing dan kucing mencari perlindungan dalam situasi berbahaya.

Air banjir yang mengalami kontaminasi limbah dan bakteri akan menyebabkan parasit usus dan gastroenteritis. Sebagian besar bentuk bakteri yang terbawa air itu bisa ditularkan ke hewan dan manusia sehinigga mengakibatkan infeksi yang meluas.

Hewan yang mencoba berenang di air banjir itu bisa dengan cepat kelelahan dan tenggelam.

Adapun bahaya terapung seperti bahan bangunan, dahan pohon dan rambu jalan dapat menyebabkan cedera parah pada hewan dan bisa mengakibatkan infeksi.

Saluran listrik yang putusdan rusak, lalu meluasnya bahaya air mislanya dapat memperbesar wilayah aligator dan ular yang menimbulkan ancaman mematikan bagi anjing dan kucing.

Selain persediaan air minum, sumber makanan pun mengalami kontaminasi. Dalam kondisi itu Anjing dan kucing yang terlantar dengan kondisi ketakutan, tersesat, haus dan sangat lapar akan tidak mengerti bahwa mereka tidak boleh minum air yang tergenang atau makan makanan yang mungkin mereka temukan. (*)

Share :

Baca Juga:

Inovasi

Tanaman Pengusir Tikus

Berita

Analis Pasar Modal: Sektor Perunggasan Prospektif karena Permintaan Masih Tinggi

Inovasi

Tingkatkan Produksi Kopi, Dosen IPB Ajarkan Petani Penyerbukan dengan Lebah Tanpa Sengat

Berita

Hujan Abu di Desa Balerante Kotori Pakan Hijauan Ternak

Inovasi

Pilih Jenis Tanaman Ini Untuk Berkebun Hiroponik
Buah Tin

Inovasi

Khasiat Buah Tin Untuk Kesehatan Yang Sudah Teruji

Berita

Sukses Beternak Tikus Putih, Diburu Pecinta Reptil hingga Jadi Objek Penelitian
penandatanganan MOU antara The Funding Partner International yang diwakilkan oleh Jim Edwards selaku CEO, dengan The Funding Partner Indonesia yang diwakilkan oleh Joni Eko Saputro selaku CEO

Berita

Inovasi Sistem Blockchain Diklaim Sejahterakan Petani Durian