Omzet Mencapai Rp 35,7 miliar, DayaTani Pasang 100 Perangkat IoT

  • Bagikan
DayaTani, startup agritech yang fokus pada pertanian, meraup pendanaan Rp 35,7 miliar atau 2,3 juta dollar AS dalam putaran awal (seed round financing). (DayaTani)

MediaTani – Sebagai langkah penting menuju transformasi teknologi pertanian di Indonesia, DayaTani, sebuah startup agritech yang berfokus pada pertanian, telah mengumpulkan dana sebesar Rp 35,7 miliar atau USD 2,3 juta dalam putaran awal (seed round financing).

Putaran ini diikuti oleh investor ventura terkemuka, KBI Investment dan MDI Ventures, yang didukung oleh Ascent Venture Group, yang memimpin putaran tersebut, bersama dengan Northstar Ventures, BRI Ventures, dan Gentree Fund.

Secara keseluruhan, putaran awal  ini menandakan kembalinya  optimisme terhadap industri agtech dan membangun kepercayaan investor terhadap kemampuan DayaTani untuk mentransformasi pertanian Indonesia melalui teknologi sekaligus menciptakan dampak sosial yang signifikan.

“DayaTani didirikan dengan visi untuk meningkatkan profitabilitas petani Indonesia melalui teknologi dan menciptakan dampak sosial yang berarti,” kata Deryl Lu, salah satu pendiri DayaTani.

“Investasi ini menunjukkan kepercayaan terhadap model bisnis dan teknologi kami. Kami berkomitmen untuk meningkatkan kualitas petani Indonesia melalui teknologi inovatif dan kemitraan” kata Deryl dalam keterangannya, Kamis (18/1/2024).

Sektor pertanian Indonesia, yang menyumbang sekitar 13% PDB dan mempekerjakan hampir 29% angkatan kerja, sedang menghadapi perubahan signifikan1, terutama dengan munculnya teknologi digital.

Ketahanan pangan tetap menjadi tujuan penting bagi Indonesia dan meskipun kemajuan telah dicapai dalam produksi pangan pokok sejak Undang-Undang Pangan tahun 2012, tantangan masih tetap ada, terutama dalam hal keterjangkauan, pembayaran, dan kualitas gizi pangan.

Krisis Covid-19 tidak hanya menyoroti kerentanan sistem pertanian pangan, namun juga menawarkan peluang transformasi.

Sektor pertanian Indonesia pada umumnya bersifat tradisional namun kini bertransformasi melalui teknologi digital.

Saat ini DayaTani mengoperasikan beberapa lokasi penelitian dan pengembangan pertanian di pulau Jawa untuk sejumlah tanaman hortikultura serta tanaman pangan seperti padi, jagung, paprika, tomat, kentang, kubis dan bawang merah untuk memahami faktor-faktor yang mempengaruhi hasil  suatu wilayah.

Penelitian dan Pengembangan Pertanian membantu mengembangkan SOP praktik terbaik yang disesuaikan dengan wilayah, yang kemudian dibagikan kepada  petani sebagai bagian dari model bisnis bagi hasil yang didukung oleh keahlian pendukung agronomi, pendanaan input berkualitas tinggi, dan alat digital untuk mengukur dan mengendalikan tindakan di lahan.

Terkait transformasi digital, pertanian Indonesia masih merupakan salah satu sektor yang paling belum terdigitalisasi, dan masih terdapat banyak ruang untuk meningkatkan produktivitas dan peluang pengembangan.

Ankit Gupta, salah satu pendiri DayaTani, menambahkan: DayaTani sedang membangun agen agronomi semi-bionik dengan akses terhadap semua alat dan teknologi yang relevan untuk memecahkan masalah pertanian bagi petani.

Chatbot LLM agri versi pertama DayaTani telah diaplikasikan agen lapangan dan whatsapp untuk petani.

“Ahli agronomi dan petani kini dapat mengajukan pertanyaan spesifik tentang pertanian robotik dalam bahasa daerah mereka, melalui teks atau ucapan. Ini juga mendukung fitur multi-modal seperti unggahan gambar untuk mendiagnosis masalah tanaman dengan akurasi tinggi dan menghasilkan rekomendasi yang dipersonalisasi,” jelasnya.

DayaTani berencana memasang lebih dari 100 perangkat Internet of Things (IoT) di Jawa dalam waktu satu tahun, menciptakan jaringan stasiun cuaca.

Jaringan ini akan memberikan informasi cuaca yang akurat dan spesifik lokasi serta peringatan cuaca yang lebih relevan kepada para petani.

Perusahaan sedang berupaya membangun perangkat keras dan perangkat lunak yang diperlukan untuk jaringan ini, termasuk pengembangan aplikasi Agronomi.

Mereka juga fokus pada pembuatan model ilmu data yang dapat memberikan rekomendasi praktis kepada petani, seperti rekomendasi pupuk yang lebih akurat berdasarkan kondisi aktual, bukan berdasarkan pengalaman.

Pendekatan ini, dengan menggunakan data dunia aktual, bertujuan untuk terus meningkatkan teknologi ini dan pada akhirnya meningkatkan produktivitas petani kecil di Asia Tenggara.

DayaTani telah bermitra dengan pelaku industri utama untuk mendukung petani Indonesia. Dengan bantuan Microsoft Singapura, mereka mengembangkan chatbot LLM yang disesuaikan dengan kebutuhan pertanian.

Perusahaan juga bermitra dengan perusahaan teknologi pertanian terkemuka dalam menjual input, sehingga menyediakan sumber daya berkualitas tinggi dengan harga bersaing bagi petani DayaTani.

Selain itu, perusahaan agribisnis terkemuka membeli produk hortikultura dari jaringan petani DayaTani, sehingga memastikan pasar yang dapat diandalkan untuk produk mereka.

 

 

 

 

 

 

 

  • Bagikan