Home / Nasional

Kamis, 6 Agustus 2020 - 13:41 WIB

Pasokan Terbatas, Harga Lada Bangka Belitung Terus Merangsek Naik

Perkebunan Lada

Perkebunan Lada

Mediatani – Berdasarkan data dari bursa IPC (International Papper Community), harga Komoditas lada mengalami kenaikan dari Rp55.154 per kg pada Juni menjadi Rp57.109 pada Juli, dan sekarang menjadi Rp60.064 per kg pada awal Agustus.

Petani lada asal Belinyu, Bangka, Tarmizi menilai, kenaikan harga tersebut karena mulai terbatasnya pasokan di tingkat petani. Menurutnya, harga lada yang beberapa waktu yang lalu disebabkan karena banyak petani yang beralih ke tanaman lain sehingga pasokan lada menjadi sedikit.

Meskipun menjadi kabar baik bagi kalangan petani, namun mereka berharap agar harga tersebut terus mengalami kenaikan hingga Rp70.000 per kilogramnya.

Lonjakan harga lada tersebut setidaknya mampu memperbesarkan keuntungan margin yang di dapat. Pasalnya, selama ini beberapa petani cukup kesulitan untuk membiayai operasional karena tanaman lada termasuk tanaman berusia tua.

“Pupuk dan junjung itu makan biaya dan pemeliharaan sampai tiga tahun,” ujar petani lain yang bernama Hendra.

Baca Juga :   Mentan SYL Maksimalkan Peran Kostraling untuk Amankan Stok & Harga Beras Jelang Panen Raya

Kerjasama dengan berbagai pihak

Sekretaris Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Babel Deki Susato mengemukakan bahwa kenaikan harga lada tersebut tak lepas dari upaya bersama masyarakat Babel dan pihak terkait mulai dari menjaga kualitas, membuat hilirisasi, mengatur tata niaga, hingga membuat terobosan pasar dengan membuat pasar fisik lada.

Dia menuturkan, kenaikan harga lada juga ditopang berbagai elemen seperti timsus jaya lada, TP4L, BP3L, koperasi petani lada, dan dewan rempah.

Pemprov berharap agar harga tetap stabil di atas Harga Pokok Penjualan (HPP). Oleh karena itu, pemerintah, pengusaha, serta petani lada, dan lembaga pendidikan terus didorong agar tata niaga lada lebih baik.

“Kami terus berusaha agar Indeks Geografis (IG) terjaga dengan baik. Saat ini penggunaan IG diharuskan bagi lada yang akan keluar Babel, baik dalam dan luar negeri. Tim TP4L akan terus berupaya merangkul pihak-pihak yang menggunakan merek lada dari Babel,” ungkapnya.

Baca Juga :   Diincar Masyarakat Korsel, Kementan Ekspor Kaktus Hias

Untuk menjaga kualitas dan keasliannya, lada Babel yang telah terkenal dengan brand atau merek Muntok White Paper (MWP) akan dipatenkan secara internasional. Upaya tersebut nantinya akan meningkatkan harga jual di tingkat petani lada Bangka Belitung.

Saat ini telah dilakukan kerja sama bersama komunitas international, dan melakukan penjualan langsung ke negara pengguna lada serta adanya komite penentu harga lada yang akan menentukan harga jual dan kualitas sebelum dipasarkan.

Selain itu, untuk mendukung ekspor komoditi pemprov bekerja sama dengan bea cukai, KSOP, Bank Indonesia, karantina dan perusahaan shipping line dalam maupun luar negeri.

“Agar ekspor komoditas Babel dapat tercatat baik keterangan asal maupun PEB (Pemberitahuan Ekspor Barang). Mari kita percepat pemulihan ekonomi Indonesia melalui pemulihan ekonomi Babel,” ucap Deki.

Share :

Baca Juga:

Nasional

Taklukkan Tanah Bintan, Petani Milenial Ini Raup Rp 100 Juta dari Panen Tomat

Agribisnis

Buah Naga Petani Milenial Tembus Pasar Malaysia

Nasional

Megaproyek Pelabuhan Patimban Ancam Kesejahteraan Petani, PSPS3 IPB Sarankan Ini

Berita

Petani Garam Adalah Pahlawan Pangan Nasional

Berita

Dengan Dana KUR Pertanian, Petani Sudah Boleh Membangun Proses Hilirisasi

Berita

Setengah Hati Pemerintah Wujudkan Kesejahteraan Petani

Nasional

Mentan Sidak Gudang Pupuk Kaltim di Sulawesi Utara

Nasional

Kumpulkan Distributor Pupuk, Mentan: Jangan Main-main dengan Distribusi Pupuk