Pengertian dan Faktor Terjadinya Degradasi Tanah

408
views
degradasi tanah
Contoh degradasi tanah

Degradasi tanah adalah peristiwa alam yang sifatnya negatif dan dapat merusak struktur tanah itu sendiri. Karena akibat dari degradasi ini adalah menurunnya kualitas serta kuantitas dari suatu lahan yang meliputi aspek fisika, aspek kimia, dan aspek biologi yang terdapat pada suatu tanah. Jenis degradasi pada tanah yang paling dominan di Indonesia adalah erosi.

Proses degradasi ini sudah berlangsung lama sehingga mengakibatkan kerusakan pada banyak lahan pertanian. Jenis-jenis degradasi lainnya yang juga sering terjadi adalah kebakaran hutan, pencemaran kimiawi, aktivitas pada penambangan dan industri, dan dalam arti luas termasuk juga konservasi di lahan pertanian ke non pertanian.

Pengertian Degradasi Tanah Secara Umum

Minuman Sehat Untuk Diet

Pengertian degradasi tanah menurut FAQ yaitu hasil dari satu atau lebih proses terjadinya penurunan pada kemampuan tanah baik secara aktual maupun secara potensial untuk memproduksi barang dan jasa.

Faktor-Faktor Terjadinya Degradasi Tanah

Pada umumnya degradasi pada tanah ini disebabkan oleh 2 faktor yaitu faktor alami yang berasal dari alam dan faktor yang disebabkan oleh campur tangan manusia. Degradasi yang disebabkan oleh alam atau campur tangan manusia ini kini semakin sering dan semakin meningkat. Lahan pertanian yang subur kini banyak beralih fungsi menjadi lahan non pertanian.

Sehingga kegiatan budidaya pertanian bergeser ke lahan kritis yang membutuhkan infut yang tinggi dan juga mahal dalam menghasilkan produk pangan yang berkualitas. Penyebab dari faktor alami terjadinya degradasi ini adalah areal yang memiliki lereng yang curam, tanah muda yang sudah rusak, adanya curah hujan intensif, dan lain-lain.

Sedangkan untuk faktor yang disebabkan oleh campur tangan manusia baik yang dilakukan secara langsung maupun secara tidak langsung yaitu adanya perubahan pada populasi, marjinalisasi penduduk, jumlah kemiskinan penduduk, masalah kepemilikan lahan, adanya ketidakstabilan politik, serta kesalahan pada pengolahan tanah itu sendiri.

Sedangkan untuk faktor penyebab terjadinya tanah yang terdegradasi dan rendahnya produktivitas yaitu deforestasi, mekanisme dalam usaha tadi, kebakaran, penggunaan bahan-bahan kimia untuk pertanian, dan penanaman secara monokultur. Pada umumnya faktor penyebab degradasi yang disebabkan oleh alam atau campur tangan manusia ini akan menimbulkan kerusakan dan penurunan produktivitas pada pertanian.

Karakteristik Tanah Yang Terdegradasi

Karakteristik tanah yang sudah terdegradasi ini biasanya diukur dengan cara membandingkan dengan tanah yang tidak terdegradasi yaitu tanah pada hutan. Perbandingan tanah pada hutan yang sudah terdegradasi itu karena memiliki siklus yang tertutup artinya setiap unsur hara yang ada di dalam tanah berputar dan siklus hilang atau keluarnya sangat sedikit.

Proses Terjadinya Degradasi Tanah

Ada 5 proses yang membuat terjadinya degradasi tanah, yaitu :

  1. Menurunnya bahan kandungan yang ada pada bahan organik tanah.
  2. Perpindahan liat.
  3. Memburuknya struktur dan proses pemadatan tanah.
  4. Erosi tanah.
  5. Deplesi serta pencucian unsur hara.

Khusus pada tanah tropika basa ada beberapa proses penting yang menyebabkan tanah terdegradasi, diantaranya yaitu :

  1. Degradasi fisik yang terlihat dari memburuknya memburuknya struktur tanah sehingga memicu timbulnya pergerakan, pemadatan, aliran banjir yang berlebihan serta erosi tanah yang dipercepat.
  2. Terjadinya degradasi kimia yang berhubungan dengan terganggunya siklus dan unsur-unsur lainnya.
  3. Degradasi biologi yang berhubungan dengan menurunnya kualitas serta kuantitas pada bahan organik tanah, adanya aktivitas biotik serta keragaman spesies fauna pada tanah yang juga ikut menurun.

Proses utama lainnya yang terjadi akibat dari timbulnya degradasi tanah, yaitu sebagai berikut :

  1. Semakin banyak jumlah lubang yang meluas bekas galian mineral tambang atau bekas galian mineral tanah untuk pembuatan bata dan genting yang dibiarkan tanpa direklamasi.
  2. Semakin luasnya area semak belukar dan tanah gundul bekas penebangan hutan secara ilegal serta peladangan bakar yang sudah tidak dihijaukan kembali.
  3. Semakin menurunnya kualitas dan tingkat kesuburan tanah atau lahan yang dijadikan budidaya pertanian, karena siklus pemanfaatan lahannya terlalu intensif tetapi tanpa penyuburan kembali.
  4. Semakin banyaknya tanah longsor di wilayah gunung atau perbukitan serta tanah terbuka bekas galian tambang permukaan.
  5. Semakin banyaknya area lahan yang kritis karena dibiarkan begitu saja dan terbakar setiap tahunnya.