Petani Bunga Rasakan Dampak Positif Program BUMN, Begini Curhatannya ke Erick Thohir

  • Bagikan
Menteri BUMN Erick Thohir saat berkunjung ke Pasar Wisata Bunga Sekar Mulyo

Mediatani – Kelompok Tani Pasar Wisata Bunga Sekar Mulyo, Batu, Malang, merasakan dampak positif dari program BUMN melalui platform pamasaran digital yang dikembangkan oleh PT BRI (Persero) Tbk yakni Pasar.ID.

Berkat platform tersebut, petani bunga kini bisa memperluas pasarnya. Pelaku industri bunga menjadi lebih diakomodir dengan pembuatan katalog khusus.

Menteri BUMN, Erick Thohir yang melakukan kunjungan dan berbincang dengan kelompok tani tersebut terharu mendengar curhatan salah satu petani bunga yang ada di lokasi wisata bunga itu.

“Saya dulunya kerja buat tato jalanan, tapi ternyata lebih enakan menanam, karena hasilnya. Kalau bikin tato kan paling sebulan, seminggu sekali. Kalau bunga ditekunin alhamdulilah setiap hari ada,” ujar Petani Bunga, Rupai, dilansir dari Okezone, Minggu (16/1/2022).

Selain bisa membuat pemasukan petani bertambah, Erick mengaku bangga karena menanam bunga juga bisa membawa kebermanfaatan untuk berbagai hal.

“Dan kalau bunga juga ada berkahnya. Karena kalau bunga tentu kita berkontribusi pada alam dengan merawat tumbuhan,” sebut Erick.

Erick Thohir Diminta Beri Nama Bunga Hasil Persilangan

Saat berbincang dengan petani bunga, Menteri Erick sedikit menyinggung percakapan serial drama Layangan Putus yang jadi viral. Padahal, Erick dan petani saat itu membahas satu pot bunga khas yang diberikan kepada Menteri Erick.

Baca Juga :   Kerjasama Bulog-Tanihub Bantu Serap Produk Petani

Di akun Instagram-nya, Erick mengunggah sebuah video singkat saat dirinya disuguhkan bunga mawar yang disebut-sebut hanya dihasilkan disana atau asli dari Sidomulyo.

“ingat Istri, ingat mama,” kata petani bunga kepada Erick.

“Nanti kaya sinetron yang lagi tren, ‘Ini mimpi saya bukan mimpi dia’, layangan putus,” kata Erick kepada seorang ibu-ibu di dekatnya sambil memegang satu pot bunga, dikutip Minggu (16/1/2022)

“Its my dream bapak, not her,” ujar salah satu ibu-ibu.

“Her-nya Sopo?,” balas Erick bercanda.

Menteri Erick kemudian diminta untuk memberikan sebuah nama kepada bunga hasil persilangan yang juga hanya ada di tempat itu. Ada dua bunga yang diberi nama khas identik dengan Menteri Erick.

“Nah ini pak mohon maaf inikan belum ada namanya silangan dari pak nur, bapak (Erick) kami mohon untuk memberikan namanya,” kata salah satu petani.

Baca Juga :   Kementan dan Pemkab Sukabumi Kajian Budidaya Tanaman-Ternak Cegah Stunting

Selain itu, Menteri Erick juga meminta memberi nama bunga lainnya dengan nama anak perempuannya. Salh satu bunga kemudian diberi nama ‘Magisha’ di selembar kertas dan disematkan di bunga berwarna ungu yang cerah.

“Ini lain lagi, yang ini kita namain aja ‘Magisha’, rela gak? Ah yang bener?,” pintanya kepada petani bunga yang ada di sana.

“Rela pak,” jawab petani.

Erick menjelaskan ia terinspirasi memberi nama Magisha pada bunga itu karena kecantikannya mengingatkan Erick dengan anak perempuannya yang memiliki nama yang sama.

“Cantiknya bunga-bunga di sana mengingatkan anak saya, Magisha. Namanya saya pilih menjadi nama (bunga) itu,” terangnya.

Erick pun menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Kelompok Tani Sekar Mulyo karena telah mau berusaha untuk mengembangkan industri tanaman hias di Indonesia. Mengingat, data dari BUMN menunjukkan bahwa Jawa Timur merupakan penghasil tanaman hias Indonesia hingga 45 persen.

Erick pun berharap agar petani bunga yang ada di daerah tersbut bisa terus berjuang dan bekerja keras. Sehingga nama Indonesia juga akan harum di kancah dunia.

  • Bagikan