Mediatani – Sebanyak 170 orang massa aksi Petani Deli Serdang yang kembali berunjuk rasa terkait konflik agraria. Mereka berunjuk rasa dengan melakukan long march (perjalanan panjang) dari Kantor Biro Yayasan Tenaga Kerja Indonesia (YTKI) Mampang, Jakarta Selatan menuju Tugu Tani, Jakarta Pusat, Senin, (24/8/2020).

Massa tersebut mulai berjalan kaki pukul 07.00 WIB dengan membawa atribut aksi. Agar tidak mengganggu kelancaran arus lalu lintas warga, aksi tersebut dikawal aparat keamanan Polsek Mampang Prapatan menuju kawasan Menteng, selanjutnya dari Menteng dikawal oleh Polsek Menteng, Jakarta Pusat.

“Pagi tadi jam 07.00 WIB mereka sudah bergerak melakukan long march ke Tugu Tani,” kata Kapolsek Mampang Prapatan Kompol Sujarwo seperti dikutip Antara.

Sejak Senin (24/8) lalu, selama tiga hari berturut-turut Petani Deli Serdang melakukan unjuk rasa. Massa aksi melakukan long march menuju Istana hingga aspirasi mereka sampai ke Presiden RI.

Kedatangan mereka ke Jakarta untuk menyampaikan aspirasi terkait konflik agraria yang terjadi di Dusun Bekala, Desa Simalingkar A dan Desa Sei Mencirim, Kabupaten Deli Serdang, antara petani dengan PTPN II.

Perwakilan massa petani Deli Serdang diterima oleh Sekretaris Negara Pada Rabu (26/8), namun para perwakilan dipulangkan karena ada yang positif COVID-19 usai dilakukan tes usap.

Baca Juga  Tiba di DPR, Petani Simalingkar Menangis Menceritakan Kasus Penyerobotan Lahan

Sebelum uji usap, Polres Metro Jakarta Selatan memfasilitasi rapid test kepada 170 massa petani Deli Serdang usai terkonfirmasi satu orang positif pada Kamis (27/8).

Dari hasil rapid test didapati dua orang petani reaktif, sehingga dilakukan uji usap bagi keduanya. Sementara itu, petugas mengimbau agar massa aksi memisahkan aktivitasnya dengan dua orang yang reaktif tersebut.

Sejak tanggal 7 Agustus 2020, massa aksi tersebut telah berada di Kantor Biro YTKI milik Kemenakertrans. Mereka masih akan bertahan di Jakarta sampai tuntutan mereka mendapat bukti secara hukum.

“Selama kami tidak membawa kepastian hukum secara tertulis, kami tidak akan balik,” kata Korlap Aksi Petani Deli Serdang, Sulaeman Wardana.

Terkait tuntutan petani, Sulaeman mengatakan massa aksi telah berdiskusi secara telekonferensi dengan Presiden RI dan sejumlah menteri terkait pada Kamis (27/8) yang menyatakan pemerintah akan membantu menyelesaikan persoalan petani.

Pada Jumat (28/8) diskusi berlanjut dengan Kepala Staf Kepresidenan yang juga dilakukan secara telekonferensi. Adapun tuntutan yang disampaikan para petani, yakni bubarkan PTPN 2, penindas petani dan sarang korupsi.

Selanjutnya, hentikan gusuran paksa terhadap petani, hentikan kriminalisasi terhadap petani. Berikan hak atas tanah kepada petani dan tegakkan Undang-undang Pokok-pokok Agraria (UUPA) Nomor 5 Tahun 1960.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here