Program Lumbung Daging Nasional Pemprov Sulsel-Luwu Utara di Seko Diwujudkan Tahun Ini

  • Bagikan
ILUSTRASI. Lahan persawahan di Kecamatan Rongkong Kabupaten Luwu Utara, Sulsel. /IST

Mediatani – Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dan Pemerintah Kabupaten Luwu Utara terus membangun sinergi dan kerjsama dalam pengembangan ternak, khususnya sapi.

Hal itu pun diwujudkan dalam program Lumbung Daging Nasional yang digagas Pemprov Sulsel melalui Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan.

Kecamatan Seko di Kabupaten Luwu Utara kemudian menjadi pusat kegiatan dan akan dijadikan sebagai sentra pengembangan ternak sapi di Indonesia.

Program ini pun ditengarai tidak main-main. Mengingat Gunernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah telah menjadikan program ini sebagai program super prioritas guna mendukung terwujudnya lumbung daging nasional di Sulawesi Selatan.

Meski begitu, dalam mendukung program ini, masih banyak Pekerjaan Rumah yang harus diselesaikan. Satu di antaranya ialah berkaitan dengan legalitas lahan yang ada di tiga desa yang ada di Kecamatan Seko.

“Yang menjadi tantangan bagi kita saat ini adalah terkait legalitas lahan di tiga lokasi. Semoga semuanya sudah selesai dan status lahannya juga sudah clear, sehingga program ini dapat berjalan dengan baik,” kata Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani, saat berbicara pada kegiatan Ekspose Rencana Tindak Lanjut Program Lumbung Daging Nasional Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Sulsel, Selasa (16/2/2021), di Ruang Command Center, dikutip Rabu(17/2/2021) dari situs fajar.co.id.

Maka dari itu, dirinya meminta BPN segera menetapkan peruntukan dari tiga titik lahan yang telah ditetapkan.

“Sambil berjalan, kami minta BPN segera menetapkan peruntukannya. Kita fokus membahas peruntukan pengembangannya saja di tiga titik yang ditetapkan,” tegas dia.

“Ini harus jelas, sehingga masyarakat tidak ada yang telantar. Kita tidak mau masyarakat menjadi tamu dalam rumah sendiri. Jadikan mereka bagian dari peruntukannya juga,” sambungnya.

Indah menambahkan bahwa Pemda sendiri sangat mengapresiasi program ini. Karena menurutnya, program tersebut adalah program yang luar biasa dalam rangka menghadirkan kesejahteraan masyarakat Seko.

“Program ini kita mulai sama-sama dan Pemerintah Kabupaten Luwu Utara sangat mengapresiasi. Sekali lagi program ini sangat luar biasa. Jadi, mohon dukungan kita semua agar program ini bisa sukses dan menghadirkan kesejahteraan masyarakat Seko,” pesannya, berharap.

Sementara itu, Kadis Peternakan dan Kesehatan Hewan Sulsel, Dr. Ir. Muas M.si, menyampaikan terima kasih kepada Pemda Lutra yang bersedia dan welcome terhadap program sinergi pengembangan ternak sapi guna menjadikan Seko sebagai Lumbung Daging Nasional.

“Program ini ialah program super prioritas dari pak Gubernur yang insya Allah, kita bakal wujudkan tahun ini. Untuk itu, kami juga akan mencoba menghadirkan fasilitas umum di Seko dalam menunjang program ini agar betul-betul menghadirkan kesejahteraan bagi masyarakat Seko,” ucapnya.

Selain Bupati Luwu Utara Indah Putri Indriani, kegiatan ekspose ini juga dihadiri Dekan Fakultas Peternakan Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar Prof. Lella Rahim, Asisten II Syamsul Syair, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Luwu Utara Adriyani Ismail, Kepala Bappeda Luwu Utara Rusydi Rasyid, serta Camat Seko.

Sebelumnya, sebagaimana diberitakan mediatani.co, Gubernur Sulawesi Selatan, HM Nurdin  Abdullah bersama Direktur Utama PT Sulsel Citra Indonesia (Perseroda), Taufik Fachruddin bertemu dengan Owner PT Widodo Makmur Unggas, Tumiyono, di Jakarta.

Dalam pertemuan itu, Perseroda Sulsel dengan PT Widodo Makmur Unggas telah sepakat untuk melakukan pengembangan peternakan sapi, peternakan ayam, penanaman jagung dan olahan lainnya di Sulsel.

Dirut Perseroda Sulsel Taufik Fachruddin menuturkan bahwa adapun lokasi pengembangan kawasan peternakan itu akan dipusatkan di Seko, Luwu Utara.

“Jadi kerjasama ini nantinya akan berisifat terintegrasi peternakan sapi, peternakan ayam, penanaman jagung, dan produksi olahan,” kata Taufik Fachruddin, Sabtu (6/2) dikutip Senin (8/2/2021) dari situs berita Tribun-timur.com.

Untuk percepatan program, Pemprov Sulsel sendiri bakal menyelesaikan infrastruktur menuju lahan kawasan peternakan tersebut.

“Keinginan pak Gubernur untuk menjadikan Sulsel sebagai salah satu lumbung daging di Indonesia. Kami akan memulai tahun ini persiapan pembangunan Infrastruktur dan kesiapan awal lain,” kata dia.

Sementara itu, untuk pengelolaan peternakan sapi sendiri, PT. Perseroda Sulsel bersama Pemprov Sulsel menyediakan lahan dengan luas sekitar 5.000 hektar dan difokuskan di Seko. (*)

  • Bagikan