Mediatani – Merebaknya hama tikus membuat sejumlah petani di Kabupaten Jombang, Jawa Timur  menjadi resah. Sebab, jagung yang baru berumur beberapa minggu sudah dimakan oleh binatang penggerogot itu. Akibatnya, tanaman pun tidak bisa tumbuh, rusak, hingga mati.

Tidak ingin terus-terusan dibuat rugi, para petani di Dusun Mojodadi, Desa Plemahan, Kecamatan Sumobito, Kabupaten Jombang, membuat cara khusus dan efektif untuk membasmi tikus-tikus sawah itu. Yakni dengan memberi obat potasium.

Petani desa setempat, Fatkhurrozi menuturkan, pihak dinas pertanian setempat masih belum memberikan obat pembasminya, padahal perkembangbiakan binatang tikus sangat cepat.

Tanaman jagung di sawahnya seluas seperempat hektar lebih telah rusak rusak digerogoti binatang omnivora tersebut. Padahal, jagung miliknya itu baru ditanam dan berumur tidak kurang dari dua Minggu.

“Saya basmi pakai obat potas (pitasium) mas. Caranya 3 bungkus obat potas dimasukan kedalam botol bekas air meneral ukuran satu liter lalu dicampur dengan air dan dikocok terua dilarutkan selama beberapa menit,” tuturnya di sela melakukan perburuan tikus di sawahnya, Jumat malam (28/8/2020).

Perburuan tikus dilakukan malam hari 

Hal serupa juga dilakukan oleh petani lainnya, Misnan, menurutnya penggunaan potasium merupakan cara manual yang cukup efektif, dalam artian tidak perlu banyak orang. Hanya saja, perburuan tikus itu harus dilakukan di malam hari dengan menggunakan lampu penerangan darurat atau senter.

Baca Juga  Terkait Masalah Endemis Tikus di Subang, Ini Komitmen Kementan!

Misnan mengatakan jika diwaktu malam hari tikus tersebut pasti di dalam lubang. Di lubang tikus itulah kemudian cairan potas disemprotkan kedalamnya dan ditutup. Sekitar satu menit tikus itu sempoyongan akan keluar lubang dan mati.

“Ini cukup efektif dan bisa dilakukan sendirian tidak usah orang banyak atau gropyoan massal,” sahut Mi’an petani dari anggota Poktan desa setempat.

Dapat menghasilkan ratusan tikus 

Dari sejumlah sawah milik warga setempat, para petani tampak sibuk di sawahnya memburu binatang spesies pemakan tumbuhan dan hewan lainnya itu. Hanya berselang satu jam, mereka dapat 50 hingga 100 ekor tikus dalam keadaan mati. Binatang itu lalu ditimbun di dalam tanah.

“Malam ini saya dapat 60 ekor, petani sebelah ada yang dapat 100 ekor lebih tikus. Semoga saja tikus lainnya jadi takut dan pergi dari sawah kami,” tutup Mi’an tanpa menyebut jumlah kerugian akibat serangan tikus itu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here