Home / Nasional

Sabtu, 29 Agustus 2020 - 14:21 WIB

Resah Tanaman Jagungnya dirusak, Petani Jombang Basmi Tikus Pakai Potasium

Mediatani – Merebaknya hama tikus membuat sejumlah petani di Kabupaten Jombang, Jawa Timur  menjadi resah. Sebab, jagung yang baru berumur beberapa minggu sudah dimakan oleh binatang penggerogot itu. Akibatnya, tanaman pun tidak bisa tumbuh, rusak, hingga mati.

Tidak ingin terus-terusan dibuat rugi, para petani di Dusun Mojodadi, Desa Plemahan, Kecamatan Sumobito, Kabupaten Jombang, membuat cara khusus dan efektif untuk membasmi tikus-tikus sawah itu. Yakni dengan memberi obat potasium.

Petani desa setempat, Fatkhurrozi menuturkan, pihak dinas pertanian setempat masih belum memberikan obat pembasminya, padahal perkembangbiakan binatang tikus sangat cepat.

Tanaman jagung di sawahnya seluas seperempat hektar lebih telah rusak rusak digerogoti binatang omnivora tersebut. Padahal, jagung miliknya itu baru ditanam dan berumur tidak kurang dari dua Minggu.

Baca Juga :   Budidaya Tanaman Hias Bambu Suji dan Lidah Mertua Dipacu Untuk Eksport

“Saya basmi pakai obat potas (pitasium) mas. Caranya 3 bungkus obat potas dimasukan kedalam botol bekas air meneral ukuran satu liter lalu dicampur dengan air dan dikocok terua dilarutkan selama beberapa menit,” tuturnya di sela melakukan perburuan tikus di sawahnya, Jumat malam (28/8/2020).

Perburuan tikus dilakukan malam hari 

Hal serupa juga dilakukan oleh petani lainnya, Misnan, menurutnya penggunaan potasium merupakan cara manual yang cukup efektif, dalam artian tidak perlu banyak orang. Hanya saja, perburuan tikus itu harus dilakukan di malam hari dengan menggunakan lampu penerangan darurat atau senter.

Misnan mengatakan jika diwaktu malam hari tikus tersebut pasti di dalam lubang. Di lubang tikus itulah kemudian cairan potas disemprotkan kedalamnya dan ditutup. Sekitar satu menit tikus itu sempoyongan akan keluar lubang dan mati.

Baca Juga :   Tanggapi Laporan Hama Wereng Coklat, Kementan Dorong Gerakan Pengendalian di Tanjab Timur

“Ini cukup efektif dan bisa dilakukan sendirian tidak usah orang banyak atau gropyoan massal,” sahut Mi’an petani dari anggota Poktan desa setempat.

Dapat menghasilkan ratusan tikus 

Dari sejumlah sawah milik warga setempat, para petani tampak sibuk di sawahnya memburu binatang spesies pemakan tumbuhan dan hewan lainnya itu. Hanya berselang satu jam, mereka dapat 50 hingga 100 ekor tikus dalam keadaan mati. Binatang itu lalu ditimbun di dalam tanah.

“Malam ini saya dapat 60 ekor, petani sebelah ada yang dapat 100 ekor lebih tikus. Semoga saja tikus lainnya jadi takut dan pergi dari sawah kami,” tutup Mi’an tanpa menyebut jumlah kerugian akibat serangan tikus itu.

Share :

Baca Juga

Ir Suwandi (Foto: Humas Kementan)

Agribisnis

Kunjungan Dirjen Hortikultura, Kabupaten Karo Sumut Surplus Wortel

Berita

Pertanian Organik Wujudkan Swasembada Pangan
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menerima kunjungan Menteri Pertanian Brazil Tereza Cristina di Kantor Pusat Kementerian Pertanian (Kementan), Senin (20/5).

Berita

Resmi, Kran Ekspor Komoditi Pertanian Ke Brazil Terbuka

Nasional

Peringati Hari Ozon Dunia, HMI Cabang Bogor Gelar Aksi Tanam Pohon

Nasional

Menteri Koperasi Dukung Gerakan Diversifikasi Pangan Lokal

Berita

724 Hektare Sawah Kekeringan Di Bengkulu

Berita

Greenhouse Petani Muda Ini Bikin Ganjar Berdecak Kagum

Agribisnis

Petani Inspiratif, Lulusan IPB Ini Sukses Bisnis Tanaman Buah