Air bekas cucian beras

Mediatani – Sudah menjadi kebiasaan kita untuk mencuci beras sebelum dimasak. Ada masa dimana beras dalam pemrosesannya ditambahkan bubuk talc, mineral yang terdiri dari hydrated magnesium silicate, untuk membuat beras terlihat lebih putih dan bersih. Sehingga, sebelum dimasak, beras perlu dicuci terlebih dahulu. Ada beberapa alasan lain untuk mencuci beras, antara lain membersihkan kulit yang masih tersisa, serangga kecil yang terbawa, atau butiran kecil pasir.

Sedangkan, dari segi kuliner, menurut pengarang buku On Food and Cooking, Harold Mc Gee, mencuci beras ada hubungannya dengan tekstur nasi dan lengketnya. Pada nasi butiran panjang dan sedang, sangat dianjurkan mencuci beras jika ingin mendapatkan nasi yang pulen.

Namun, air bekas cucian beras tersebut sebaiknya jangan sobat Mediatani buang, melainkan disimpan dan dimanfaatkan untuk menyiram tanaman. Hal ini disarankan oleh Dosen di Departemen Gizi Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB, Eny Palupi. “Paling mudah pemanfaatan air bekas cucian beras untuk menyiram tanaman itu yang paling mudah,” jelas Eny Palupi.

Ia menyatakan, dalam air bekas cucian beras terdapat banyak gizi dan kandungan vitamin yang dapat membantu tumbuh kembang tanaman. “Zat gizi mikro yang paling signifikan proporsi kehilangannya, antara lain: vitamin B, zat besi dan seng,” kata Eny. Komponen makro yang ikut terlarut yang juga terbawa saat beras dicuci di antaranya terutama karbohidrat (pati), protein, dan sebagian asam lemak bebas.

“Zat organik yang terlarut dalam air cucian beras bisa untuk sumber hara untuk tanaman,” ujar Eny.

Dengan demikian air bekas cucian beras bisa merangsang pertumbuhan vegetatif tanaman (daun, tunas, cabang). Terutaman dari komponen vitamin B1. Kemudian membantu pembentukan khlorofil sehingga tanaman bisa lebih hijau. Selain itu juga bisa digunakan untuk mempekuat tumbuhan dari penyakit. “Bisa juga yang difermentasi lalu jadi pupuk organik cair itu juga bagus,” jelas Eny Palupi.

Pupuk organik cair bisa digunakan sebagai pupuk cair alami untuk tanaman hidroponik. Pupuk cair alami untuk tanaman hidroponik bisa didapat dari air bekas rendaman beras dan air bekas rendaman daun pisang yang sudah diolah.

Selain itu, ada kandungan bakteri serta vitamin dan mineral di cairan yang bermanfaat. Air cucian beras sudah bertahun-tahun dianggap sebagai POC (Pupuk Organik Cair) di Indonesia. Pada air cucian beras terdapat zat pati dengan kandungan karbohidrat sejumlah 85 sampai 90 persen.

Sedangkan, bakteri Pseudomonas fluorescens yang terdapat di dalam cairan akan beradaptasi dan melipatganda di sistem perakaran, juga melakukan sintesis metabolit yang berfungsi sebagai proses menghambat perkembangbiakkan patogen dan meningkatkan daya tahan tanaman. Zat lainnya yang terkandung antara lain protein glutein, selusosa, hemisesulosa, gula, dan vitamin B1 (70 persen), B3 (90 persen), B6 (50 persen), mineral mangan (50 persen), mineral fosfor (50 persen), dan zat besi (60 persen).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here