Banner Iklan @a2tani.id

Sebagai Upaya Peningkatan Produksi, Gubernur Babel Serahkan 67.840 Bibit Lada ke Petani Bencah

  • Bagikan
Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel) Erzaldi Rosman Djohan, saat memberikan bantuan bibit lada kepada petani Desa Bencah, Bangka Selatan, Selasa (22/6/2021).

Mediatani – Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel) Erzaldi Rosman Djohan, memberikan bantuan bibit lada berkualitas sebanyak 67.840 kepada petani Desa Bencah, Bangka Selatan.

Penyerahan bantuan ini dilakukan sebagai upaya peningkatan kualitas dan produksi komoditas ekspor daerah itu.

Banner Iklan @a2tani.id

“Kita akan bantu petani, selama mereka punya semangat dan kemauan untuk maju mengembangkan lada putih ini,” kata Erzaldi Rosman Djohan.

Melansir dari Republika, hal ini disampaikannya saat menyerahkan bantuan bibit lada di Desa Bencah, Selasa (22/6/2021).

Ia juga mengatakan bahwa bantuan 67.840 bibit lada untuk lahan 42 hektare serta sarana produksi lada ini ditujukan sebagai langkah nyata pemerintah provinsi dalam mendorong produksi lada putih dan kesejahteraan petani Desa Bencah di Kabupaten Bangka Selatan.

Walaupun hal ini dilakukan sebagai upaya dalam peningkatan produksi lada putih, ia berharap agar petani tidak hanya menjadikan lada putih sebagai fokus utama, namun tetap menanam komoditas yang lain.

“Kami berharap petani tidak hanya mengandalkan lada sebagai komoditi utama, tetapi juga harus menanam komoditas lain seperti kacang tanah, kacang kedelai, jahe, atau pun jagung yang memiliki umur produksi yang relatif pendek sebagai tanaman sela lada,” ungkap Erzaldi.

Gubernur Kepulauan Babel ini menemukan hal yang menarik saat penyerahan bantuan bibit lada putih ini. Pasalnya, ia melihat salah satu petani penerima bantuan memiliki umur yang masih muda. Hal ini pun membuatnya tertegun.

Baca Juga :   Bibit Padi Dari Pemerintah Tidak Tumbuh, Petani Pidie Kecewa

Menurutnya, sangat jarang ditemukan pemuda milenial yang ingin berprofesi sebagai petani dan pemuda ini dapat menjadi contoh bagi pemuda lainnya agar bididaya tanaman lada ini dapat lebih dikembangkan dengan memanfaatkan teknologi informasi. Pemuda tersebut pun mendapatkan apresiasi dari gubernur babel itu.

“Saya mengapresiasi kaum milenial ini, karena dengan semangat dan ilmu yang dimiliki dapat mempercepat pengembangan, peningkatan kualitas dan produksi lada putih Babel ini di pasar global,” tuturnya.

Pemuda yang diketahui bernama Sandy Pratama (19 tahun) itu mengaku mengikuti jejak ayahnya menjadi seorang petani lada dengan memegang semboyan “yang tue singgah luk, yang mude laju (yang tua istirahat, yang muda melanjutkan)”.

Terkait penyerahan bantuan bibit ini, ia pun mengungkapkan rasa terimakasihnya kepada gubernur yang terus membantu petani, terutama dalam kondisi pandemi saat ini.

“Kami sangat mengucapkan terima kasih kepada Gubernur yang terus membantu petani mengembangkan usaha perkebunan lada di tengah pendemi COVID-19 ini,” katanya.

Upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan produksi komoditas lada putih bukan hanya terjadi di Bangka Belitung, namun juga terjadi di daerah lainnya seperti Lampung.

Berdasarkan data dari Dinas Perkebunan Provinsi Lampung, sebanyak 781 orang petani di Lampung menjalani pelatihan budi daya lada sebagai upaya peningkatan produktivitas.

Baca Juga :   Mentan Ingin Jeneponto Jadi Sentra Ternak dan Pengembangan Kopi serta Pisang 

“Tercatat 781 orang petani telah menjalani pelatihan budi daya lada agar meningkatkan produktivitas,” tutur Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Lampung, Achmad Chrisna Putra pada Senin (21/6/2021) lalu.

Pelatihan tersebut dilakukan bekerja sama dengan BPTP (Balai Proteksi tanaman perkebunan), dan Balitbang.

Dia menjelaskan bahwa petani tersebut mendapatkan pelatihan berupa cara budi daya yang baik, cara pemasaran, dan bimbingan pelaksanaan ekspor.

Menurutnya, produktivitas komoditas lada Lampung saat ini masih rendah, yaitu 1 hektare lahan perkebunan hanya dapat menghasilkan 0,7 kuintal.

Dia perpendapat, hal tersebut terjadi sebab kurangnya pemeliharaan tanaman seperti pemupukan, pengelolaan tiang panjat, irigasi kebun dan akibat berkembangnya penyakit busuk pangkal batang (BPB) dan serangan hama penggerek batang.

“Produksi perkebunan lada masih rendah hanya 0,7 kuintal per hektare, sedangkan potensi lada Lampung cukup besar, jadi kita akan berusaha meningkatkan,” ungkapnya.

Harapannya setelah revitalisasi dan pendampingan kepada petani lada Lampung, produksi lada Lampung dapat meningkat hingga mencapai 1,2 hingga 1,6 ton per hektare.

“Target 1,3 hingga 1,6 ton per hektare setelah adanya revitalisasi ini, dan kita dorong pula komoditas andalan Lampung ini dapat diekspor,” katanya.

 

Banner Iklan Mediatani
  • Bagikan
Banner Iklan Mediatani
Banner Iklan Mediatani