Semakin Diminati, Pendaftar Asuransi Perlindungan Ternak di Pringsewu Melebihi Target

  • Bagikan
Mentan SYL/Via Medcom.id/IST

Mediatani – Asuransi perlindungan hewan ternak semakin diminati. Hal ini terbukti dengan banyaknya pendaftar yang melampaui target pemerintah daerah setempat di Kabupaten Pringsewu, misalnya.

Di Kabupaten Pringsewu, Lampung adalah salah satu contoh. Bahwa  sekitar 1.020 ekor sapi dan kerbau yang di terdaftar dalam Asuransi Usaha Ternak Sapi/Kerbau (AUTS/K) di Kabupaten Pringsewu, Lampung, sebagaimana dikutip mediatani.co dari situ medcom.id, Minggu (28/2/2021).

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo menjelaskan bahwa program asuransi bertujuan untuk melindungi peternak dari kerugian akibat kematian ternak.

Program AUTS/K juga bertujuan mengamankan indukan yang selama ini banyak dipotong. Apalagi, pemerintah sudah membuat peraturan pelarangan pemotongan ternak betina produktif.

“Jadi, yang kita targetkan adalah komoditas yang mudah terkena risiko, yaitu sapi betina agar tetap dipertahankan untuk berkembang biak,” ujar Mentan Syahrul dikutip dari situs yang sama.

Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP), Kementan, Sarwo Edhy pula meminta Pemda agar mendorong peternak sapi untuk mengasuransikan ternaknya. Bila perlu, peternak mendapat bantuan asuransi ternak melalui dana APBD.

“Ada keuntungan bagi peternak yang mengikuti program ini. Bila terjadi sesuatu pada hewan ternak yang diusahakan, misalnya seperti mati atau hilang karena tindak kriminal seperti pencurian, peternak akan menerima klaim uang pertanggungan (UP) sebesar Rp10 juta per ekor,” jelas dia.

Baca Juga :   Diincar Masyarakat Korsel, Kementan Ekspor Kaktus Hias

Ajakan pemda ini pun disambut baik para peternak, sehingga setiap tahunnya target selalu tercapai, bahkan melampaui. Pihaknya juga mengharapkan, target tahun ini dapat tercapai dengan baik juga.

“Pemerintah pun terus berupaya memperbaiki sistem, semua itu agar peternak atau petani lebih gampang ikut program asuransi,” ucap Sarwo Edhy.

Kadis Pertanian dan Peternakan Pringsewu Siti Litawati mengungkapkan bahwa pihaknya terus berupaya mendorong peternak untuk mengasuransikan ternaknya. Sebab, dengan begitu akan senantiasa menolong peternak jika terkena musibah seperti sakit, mati atau hilang.

“Saat ini sudah terdapat 1.020 ekor sapi dan kerbau dari target 622 ekor. Jadi ada kenaikan cukup besar sekitar 150 persen,” ujar Siti Litawati.

Meski telah melebihi target, lanjut dia, potensi ternak yang dapat diasuransikan bisa mencapai 13 ribu ekor. Menurutnya, premi peserta asuransi sebesar Rp200 ribu, tetapi pemerintah mensubsidi Rp160 ribu, sehingga peternak hanya perlu membayar Rp40 ribu.

“Nilai itu untuk asuransi betina. Bagi yang ingin mengasuransikan jantan maka tetap membayar utuh sebesar Rp200 ribu,” ujarnya.

Baca Juga :   Komoditas Peternakan Disebut Berkontribusi Tinggi dalam Merdeka Ekspor

Sementara itu, klaim asuransi juga akan disesuaikan dengan situasi lapangan. Ternak sakit hingga mati mendapat klaim Rp10 juta. Jika ternak sakit, lalu sempat dipotong akan mendapat klaim Rp5 juta. Bila ternak hilang akan memeroleh bantuan Rp7 juta.

Beberapa waktu lalu, pemerintah telah gencar mengajak para peternak untuk mengikuti AUTS/K. Sebagaimana diberitakan mediatani.co, Kepala Bidang (Kabid) Peternakan Dinas Pertanian (Disperta) Kabupaten Mojokerto Harini mengajak para peternak di tempatnya agar mengasuransikan hewan ternaknya melalui Asuransi Usaha Ternak Sapi/Kerbau (AUTS/K).

“AUTS/K ini menjamin risiko ketidakpastian mitigasi yang disebabkan karena kematian hewan ternak, kecelakaan, kehilangan atau pun kecurian, bencana alam, wabah penyakit, hingga fluktuasi harga,” jelas dia dalam keteranganya, dikutip Sabtu (23/1/2021) dari Kompas.com, Kamis (21/1/2021).

Menurut dia, kasus kematian hewan ternak yang dibiarkan terus-menerus bisa mengganggu sistem usaha budidaya dan produksi ternak.

Kondisi ini, disebutnya, tentu berpotensi akan menimbulkan kerugian yang besar bagi usaha para peternak.

“AUTS/K mempertahankan populasi ternak sapi sehingga yang dibidik pemerintah adalah sapi betina produktif usia di atas satu tahun,” kata dia.

Adapun keuntungan utama AUTS/K (klik untuk baca selengkapnya) (*)

Banner Iklan @a2tani.id
  • Bagikan
Banner Iklan Mediatani
Banner Iklan Mediatani