Simak 5 Hal Mendasar Sebelum Memilih Kura-kura sebagai Hewan Peliharaan

  • Bagikan
Kura-kura peliharaan
Kura-kura peliharaan (Foto: Pintrest)

Mediatani – Kura-kura peliharaan adalah hewan peliharaan yang cukup populer. Karena hewan ini pendiam, lucu (terutama saat masih kecil atau tukik), dan tidak merontokkan bulu.

Kura-kura juga bisa hidup sangat lama antara 50 sampai 100 tahun, sehingga kamu tak harus merasa kehilangan hewan peliharaan ini dalam waktu dekat. Jika ingin memeliharanya sebagai hewan peliharaan, artinya kamu sudah siap untuk berkomitmen dalam merawatnya.

Berikut adalah beberapa panduan untuk kamu yang ingin memelihara kura-kura, seperti dilansir dari kompas.com, Minggu (14/3/2021) yang juga melansir dari The Spruce Pets, Sabtu (13/3/2021).

1. Perilaku dan temperamen

Kebanyakan kura-kura jinak dan cenderung pemalu kecuali jika dua jantan dimasukkan ke dalam satu kandang. Untuk itu tidak disarankan meletakkan kura-kura jantan dalam satu kandang. Hal ini juga bisa memicu perilakuagresif satu sama lain dan bahkan membuat mereka saling serang yang mengakibatkan cedera serius.

Kebanyakan kura-kura terlalu besar untuk dipegang saat dewasa, dan disarankan untuk tidak menangani mereka terlalu banyak saat mereka lebih kecil. Hal ini dapat menyebabkan kura-kura stres, yang seringkali berujung pada penyakit jika situasi stres tersebut terus berlanjut.

Kelemahan terbesar kura-kura peliharaan bagi kebanyakan orang adalah umurnya yang panjang. Kura-kura yang lebih besar, seperti sulcata, dapat hidup lebih dari 70 tahun, jadi kamu harus memiliki rencana untuk merawat kura-kura peliharaan di usia tua mereka.

2. Kandang

Banyak spesies kura-kura berukuran cukup besar dan membutuhkan kandang berukuran besar pula. Kura-kura pula lebih suka berada di luar ruangan. Karena hal inilah, kura-kura paling cocok untuk daerah dengan iklim yang lebih sejuk.

Bergantung pada suhu tempat asal kura-kura dan area tempat tinggalmu, mungkin perlu membawa kura-kura peliharaan ke dalam ruangan semalaman atau selama cuaca dingin atau terasa terlalu panas.

Sedangkan, untuk kura-kura yang lebih besar, artinya kamu harus menyediakan kandang dalam ruangan yang juga besar. Beberapa spesies juga perlu hibernasi yang dapat membuat kura-kura sangat stres dan membutuhkan kondisi lingkungan khusus.

Saat membuat kandang luar ruangan, kamu juga harus memastikannya kuat dan membuat pagar khusus jika memiliki kura-kura peliharaan yang suka menggali. Kura-kura cukup kuat, terutama yang lebih besar, dan kandang yang tipis tidak akan menahannya untuk waktu yang lama.

Beberapa kura-kura nyatanya memanjat dengan sangat baik sehingga mereka mungkin membutuhkan kandang beratap. Sangat penting juga untuk memastikan kandang itu agar mencegah predator.

Pastikan bahwa tidak ada bahaya di kandang, termasuk tanaman beracun. Sediakan air yang dangkal saja, hindari meletakkan benda tajam, dan benda kecil yang tidak bisa dimakan yang mungkin bisa saja tidak sengaja tertelan.

Pun, untuk beberapa kura-kura, mencoba memanjat tangga atau rintangan lain dapat mengakibatkan mereka terjungkal dan jatuh pada posisi tengkurap, dan hal ini harus dihindari. Sebagian besar kura-kura peliharaan juga membutuhkan tempat berlindung di luar ruangan seperti rumah beratap.

3. Makanan dan air

Kura-kura bisa menjadi hewan peliharaan yang menarik meskipun mereka dapat menghadirkan beberapa tantangan karena ukuran dan kebiasaan makannya. Makanan bervariasi berdasarkan spesies, namun semua kura-kura peliharaan membutuhkan makanan yang cukup bervariasi dengan perhatian yang cermat pada jumlah serat serta keseimbangan kalsium atau fosfor pada makanan mereka.

Beberapa spesies terkenal cukup rakus dan juga membutuhkan makanan dalam jumlah besar. Untuk itu, pertimbangkanlah bagaimana kamu harus menyediakan waktu untuk menyiapkan makanan sehari-hari dan biaya yang terkait dengan jumlah makanan yang dimakan kura-kura, sebelum menjadikannya sebagai hewan peliharaan.

4. Memilih spesies

Beberapa spesies dapat menjadi agresif dengan kura-kura lain, dan jika beberapa kura-kura jantan disimpan di kandang yang terlalu kecil, perkelahian dapat terjadi. Hal ini dapat menyebabkan cedera serius di sekitar mata dan kaki.

Sangat penting untuk memilih spesies kura-kura peliharaan yang tepat berdasarkan kebutuhan kandang, kebutuhan lingkungan, dan kebutuhan makanan.

Spesies yang berbeda memiliki ukuran dewasa yang sangat berbeda, kebutuhan suhu dan cahaya, makanan, dan beberapa perlu hibernasi sementara yang lain tidak. Pastikan untuk meneliti setiap spesies kura-kura yang kamu pertimbangkan sebelum membeli hewan peliharaan baru.

5. Masalah kesehatan umum

Seperti kebanyakan reptil, kura-kura rentan terhadap infeksi pernapasan. Kura-kura peliharaan yang biasa dibesarkan di alam liar lebih mungkin menderita infeksi saluran pernapasan, yang disebabkan oleh kondisi yang tidak sehat.

Seekor kura-kura akan tampak lesu, berat badannya turun, dan mungkin menunjukkan lendir berlebih di sekitar mulut dan saluran hidungnya. Ini merupakan tanda-tanda awal infeksi pernafasan dan kura-kura menolak makanan.

Infeksi saluran pernafasan biasanya diobati dengan antibiotik yang diberikan melalui suntikan. Tapi ini membutuhkan diagnosis dari dokter hewan reptil yang berkualifikasi.

Saat kura-kura menjalani perawatan untuk infeksi saluran pernapasan, ia harus tetap hangat Kura-kura juga rentan terhadap penyakit tulang metabolik (MBD), yang disebabkan oleh pola makan yang tidak memiliki cukup kalsium. Seperti banyak reptil, kura-kura perlu terkena radiasi ultraviolet A dan B (UVA / B) untuk dapat menyerap kalsium.

Kura-kura di alam liar biasanya berjemur di bawah sinar matahari selama sebagian besar waktu bangun mereka untuk mendapatkan tingkat paparan UVA / B ini. Jika kura-kura tidak mendapatkan cukup kalsium, cangkangnya akan menunjukkan tanda-tandanya terlebih dahulu.

Jika itu kura-kura muda, cangkangnya mungkin tidak tumbuh dengan cepat. Kura-kura yang lebih tua mungkin memiliki tulang yang lemah di kaki mereka, dan mengalami kesulitan berjalan, atau bahkan menderita patah tulang.

MBD bisa diobati, tetapi semakin lama bertahan, semakin kecil kesempatan kura-kura untuk sembuh. Konsultasikan dengan dokter hewan yang berkualifikasi, yang kemungkinan akan menyarankan diet tinggi kalsium dan lebih banyak paparan sinar matahari atau sinar UVA / B. (*)

  • Bagikan