Sinjai Realisasi Inseminasi Buatan ke 7.000 Ekor Sapi di Tahun 2020

  • Bagikan
ilustrasi proses inseminasi buatan
ilustrasi proses inseminasi buatan

Mediatani – Meski masih dalam kondisi wabah pandemi Covid-19, Pemerintah Kabupaten Sinjai tetap fokus dalam mewujudkan visi dan misinya. Salah satunya pada sektor peternakan yakni meningkatkan populasi dan produksi sapi melalui Program Inseminasi Buatan (IB) atau kawin suntik.

Inseminasi Buatan ini adalah satu dari banyak program unggulan Pemkab Sinjai yang digelar sejak awal kepemimpinan Bupati Sinjai Andi Seto Asapa (ASA) dan Wakil Bupati, Andi Kartini Ottong.

Program ini pun sejalan dengan program dari Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pertanian yaitu program sapi atau kerbau komoditas andalan negeri atau ‘Sikomandan’.

Berdasarkan data dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnak Keswan) Kabupaten Sinjai, realisasi IB di awal tahun 2020 lalu mencapai 7 ribu ekor dari target 6 ribu ekor sapi hingga di akhir tahun.

Pelaksana Tugas Kadis Peternakan dan Keswan Sinjai, drh. Charidjah, saat ditemui di Ruang Kerjanya, mengatakan bahwa Program IB tak berpengaruh dengan adanya wabah Covid-19 sehingga realisasi hingga diakhir tahun melebihi target.

“Ini menandakan bahwa program ini sangat dibutuhkan warga meskipun dalam suasana pandemi sebab melalui kegiatan IB, penyebaran bibit unggul ternak dapat dilakukan dengan murah, mudah dan cepat, serta diharapkan dapat meningkatkan pendapatan para peternak,” katanya Selasa, (2/3/2021) dikutip dari situs suarajelata.com, Kamis (4/3/2021).

Untuk tahun 2021 ini, lanjut dia, pihakya tetap menargetkan program IB sebanyak 6 ribu ekor sapi dan diharapkan ada kelahiran anak sapi hasil IB sebanyak 2 ribu ekor.

Baca Juga :   Sinergi Anggota Komisi IV DPR RI dengan Kementan, Dukung Petani Milenial

“Kita optimis target ini juga bisa tercapai ditahun ini, bahkan bisa melebihi dari target,” ujar dia.

Untuk mendapatkan layanan itu, peternak dapat menghubungi langsung petugas inseminator yang tersebar di delapan kecamatan. Sapi yang di IB pun akan mendapatkan asuransi ternak secara gratis dari Pemkab Sinjai.

Terkait asuransi gratis atau Asuransi Usaha Ternak Sapi (AUTS) yang juga merupakan program unggulan Pemkab Sinjai, Charidjah menjelaskan bahwa pada tahun 2020 lalu, jumlah sapi yang terdaftar menghampiri angka 10 ribu ekor sapi.

“Dari jumlah itu, 7.500 ekor sapi membayar asuransinya secara mandiri sedangkan asuransi gratis yang disiapkan oleh Pemkab dari 2 ribu ekor sapi, terealisasi 1.900 ekor,” jelasnya.

Di tahun 2021 ini, Pemkab pun kembali menyediakan AUTS gratis dengan target meningkat menjadi 4 ribu ekor sapi dengan anggaran yang disiapkan 160 juta rupiah, sementara AUTS mandiri ditargetkan mencapai 6 hingga 9 ribu ekor sapi.

Sekedar diketahui bahwa premi yang seharusnya dibayar peternak per tahun senilai Rp 200 ribu. Namun, Kementerian Pertanian juga telah mensubsidi sebesar Rp160 ribu, dengan syarat sapi betina di atas satu tahun.

“Jadi program asuransi ternak ini di subsidi oleh Pemerintah Pusat sebesar Rp 160 ribu per tahun dan sisanya Rp 40 ribu dibayar oleh peternak yang ikut asuransi secara mandiri, tetapi Pemkab Sinjai juga menyiapkan program AUTS gratis secara full karena yang membayarkan itu Pemkab Sinjai,” kuncinya.

Baca Juga :   Belut Raksasa Sepanjang 12 Kaki Dijual di Pasar Makanan Laut Hongkong

Sementara itu, Penyuluh Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Sinjai sebelumnya mengadakan kursus tani yang dipusatkan di Kelompok Tani Barugae, Dusun Korong, Desa Saohiring, Kabupaten Sinjai. Senin, (1/3/2021), lalu.

Dalam kegiatan kursus tani ini, juga ada kegiatan desiminasi teknologi yang merupakan kegiatan yang dilakukan oleh tim penyuluh peternakan sebagai penjabaran dari tupoksi penyuluh peternakan.

Andi Asirah, S.Pt. selaku PPK Sinjai Tengah menyebutkan bahwa kegiatan itu bertujuan sebagai sosialisasi kepada masyarakat tentang pentingnya asuransi ternak dan inseminasi buatan.

“Kegiatan ini mencakup sosialisasi dari program kegiatan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan, di antaranya Sikomandan (IB), AUTS, pelarangan pemotongan betina produktif, ketersediaan hijauan pakan ternak sepanjang tahun, maka perlu diadakan Pengawetan HPT, pengolahan limbah peternakan menjadi POP dan POC dan Sosialisasi Aplikasi LaSapi,” jelas dia dikutip dari situs yang sama, Kamis (4/3/2021).

Kegiatan itu disambut baik oleh Kelompok Tani Barugae beserta dengan anggotanya. Mereka pun sangat antusias dengan dengan diadakannya kursus tani tersebut.

Di tempat yang sama, Muhlis, yang selaku Ketua Kelompok Tani menghaturkan rasa terima kasih karena telah membantu mengadakan kursus tani ini.

“Saya selaku Ketua dari Kelompok Tani Barugae mengucapkan terima kasih dengan adanya sosialisasi program ini, karena kelompok tani kita ini memang belum terdaftar asuransi ternaknya” tuturnya.

Diketahui, kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala Desa Saohiring, A.Darmawan Sata dan mahasiswa K3P dan K3R UMSi dan sejumlah tokoh masyarakat. (*)

Banner Iklan @a2tani.id
  • Bagikan
Banner Iklan Mediatani
Banner Iklan Mediatani