Kayu manis (Cinnamomum burmanni Nees ex Bl.)

Mediatani – Kayu manis (Cinnamomum burmanni Nees ex Bl.) merupakan tanaman yang kulit batang, cabang, serta dahannya dapat digunakan sebagai bahan rempah- rempah, dan merupakan salah satu komoditas ekspor Indonesia.

Kulit kayu manis dapat digunakan langsung dalam bentuk asli atau bubuk, minyak atsiri, dan oleoresin. Minyaknya dapat diperoleh dari kulit batang, cabang, ranting dan daun pohon kayu manis dengan cara ekstraksi.

Hasil ekstraksi dari kayu manis berupa minyak atsiri,sangat digemari di pasar Amerika dan Eropa. Minyak tersebut, banyak digunakan untuk bahan baku industri pembuatan minyak wangi, kosmetika, farmasi, dan industri lainnya.

Di Indonesia, tanaman kayu manis dikenal dengan beberapa nama daerah. Di Sumatera disebut Holim, Holim manis, Modang siak–siak (Batak); di Melayu disebut Kanigar, Kayu manis; di Minangkabau disebut Madang kulit manih; di Jawa disebut Huru mentek; di Sunda disebut Kiamis; di Madura disebut Kanyengar ; di Nusa tenggara disebut Kesingar, Kecingar; di Bali disebut Cingar; di Sasak disebut Onte; di Sumba disebut Kaninggu Sumba; di Flores disebut Puu ndinga.

Morfologi tanaman

Batang pohon kayu manis tegak, berkayu, bercabang-cabang, agak berat, agak lunak, padat, struktur agak halus, serat halus, warna ros kecoklat-coklatan, getahnya keputihan dan kuning muda. Bagian yang paling sering digunakan adalah bagian dalam kulit kayu manis.

Daun kayu manis tunggal, berbentuk lanset, ujung dan pangkal runcing, tepi rata, panjang 4-14 cm, lebar 1-6 cm, pertulangan daun melengkung, berbau harum ketika diremas, warna daun ketika muda merah pucat, dan setelah daun tua menjadi berwarna hijau.

Bunga majemuk, berbentuk malai, tumbuh di ketiak daun, berambut halus, tangkai panjang 4-12 mm, benang sari dengan kelenjar di tengah tangkai sari, mahkota panjang 4-5 mm, dan berwarna kuning.

Jenis buahnya berupa buah buni dengan panjang ± 1 cm, ketika masih muda berwarna hijau dan setelah tua menjadi berwarna hitam. Bijinya kecil-kecil, bulat telur, masih muda berwarna hijau dan setelah tua menjadi berwarna hitam. Akar pohon tunggang dan berwarna coklat.

Kandungan dan Manfaat Kayu Manis

Kulit kayu manis memiliki kandungan senyawa kimia flavanoid, saponin, tanin dan alkanoid. Minyak atsiri Cinnamomum burmani mengandung sinamil aldehida, eugenol, linalool, kariofilena, dan asam sinamat. Daun kayu manis mengandung alkanoid, flavonoid, fenilik hidrokuinon, saponindan tannin.

Baca Juga  Tips Memilih Hewan Kurban untuk Hari Raya Idul Adha

Kayu manis banyak memberikan manfaat dari kesehatan, bumbu masakan, produk kecantikan bahkan sebagai pengawet. Tidak hanya kulitnya saja yang memiliki manfaat, tapi juga akar dan daunnya dapat dimanfaatkan seperti;

Sebagai bahan tambahan makanan dan minuman

Kulit batang merupakan hasil utama tanaman ini yang digunakan sebagai rempah. Selama ini kayu manis telah dimanfaatkan ibu-ibu rumah tangga sebagai bumbu dapur dan bahan pembuatan jamu karena aromanya yang harum menyengat serta rasanya yang manis sehingga cocok sekali untuk campuran kue dan cake.

Sebagai obat-obatan

Kayu manis berkhasiat untuk obat asam urat, tekanan darah tinggi, maag, tidak nafsu makan, sakit kepala (vertigo), masuk angin, diare, perut kembung, muntah-muntah, hernia, susah buang air besar, asma, sariawan, sakit kencing, dan lain-lain. Selain itu, kayu manis memang memiliki efek farmakologis yang dibutuhkan dalam obat-obatan.

Kulit batang, daun, dan akarnya dapat dimanfaatkan sebagai obat antirematik, peluh kering (diaphoretik), peluruh kentut (carminative), meningkatkan nafsu makan (istomachica), dan menghilangkan sakit.

Sebagai bahan untuk produk kecantikan

Sifat antibakteri pada kayu manis bisa sangat membantu bagi orang dengan kulit berjerawat. Masukan kayu manis dalam menu diet anda, hal itu dapat membantu menghilangkan bakter yang meningkatkan jerawat.

Kayu manis juga membantu melancarkan aliran darah ke permukaan kuli, sehingga kayu manis ini dapat membantu menghilangkan garis-garis halus pada wajah. Caranya yaitu dengan mencampurkan minyak esensial kayu manis dalm petroleum jelly dan oleskan pada bagian wajah.

Sebagai bahan pengawet dan anti bakteri

Selain itu kayu manis juga mulai digunakan dalam dunia perikanan. Bagian dari kayu manis yang telah dimanfaatkan sebagai bahan antibakteria pada budidaya ikan yaitu kulit batang, daun dan minyak atsiri.

Daun kayu manis digunakan untuk mengawetkan daging buah mahkota dewa, karena mampu menghambat tumbuhya bakteri. Daun kayu manis juga dapat menghambat bakteri Escherichia coli dan Staphylococcus aureus. Minyak daun kayu manis dengan konsentrasi 250 μg/ml efektif menghambat pertumbuhan bakteri.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here