Home / Berita / Nasional

Kamis, 30 November 2017 - 17:19 WIB

Upaya Pemerintah Mencetak Petani Melek Digital

Mesin pemanen padi digunakan untuk memanen padi milik petani di Desa Sidera, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, Senin (20/11). Pemerintah melalui Kementerian Pertanian mendorong petani di Indonesia untuk memanfaatkan dan beralih ke teknologi pertanian modern guna meningkatkan produksi dan pendapatan petani. ANTARA FOTO/Mohamad Hamzah/ama/17.

Mesin pemanen padi digunakan untuk memanen padi milik petani di Desa Sidera, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, Senin (20/11). Pemerintah melalui Kementerian Pertanian mendorong petani di Indonesia untuk memanfaatkan dan beralih ke teknologi pertanian modern guna meningkatkan produksi dan pendapatan petani. ANTARA FOTO/Mohamad Hamzah/ama/17.

Mediatani.co — Sebagai upaya untuk mewujudkan pertanian digital dan mencetak petani milenial yang melek terhadap kemajuan teknologi terkini, Kementerian Pertanian (Kementan) menyelenggarakan Lomba Web Tingkat Eselon I, Uni Pelaksana Teknis (UPT) Pusat, SKPD Provinsi dan Kabupaten/Kota Lingkup Pertanian se Indonesia Tahun 2017.

Disampaikan oleh Kepala Pusat Data dan Sistem Informasi Suwandi, di era saat ini pemanfaatan kemajuan teknologi informasi dalam bidang pertanian sangat membantu dalam memajukan pertanian Indonesia. Contohnya penerapan “Open Camera” yang telah dilakukan Kementan saat ini dapat memudahkan identifikasi lokasi serangan hama wereng.

“Arah kedepan agar diperkuat lagi pola-pola yang telah terbangun, baik terkait pendataan luas lahan, kartu tani dan asuransi pertanian yang membutuhkan teknologi, “ tutur Kepala Pusat Data dan Sistem Informasi melalui keterangan resmi, Rabu (29/11).

Baca Juga :   Tingkatkan Kinerja Kearsipan, BKP Kementan Selenggarakan Bimtek

Kementerian Pertanian juga telah menerapkan teknologi citra satelit untuk mendata luas dan fase pertanaman padi di samping melakukan perhitungan secara langsung. Hal ini dilakukan agar validitas data pertanian meningkat dan bisa digunakan sebagai acuan dalam merancang program maupun kebijakan pertanian ke depan.

“Perkembangan IT yang kita harapkan ke depan adalah terupdatenya data secara periodik baik harian dan bulannya, “ ujar Suwandi

Sebagai bukti keberhasilan dalam mengimplementasikan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), Kementerian Pertanian juga telah meraih dua penghargaan dalam TOP IT 2017, yakni penghargaan untuk kategori TOP IT Implementasi on Ministry 2017 dan kategori TOP IT Leadership 2017 untuk Menteri Pertanian, Amran Sulaiman.

Baca Juga :   Pandemi dan Harga Daging Sapi ‘Cekik’ Pedagang Bakso

Penghargaan ini dapat kita raih karena kita telah mensupport sebaik-baiknya untuk mewujudkan pertanian digital termasuk dengan memanfaatkan satelit,” tegas Suwandi.

Dalam kesempatan tersebut Suwandi menjelaskan bahwa tujuan penyelenggaraan lomba web seperti ini sebagai alat pemicu saja. Namun tujuan akhirnya adalah bagaimana petani di Indonesia dapat mengejar memanfaatkan teknologi.

“Petani kita harus dapat menggunakan IT seperti gojek yang secara cepat dapat menyesuaikan perkembangan teknologi, ini merupakan tantangan   untuk mengajarkan petani kearah situ,” jelas dia.

Share :

Baca Juga

Berita

Greenhouse Petani Muda Ini Bikin Ganjar Berdecak Kagum

Nasional

Penggunaan Biochar untuk Tanaman Cabai

Berita

Jelang Akhir Tahun, Harga Pangan Stabil
Cabai Merah (dok: istimewa)

Agribisnis

Petani Minta Disdag dan Bulog Intervensi Harga Cabai

Berita

Perang Dagang Amerika-China: Kedelai dan CPO Terkena Imbas

Berita

Tanam 10 Ribu Pohon Kelor untuk Cegah Stunting, Gowa dapat Penghargaan Leprid

Berita

Pandemi dan Harga Daging Sapi ‘Cekik’ Pedagang Bakso

Nasional

Jarang Gagal Panen, Petani Probolinggo Tolak Pakai Asuransi