Home / Berita / Pertanian

Senin, 30 November 2020 - 14:03 WIB

Urban Farming: Panen Serentak di 228 Titik di Jakarta

Sejumlah warga memanen hasil pertanian dalam kegiatan panen serentak di Susia Garden, Kalibata, Jakarta, Senin, (30/11).

Sejumlah warga memanen hasil pertanian dalam kegiatan panen serentak di Susia Garden, Kalibata, Jakarta, Senin, (30/11).

Mediatani – Saat ini kegiatan pertanian perkotaan atau urban faming semakin digandrungi oleh masyarakat di Jakarta. Hal itu membuat Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk terus memberikan dukungan pada kegiatan pengembangan pertanian perkotaan melalui pembinaan, mulai dari budidaya, pengolahan pasca panen sampai pemasaran hasil pertanian.

Sebagai salah satu bentuk apresiasi, Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta berkolaborasi dengan berbagai pihak menyelenggarakan kegiatan Panen Serentak secara virtual di 228 titik lokasi panen yang tersebar di 6 Wilayah Kota/Kabupaten administrasi di DKI Jakarta.

Panen Serentak di Jakarta.

Kegiatan ini diharapkan dapat memantik para pelaku pertanian bukan saja menjadi satu pola hidup sehat tapi dalam jangka panjang menjadikan Jakarta yang memiliki ketahanan pangan di mana salah satu indikatornya adalah mampu untuk menyediakan sumber pangannya sendiri.

Pelaksana tugas Kepala Dinas KPKP DKI Jakarta Suharini Eliawati mengatakan, kegiatan ini bertujuan mendukung ketersediaan pangan di Ibu Kota serta meningkatkan perekonomian masyarakat Jakarta. Kegiatan itu juga diharapkan dapat memberikan akses kepada petani untuk memasarkan barang produksinya.

“Bukan hanya untuk kebutuhan pangan, tapi setidaknya mampu meningkatkan perekonomian scope kecil, yaitu scope kebutuhan masing-masing rumah tangga,” kata dia dalam sambutannya secara virtual, Senin, (30/11/2020).

Baca Juga :   Memasuki Musim Penghujan, Peternak Diminta Waspada Penyakit Bovine Ephemeral Fever (BEF)

Panen Serentak yang dilakukan secara virtual itu diikuti oleh 1.135 petani binaan Dinas KPKP di beberapa lokasi panen yang beragam, mulai dari Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA), tempat kelompok tani ternak, hingga sekolah.

Suharini menuturkan, pada kegiatan itu, bukan hanya sayuran yang dipanen. Namun, ada juga panen ikan dan rumput laut yang dilakukan di Kepulauan Seribu, ternak kelinci dan lovebird, serta panen kambing etawa yang ada di kawasan Condet, Jakarta Timur.

Warga Jakarta melakukan panen (Antara Foto)

Dalam acara ini, Dinas KPKP juga melakukan penandatanganan dengan Bank DKI yang akan menyerahkan kartu JakCard kepada para pegiat pertanian perkotaan di Jakarta.

Beberapa pihak yang ikut berkolaborasi pada kegiatan itu selain Bank DKI, yakni Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Kominfotik) DKI, Indonesia Power, ibu-ibu Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) dan karang taruna, serta kelompok tani.

Meski tidak hadir pada acara ini,  Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memberikan sambutan tertulis yang dibacakan oleh Deputi Gubernur DKI Bidang Pariwisata dan Kebudayaan Dadang Solihin secara virtual.

Baca Juga :   Mau Bercocok Tanam? Mari Buat Sendiri Pupuk ala Rumahan

Dalam sambutannya, Anis turut mengapresiasi kegiatan Panen Serentak tersebut. Menurutnya, hal itu menunjukkan  bahwa warga DKI tetap dapat produktif memproduksi pangan di masa pandemi Covid-19, meski menggunakan lahan terbatas.

Selain itu, Anis juga mengajak masyarakat untuk memanfaatkan ruang kosong di rumah atau bangunan lainnya. Menurut dia, ruang kosong seperti atap atau bagian atas bangunan dapat dimanfaatkan sebagai tempat bercocok tanam.

“Bagi masyarakat Jakarta jangan biarkan lahan-lahan kosong tanpa tanaman, baik di tanah maupun bangunan atau di rooftop.” Kata Anis dalam sambutan tertulisnya.

Pertumbuhan ekonomi Jakarta selama wabah Covid-19 tidak lepas dari kontribusi positif yang diberikan oleh sektor pertanian memberikan. Hal itu mengingat kebutuhan pangan untuk konsumsi rumah tangga, hotel, dan restoran cukup tinggi.

Untuk itu, Anies melihat sektor pertanian memiliki peluang ekonomi yang cukup besar untuk dapat menggenjot penghasilan dan kesejahteraan masyarakat, sekaligus pendapatan daerah. Selain rumah, Anis menilai, masyarakat juga bisa memanfaatkan ruang kosong di apartemen, masjid, sekolah, dan perkantoran untuk bertani.

“Sekecil apapun lahan yang ada apabila dimanfaatkan secara masif dan menyeluruh di wilayah kota Jakarta akan sangat berarti untuk menjaga ketahanan pangan dan kelestarian lingkungan kota Jakarta,” kata dia.

Share :

Baca Juga

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman dalam Kegiatan Uji Coba Bahan bakar B100 di Kementerian Pertanian. Senin 15/4/2019

Berita

Kementerian ESDM Dukung UJi Coba B100 Yang Dilakukan Kementan

Berita

Tanam 10 Ribu Pohon Kelor untuk Cegah Stunting, Gowa dapat Penghargaan Leprid

Nasional

Panen Bawang Merah, Petani Sukabumi Kantongi Rp 195 Juta Per Hektar

Nasional

Sektor Pertanian RI Peroleh Apresiasi dari Filipina

Berita

Silang Sengkarut Subsidi Pertanian

Berita

Studi: Longfin Damselfish, Ikan yang Mampu Pelihara Udang dan Alga
foto: dok. kementan

Berita

Kementan Bahas Usulan Pembebasan PPN Untuk Kesejahteraan Pekebun

Nasional

Serap Gula Lokal, Petani Minta BUMN dan Swasta Tak Jual Gula Di Bawah Rp 11. 200/Kg