Vestanesia, Start-up Karya Mahasiswa Pertanian Unhas Lolos ASMI Tahap II

  • Bagikan
Muh. Ilmi Nur Ikhsan, Founder vestanesia, menunjukkan aplikasi Vestanesia di gawainya

Mediatani – Vestanesia, sebuah aplikasi rintisan karya mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Hasanuddin berhasil lolos seleksi tahap II dan didanai program Akselerasi Startup Mahasiswa Indonesia (ASMI) tahun 2021. Program ASMI adalah program yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk pengembangan startup karya mahasiswa.

Founder Vestanesia, Muh. Ilmi Ikhsan Sabur mengaku bersyukur dan senang atas pencapaian start-up yang telah dirintisnya sejak awal tahun 2020 silam. Menurutnya, untuk sampai pada tahap ini bukanlah perkara yang mudah.

“Alhamdulillah, tim Vestanesia lulus seleksi program Akselerasi Startup Mahasiswa Kemendikbud. Menjadi salah satu dari 50 startup yang lolos tahap ke II, yang selanjutnya akan mengikuti bootcamp nasional” Ungkap Ilmi pada mediatani.co, Senin 7/6/2021.

Pada tahap pertama, terdapat 109 start-up karya mahasiswa se-Indonesia dan saat ini, tersisa 50 start-up yang akan dikembangkan dan didanai oleh Kemendikbud. Setelah melewati seleksi yang yang ketat dari ratusan startup yang berasal dari berbagai perguruan tinggi secara nasional.

“atas pencapaian ini, kami akan diberi pelatihan dan dan mendapatkan pendanaan sebesar dua puluh lima juta rupiah untuk pengembangan startup” terang Ilmi.

Start-up rintisan karya Muh. Ilmi Ikhsan Sabur ini bergerak pada bidang agribisnis atau usaha pertanian. Vestanesia menghubungkan antara pemilik modal dengan petani, khususnya petani muda.

“Aktifitas utama di vestanesia adalah pembiayaan dan pemasaran pertanian. Kami menghubungkan antara investor dengan petani atau pemilik lahan pertanian” ungkap Ilmi.

Baca Juga :   Startup Crowde, Sejahterakan Petani dengan Teknologi

Ilmi menjelaskan, keunggulan Vestanesia dibanding startup serupa adalah segmentasi pasar yang unik. Vestanesia menyasar investor muda dan mendorong generasi muda untuk terlibat dalam sektor pertanian.

“Keunggulan kami terletak pada dampak yang dihasilkan terhadap sektor pertanian. Karena kami juga mendukung petani muda dan regenerasi petani” tutur Ilmi.

Vestanesia adalah platform yang menghubungkan semua orang ke pertanian untuk membantu pengembangan usaha pertanian dari petani muda. Vestanesia menghubungkan petani muda dengan investor yang akan membiayai program budidaya yang dilakukan dengan model Peer-to-peer lending (P2PL).

“Selain itu, Vestanesia menciptakan pasar alternatif untuk membantu penjualan hasil pertanian melalui program Agrimart berupa e-commerce, kerjasama dengan industri dan bisnis terkait, serta memberdayakan security kompleks untuk menyalurkan bahan pangan dari petani langsung ke konsumen akhir” jelas Ilmi.

Saat ini Vestanesia fokus untuk pengembangan pertanian terutama di wilayah Kawasan Timur Indonesia. Hal ini karena potensi yang luar biasa dari sektor pertanian di kawasan Timur yang memiliki luasan lahan pertanian yang besar tapi fasilitas infrastruktur dan dan akses pembiayaan masih belum sepenuhnya memadai.

“Petani masih kesulitan dalam segi modal untuk mengembangkan usaha pertanian efisien ditambah lagi dengan pasar hasil pertanian yang kadang membuat petani mengerutkan dahi saat harga tiba-tiba anjlok” ungkap ilmi.

Baca Juga :   Modal Listrik, Fauzi Tetaskan Ratusan Kalkun dengan Omzet Rp 5 Juta hingga Berhasil Kuliahkan Anak 

Vestanesia berusaha mendorong anak-anak muda untuk ikut terlibat menyediakan pangan untuk masyarakat hari dan nanti dengan mendukung petani-petani muda dan melibatkan masyarakat untuk bergotong royong untuk memecahkan masalah pembiayaan dan juga pasar di sektor pertanian.

Atas pencapaian Vestanesia ini, Muh. Ilmi Ikhsan Sabur bersama tim Vestanesia mengaku berusaha mempersiapkan diri sebaik mungkin. Ia mengakui bahwa dirinya terinspirasi dari cara Steve Jobs CEO Apple dan Andreas Senjaya CEO iGrow yang melakukan latihan minimal 100 kali sebelum presentasi.

“Saya mempersiapkan presentasi satu minggu sebelumnya dan latihan hampir setiap malam sebelum hari H. Saya meminta ke teman-teman yang pintar Bahasa Inggris mendengarkan saya presentasi melalui zoom supaya bisa mengoreksi artikulasi dan pengucapan saya, dan ternyata masih banyak yang perlu dibenahi. Setelah itu saya mencoba lagi dan lagi sampai akhirnya bisa lancar. Saya yakin tidak ada usaha yang sia-sia selama kita mau berusaha keras dan punya keyakinan,” Ilmi menceritakan kepada mediatani.co.

Melalui pendanaan dari Program ASMI, Vestanesia akan berusaha untuk memperbaiki layanannya kepada petani dan masyarakat. Sehingga dapat menjangkau petani muda lebih banyak dan berdampak lebih besar terhadap sektor pertanian di Indonesia.

“Vestanesia ingin menghimpun lebih banyak pemuda yang akan bersama-sama mengembangkan sektor pertanian dengan berbagai sentuhan teknologi dan inovasi terbaru” tutur Ilmi.

  • Bagikan