Inovasi Terbaru Budidaya Bawang Merah dari UNS Solo

280
views

MediaTani.co – Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta kembali mengembangkan sebuah inovasi dalam bidang pertanian. Para pakar hortikultura kampus ini mengembangkan teknik budidaya tanaman bawang merah melalui teknik penanaman yang berbeda dari sebelumnya yakni dengan cara mengembangkan umbi udara.

Umbi Bawang Merah Muncul di Atas permukaan Tanah
Pasang iklan

 

Ir Eddy Tri Haryanto MP menjelaskan, jika sebelumnya budi daya tanaman bawang merah melalui umbi, maka inovasi terbaru ini menggunakan umbi udara. Dia menjelaskan, umbi udara adalah umbi yang keluar dari organ generatif atau tangkai bunga.
“Uji coba budi daya bawang merah melalui umbi udara ini baru pertama kali dikembangkan di Indonesia,” kata Eddy di Solo, Jawa Tengah, Senin (19/1/2014).
Menurut riset uji coba yang dilakukan sejak 2012 lalu, produktivitas bawang merah dengan teknik penanaman model umbi udara meningkat hingga 130 persen dibandingkan dengan menggunakan umbi biasa. Tidak hanya itu, bahkan biaya produksinya juga jauh lebih efisien dan murah dibanding dengan cara budidaya yang konfensional.

“Biaya produksi untuk satu hektare lahan bisa ditekan hingga 60 persennya,” imbuh Eddy.

Peneliti dari Fakultas Pertanian UNS ini juga menemukan metode pengembangbiakan bawang merah dengan biji. Hasil risetnya menunjukkan, metode biji meningkatkan produktivitas tanaman hingga 60 persen ketimbang menggunakan umbi. Kendalanya adalah petani masih kesulitan membuat bibit umbi hasil biji.

“Saya harap akan ada pihak yang mampu mengembangkan tanaman bawang merah khusus untuk bibit. Sebab akan membantu petani karena budi daya dengan bibit bisa menghemat biaya produksi hingga 30 persen,” ujar Eddy.

Eddy mengemukakan bahwa bila merujuk data Biro Pusat Statistik (BPS), selama 10 tahun terakhir produktivitas bawang di Indonesia terus menurun. Jika hal tersebut dibiarkan, maka impor bawang merah akan membanjiri pangsa pasar di Indonesia dan mematikan petani lokal.

Parahnya lagi, produktivitas bawang merah di Indonesia hanya mencapai sembilan ton per hektare tersebut diwarnai dengan banyaknya umbi bawang merah yang mengalami infeksi virus. Akibatnya, mutu bibit rendah dan rentan terhadap serangan penyakit. Upaya peningkatan produktivitas bawang merah juga masih membutuhkan biaya tinggi untuk pembibitan dan pestisida.

“Biaya produksi untuk budi daya bawang merah mencapai Rp50 juta per hektarenya. Sedang harga ketika panen hanya sekira Rp6.000 per kilo sehingga pendapatan petani sangat kecil bila dibandingkan modal yang dikeluarkan,” tuturnya.

Berarti selama ini potensi maksimal keuntungan petani bawang merah dalam satu musim tanam hanya 8% saja. Untuk itu inovasi seperti ini sangatlah penting untuk dikembangkan. Sehingga margin antara biaya produksi dengan hasil yang diperoleh sangat dirasakan dampaknya oleh petani di Indonesia. (drm)


bawang merah putih berkembang biak dengan brebes memperbanyak diri menggunakan bahasa inggris dan dayak direndam minyak zaitun hidroponik untuk bayi pilek tunggal adalah trans tv tuk rambut kalimantan dapat dibudidayakan di daerah pdf and apanya yang ditanam akar askip story asal alis asam urat adella atasi perut kembung ani anjani amandel agustus 2017 umbi agita swara arab apa bisa memperbesar payudara flu

pada berasal dari besar sinetron prilly bubuk bauji sunda bima kartun cara cina campur madu dicampur telon cirebon cepat panen ciri chord caca handika menanam crispy tumbuh cerita diekspor cafe cap panah china merah.com dalam merupakan contoh perkembangbiakan secara telapak kaki pot kamar polybag dangdut kepala menceritakan tentang biji disebut lapis english ekspor enrekang elyn munchen ereksi ejakulasi dini translation

epidermis harga eksim budidaya eceran obat petani jurnal ebook download familys fungsinya flores filipina fermentasi famili flek hitam facebook fibri viola farmakognosi f1 film februari 2015 penangkal menghilangkan beachfront jimbaran goreng aneka rasa palu gambar grosir tepung giling gunanya greenhouse kemasan manfaat giant garut ginjal grobogan gatal gula darah gambut hutan paralon hari ini hibrida youtube herbal sekarang vertikultur sederhana hilangkan hypermart bekas jerawat habitat kutu in impor india indonesia import ilmiah instan iris irian irisan en nama istana budaya pelakon pasar induk kramat jati nganjuk