Pasar Sedekah Wonosari, Sayuran dibayar dengan Do’a

Warga gelar Pasar Sedekah dengan bayaran Doa (pidjar. com)

Mediatani – Di Gunung Kidul, tepatnya di depan Masjid Nurul Iman yang berada di Padukuhan Walikan, Kalurahan Wonosari, nampak puluhan ibu rumah tangga yang antre bergiliran mengambil berbagai jenis sayuran dan juga kebutuhan sehari-sehari lainnya yang disediakan oleh takmir masjid.

Suasana yang berbeda itu adalah sebuah konsep sedekah yang digelar takmir masjid di tengah Pandemi COVID-19. Sedekah kebutuhan dapur diberikan untuk membantu masyarakat Padukuhan Walikan dan sekitarnya yang dihantam Pandemi COVID-19.

Ulfah Nurul Azizah yang menggagas kegiatan ini menuturkan, warga Padukuhan Walikan sengaja menciptakan pasar sedekah untuk meringankan beban ekonomi warga. Di tempat ini warga yang datang bebas mengambil apapun sayuran yang dikehendaki dan membayar dengan doa yang tulus.

Di pasar sedekah ini tersedia berbagai sayuran dan kebutuhan dapur seperti Bawang, Sayur, telur, terong, tahu dan tempe. Setiap warga yang datang bebas mengambil apa yang mereka butuhkan dan cukup membayarnya dengan doa yang tulus.

Dengan doa ini diharapkan masyarakat mendapat rezeki yang melimpah sehingga pasar sedekah bisa semakin besar dan terus bermanfaat bagi warga masyarakat, apalagi di tengah situasi ekonomi yang sangat sulit berkepanjangan seperti sekarang ini.

IKLAN

Adapun modal dari pasar sedekah ini didapatkan dari patungan warga yang perduli dengan kondisi ekonomi sekitarnya. Tak hanya berwujud uang, namun tak sedikit yang membawa barang kebutuhan dapur untuk turut ‘dijual’ di pasar ini.

Ketua Takmir Masjid Nurul Iman, Wasidi juga mengatakan, warga Walikan bersama takmir masjid berinisiatif membuat pasar sedekah ini karena melihat kesulitan yang banyak dialami oleh para petani sayur akibat pandemi yang berkepanjangan.

Seperti petani, di masa panen sayur juga mengalami kesulitan dalam hal penjualan. Panen mereka yang melimpah tak hanyak terserap pasar karena permintaan mengalami penurunan yang cukup banyak akibat kondisi ekonomi yang belum berpihak.

Masa pandemi COVID-19 hingga kini masih berlangsung dan menghantam hampir seluruh sendi kehidupan masyarakat. Cukup banyak masyarakat yang banting tulang untuk sekedar memenuhi kebutuhan makan sehari-hari. Hanya saja terkadang mereka terbentur dengan situasi yang belum kondusif.

Oleh karena itu, selain membantu petani, warga yang membutuhkan juga terbantu. Sehingga pasar sedekah ini dikonsep dengan saling mendoakan. Warga yang usai membeli diwajibkan untuk memberikan doa agar musibah pandemi segera berakhir.

“Akhirnya banyak warga yang hendak sedekah membeli sayur dan dibawa kemari,” ujarnya.

Pasar ini sudah dua kali digelar di halaman masjid tersebut Rencananya setiap Minggu pagi akan rutin digelar di masjid setempat. Antusiasme warga yang hendak memberi maupun mengambil kebutuhan pokok dan sayur pun cukup meningkat.

Tak lupa protokol kesehatan juga diterapkan sebagai antisipasi penyebaran COVID-19 yang saat ini masih menjadi PR tim gugus tugas percepatan penanggulangan COVID-19. Warga berdempetan dalam mengambil kebutuhan pokok yang disediakan ini. Setelah warga mengambil secara cukup, panitia meminta warga untuk mendoakan agar pandemi ini segera berakhir.

Salah satu warga yang turut hadir untuk mengambil sayur, Wartini mengaku sangat terbantu dengan pasar sedekah dibayar dengan doa ini. Dirinya mengaku terdampak pandemi, sementara untuk membeli kebutuhan pokok pun tak bisa seleluasa biasanya.

“Penghasilan juga berkurang, saya sangat apresiasi, bisa saling bantu membantu,” ujarnya.