4 Kesalahan yang Sering Dilakukan Pemula Saat Membuat Akuarium

  • Bagikan
Perawatan akuarium

Mediatani – Kesalahan saat membuat akuarium pastinya sangat sering terjadi untuk para pemula dalam bidang ini. Pasalnya, kesalahan ini juga dapat menurunkan kualitas akuarium, dan mempersulit perawatan yang sebenarnya mudah dilakukan. Bahkan, kesalahan tersebut bisa memberikan pengaruh signifikan terhadap kelangsungan hidup biota akuarium.

Baca Juga :   Tanaman Merambat Cantik, Air Mata Pengantin

Hal ini perlu diperhatikan karena sebuah akuarium tidak hanya untuk pajangan, namun bisa juga membuat suasana rumah menjadi cerah dan indah serta tampak segar. Maka dari itu, ada beberapa hal yang perlu diketahui kala membuat akuarium. Apa sajakah itu? Mari kita simak bersama penjelasannya.

Kesalahan Saat Membuat Akuarium Paling Umum

Nah, berikut ini adalah kesalahan paling umum yang sering dilakukan oleh pemilik akuarium.

1. Penggunaan Lampu Warna Warni

Memiliki akuarium di dalam rumah tentunya bisa dijadikan sebagai “hiasan hidup”. Selain mempercantik suasana rumah, keberadaan aquarium bisa membuat penghuni rumah betah. Banyak orang yang berusaha untuk menggunakan berbagai macam lampu untuk akuariumnya.

Namun, siapa sangka bahwa lampu yang digunakan untuk mempercantik akuarium sebenarnya dapat menjadi salah satu kesalahan saat membuat akuarium.

Nyatanya, penggunaan lampu yang berlebihan ternyata dapat membahayakan ikan peliharaan dan biota lain yang ada di dalam akuarium. Karena itu, penggunaan lampu perlu memperhatikan beberapa hal seperti berikut:

  • Membeli bola lampu hemat energi yang berwarna putih
  • Disesuaikan dengan kebutuhan ikan dan tanaman yang ada di dalam akuarium
  • Bukan lampu yang asal cerah dan menyenangkan
  • Gunakan pencahayaan akuarium selama 6-8 jam sehari

2. Penggunaan Mesin Filter Tidak Mumpuni

Filter dan aerator memainkan peran yang sangat penting dalam kehidupan di akuarium. Tidak hanya dapat memasok oksigen, tetapi juga dapat menyaring air secara mekanis. Namun, penggunaan mesin filter yang tidak mumpuni menjadi salah satu kesalahan saat membuat akuarium.

Akuarium secara alami kekurangan oksigen, sehingga perlu memasang filter dan aerator. Ikan yang kekurangan oksigen biasanya dikenali dengan bernapas cepat melalui mulut dan insang. Berikut ini adalah beberapa pertimbangan untuk memilih filter terbaik untuk akuarium.

  • Ganti dengan filter yang tidak menghasilkan banyak gelembung udara di akuarium.
  • Pilih filter yang dapat menyeimbangkan kadar oksigen dan CO2.
  • Dapat digunakan sebagai penyaring dan ventilasi.
  • Tidak memakan tempat.
  • Instalasi mudah

3. Penggunaan Air Keran

Banyak peminat memilih untuk menggunakan air langsung dari air keran atau dari sumber air lain. Namun secara tidak sadar, hal tersebut dapat menyebabkan banyak masalah kualitas air dan menjadi salah satu kesalahan saat membuat akuarium.

Berhati-hatilah saat menggunakan air keran, karena mengandung klorin/klorin dan bahan kimia beracun lainnya seperti kloramin yang dapat merusak belut ikan. Berikut ini adalah beberapa akibat penggunaan air keran untuk akuarium:

  • Menggunakan kimia penjernih.
  • Tumbuh lumut
  • Membuat air akuarium cepat keruh
  • Terdapat amonia dan klorin

4. Penambahan Terlalu Banyak Ikan

Terkadang kita cenderung meletakkan terlalu banyak ikan di akuarium sekaligus. Terutama di akuarium baru, airnya tidak stabil atau siklus nitrogen baru saja selesai. Namun, jika terlalu banyak item baru ditambahkan ke tangki, bahkan air matang dapat dengan cepat mengakibatkan New Tank Syndrome.

Maka dari itu, Sobat Mediatani harus berhati-hatilah saat menambahkan sejumlah ikan ke akuarium. Berikut ini adalah beberapa akibat terlalu banyak ikan dalam akuarium.

  • Meningkatkan tingkat racun seperti amonia, nitrit dan nitrat.
  • Menghidupkan bakteri jahat pada ikan.
  • Pengurangan kandungan oksigen di akuarium.
  • Ikan segera mati

**

Terlepas dari kesalahan saat membuat akuarium, di dalam akuarium pasti akan menyebabkan nitrat tinggi, wabah bakteri, atau masalah kualitas air lainnya di air akuarium. Oleh karena itu, dalam hal ini diperlukan rutinitas perawatan yang baik agar akuarium tetap bersih untuk ikan yang ada di dalamnya.

  • Bagikan