Ayam Dihargai Rp130 Juta, Pemilik Enggan Melepasnya 

Busrah Ardan - Mediatani.co
  • Bagikan
Firman pemilik ayam yang diharga Rp130 juta/via tribunjabar.id/IST

Mediatani – Para pehobi ayam laga di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, dihebohkan dengan adanya penawaran harga ayam laga atau ayam tangkas senilai Rp 130 juta.

Sang pemilik ayam, Firman yang juga peternak ayam di Desa Bayuning, Kecamatan Kadugede, Kuningan, menuturkan bahwa ayamnya itu bukan ayam lokal yang biasa dipelihara warga.

“Ini ayam impor yang sejak umur tiga bulan dapat beli dari importir serta dipelihara untuk kegiatan usaha budidaya,” kata Firman di sela aktivitasnya mengurus ayam, Sabtu (10/4/2021) lalu,mengutip, Rabu (14/4/2021) dari laman Tribunjabar.id.

Menurut dia, ayam yang ditawari harga tinggi itu dimpor dari Thailand yang populer disebut mister telek. “Untuk jenisnya itu koyngon dan sekarang umur ayam di kandang sudah mencapai satu tahun delapan bulan,” ujar dia.

Ayam tersebut, lanjut dia, memiliki karakter berbeda dengan ayam-ayam lainnya saat berlaga.

“Teknik saat abar (laga) ayam ini rajin menggulung, pukul kanan kiri juga main. Nah, untuk masalah perawatan tentu sebanding dengan kualitas ayam seperti memberikan vitamin dan jamu itu sebagai menu sehat ayam laga,” katanya.

Alasan Firman tak melepas ayam itu meski ditawar Rp 130 juta  karena ia fokus pada budidaya dan belum terpikirkan untuk mengambil keuntungan penjualan.

Baca Juga :   Gencarkan Konsumsi Ikan, KKP Selenggarakan Pelatihan Pengolahan Ikan

“Kami enggak kasih ayam ini. Emang dari awal lagi fokus pengembangabiakan dan ayam ini sering dikawinkan untuk mendapat bibit berkualitas juga,” ujar dia.

Tidak hanya ayam dari Thailand, Firman mengaku budidaya ayam di tempatnya memang mayoritas unggas impor. Bahkan, ada ayam yang diimpor dari Jerman.

“Untuk jenis ayam ini, samo dan kami beli indukan dari Jerman melalui importir di Bandung dengan harga 16 juta. Pada waktu itu, ayam ini umur 3 bulan dan sekarang masuk usia dewasa dan telah menghasil keuntungan cukup besar juga,” katanya.

Ia menjual anak ayam berusia tiga bulan dari indukan Jerman ini seharga Rp 6 juta per ekor.

Perihal pasar, ucap Firman, pembeli berasal dari berbagai kota dan daerah di Indonesia bahkan ada juga dari luar negeri.

“Mereka (pembeli) itu dari Sulawesi, Kalimantan, dan mayoritas daerah di Pulau Jawa juga. Namun untuk ke luar negeri itu, pernah ada pembeli dari Malaysia,” jelasnya

Sering Terjadi, Ini 4 Kesalahan Peternak Ayam Kampung Pemula

Ayam kampung seringkali menjadi alternatif usaha tambahan yang sering dilakukan oleh warga di pedasaan. Selain karena cara merawatnya yang mudah, di sisi lain, ayam kampung juga bisa berpotensi menghasilkan pundi-pundi rupiah yang menggiurkan.

Baca Juga :   Ini Tujuan Kerjasama Pertanian Indonesia Dengan Kuba

Saat ini sudah banyak dikalangan warga yang memulai usaha beternak ayam kampung, bahkan menjadi usaha utama mereka untuk saat ini.

Selain memperhatikan bagaimana cara merawat ayam kampung yang baik, nyatanya kamu pun perlu menghindari kesalahan-kesalahan yang sering dan lazim terjadi saat beternak ayam kampung.

Uniknya, kesalahan-kesalahan tersebut kadang tidak diketahui yang bisa menyebabkan atau dapat mempengaruhi peternak dalam beternak ayam kampung.

Melansir dari Ringtimesbanyuwangi.com, Kamis (11/3/2021) yang juga melansir dari kanal YouTube Donie Thambas pada Rabu, 10 Maret 2021. Berikut terdapat 4 kesalahan yang kerap sering terjadi pada peternak ayam kampung pemula.

Pemilihan jenis ayam kampung

Sering sekali para peternak pemula membeli langsung anak ayam atau DOC dalam skala yang lumayan besar dan tak memperhatikan jenis ayam yang dibeli. Pula tidak memperhatikan harga DOC dan pasaran jenis ayam yang digemari di daerahnya…baca selengkapnya dengan klik di sini. (*)

  • Bagikan