Home / Nasional

Selasa, 25 Juli 2017 - 12:55 WIB

Bahaya Garam yang tidak pernah diketahui

Mediatani.co – Bumbu wajib yang harus ada di setiap makanan, salah satunya adalah  garam, Layaknya perumpamaan dalam lagu yang dilantungka Inul Daratista, makanan tanpa garam akan terasa hambar di lidah.

Tapi, dalam Konsumsi garam harus memiliki batasannya, nah pertanyaannya adalah berapa banyak garam yang harus dikonsumsi setiap hari? Mungkin hal tersebut luput dari perhatian sejumlah orang karena penggunaan garam yang dilakukan setiap makan dan takaran yang hanya menggunakan insting indra pengecap.

Dampak yang sama
Menurut Profesor Nuri Andarwulan, perwakilan dari Seafast Center, kelebihan dan kekurangan garam akan menimbulkan dampak yang sama. Maka itu, jumlah garam yang dikonsumsi sehari-hari harus pas.

“Asupan zat gizi garam atau natrium ini mempunyai pola kurva U yang artinya ketinggian menyebabkan hal yg sama jika kekurangan,” ujarnya saat acara Jakarta Food Editor’s Club di Grha Unilever, BSD, Serpong, Tangerang Selatan, Selasa (25/7).

Baca Juga :   Ratusan Mahasiswa Pertanian Unhas  Belajar Jadi Penyuluh

Penyakit
Penyakit yang ditimbulkan saat seseorang kekurangan dan kelebihan garam adalah penyakit pembuluh darah. Penyakit tersebut berhubungan dengan penyakit jantung dan hipertensi.

Hal itu terjadi karena kandungan sodium di dalam garam. Sebenarnya, Nuri mengatakan, seseorang harus mengkonsumsi sebesar lima hingga enam gram garam per hari sesuai dengan Peraturan Kementerian Kesehatan Nomor 30 tahun 2013.

“Kalau berdasarkan WHO tidak boleh kurang dari 2,3 gram tapi kita mengikuti Permenkes menetapkan lima gram sehari-hari,” ucapnya.

Nuri mengatakan, lima gram sama seperti satu setengah sendok teh. Maka itu, seseorang harus memperhatikan takaran garam yang digunakan ketika memasak.

Baca Juga :   Selain Menguatkan Daya Ingat, Khasiat Bayam Merah Masih Banyak Lagi

Jika seseorang kelebihan garam, Nuri mengatakan, dia harus mengurangi kadar garam yang dikonsumsinya selama ini secara bertahap. Hal itu berhubungan dengan ambang batas cita rasa asin di diri seseorang.

“Jika seseorang sudah terbiasa dengan rasa asin, dia akan merasa rasa makanan sangat hambar padahal takaran garamnya sudah pas. Nah hal itu berkaitan dengan sugesti sensor di otak makanya harus diturunkan perlahan-lahan,” tuturnya.

Dan akan berbeda dengan seseorang yang kekurangan garam. Nuri mengatakan, seseorang yang kekurangan garam harus menambah asupan sodium di tubuhnya. Namun, hal tersebut harus berdasarkan saran dokter.

“Seseorang yang kekurangan sodium itu kan berbahaya. Untuk menaikkannya harus dalam pengawasan dokter karena kadar garam setiap orang berbeda-beda,” ujarnya.

Share :

Baca Juga

Berita

Kebijakan Subsidi Pertanian Tidak Efektif Turunkan Harga Pangan

Berita

Tak Hanya Lembu, Babi dan Kambing di Toba Samosir Jadi Target Harimau Sumatera

Berita

Sukseskan Program SERASI, Kementan Sejak Awal Siapkan Alsintan di Kabupaten Wajo

Nasional

Bedah Buku “Dibalik Krisis Ekosistem“ Segera Digelar

Nasional

Agar Bertahan di Tengah Pandemi, David Menanam Sayur Hidroponik di Atap Tokonya

Nasional

Tengkulak Kesulitan Dapat Garam Dari Petani
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo

Berita

Kuatkan Pertanian Merauke, Mentan Syahrul Yasin Limpo Target Ekspor Rp 200T
Dokumen Kementan

Berita

Stabilkan Harga, Kementan Gelar Operasi Pasar Telur Ayam