Begini Cara Budidaya Bebek Hibrida, Cepat Panen dan Berkualitas

  • Bagikan
Bebek Hibrida Pedaging. (Foto: agromedia.net)
Bebek Hibrida Pedaging. (Foto: agromedia.net)

Mediatani – Bebek dikenal dengan cita rasa dagingnya yang khas, gurih dan bertekstur lembut. Hal ini membuat daging bebek menjadi rekomendasi bagi para pemburu kuliner nusantara.

Tak hanya itu, permintaan daging bebek juga terus meningkat, sehingga peluang usaha beternak bebek kini kian menjanjikan.

Bagi para peternak, untuk menyuplai daging bebek secara cepat, perlu jenis bebek unggul yang berkualitas. Salah satu yang direkomendasikan adalah jenis bebek hibrida, sebab bisa diternakkan sebagai pedaging maupun petelur.

Keunggulan lainnya yaitu tidak mudah stres dan tahan terhadap penyakit. Karena itu, bebek ini sangat cocok untuk skala rumahan dan bisnis skala besar. Selain itu, budidaya bebek hibrida ini juga tidak begitu rumit.

Anda cukup menyediakan lokasi yang tenang dan tidak terlalu lembab serta dilengkapi perkandangan sederhana yaitu menggunakan atap teduh. Kandang hewan ternak ini juga bisa dikombinasikan dengan atap transparan serta pagar.

Untuk lebih jelasnya simak ulasan berikut.

Bebek Hibrida  

Bebek hibrida adalah bebek jenis pedaging hasil persilangan antara bebek alabio asal Kalimantan dengan bebek mojosari dari Mojokerto, Jawa Timur.

Hasil persilangan tersebut menghasilkan bebek hibrida pedaging yang mewarisi sifat cepat tumbuh kembang serta memiliki ukuran telur yang relatif besar. Bebek juga ini memiliki sifat resisten terhadap stress, produktivitas telurnya tinggi dan cukup cepat memasuki masa bertelur.

Berdasarkan bentuk fisik dan tingkat produktivitasnya, bebek hibrida super jumbo memiliki pertumbuhan yang lebih cepat dibandingkan bebek pedaging biasa.

Ciri-Ciri Bebek Hibrida

Bebek hibrida mempunyai bulu coklat kehitam-hitaman dan pada bagian bawah perutnya berwarna putih. Namun, warna bebek bukan menjadi patokan, sebab hasil persilangan bergantung pada gen indukan yang digunakan.

Ciri lain dari bebek hibrida pedaging yaitu: terdapat bintik-bintik putih pada daerah leher ke perut, paruh berwarna hitam, kepala bebek berukuran cenderung lebih besar dibandingkan jenis bebek lainnya seperti mojosari atau kedu.

Baca Juga :   Analisa Budidaya Cabe Rawit dalam Polybag

Kemudian ukuran kakinya lebih pendek, sayap berukuran lebih panjang dengan kedua bagian ujungnya yang mirip seperti sedang menyilang, dan terdapat bulu suri berwarna biru kehitaman pada bagian sayapnya.

Teknik Budidaya

Berikut beberapa tahapan yang dihimpun mediatani.co dari berbagai sumber dan perlu diketahui oleh peternak agar memperoleh hasil panen bebek hibrida yang optimal.

Metode Pemeliharaan

Ada dua metode dalam pemeliharaan yaitu secara intensif dan semi intensif atau tradisional. Bebek yang dibudidayakan secara intensif memiliki perkembangan yang lebih besar dibanding jika diternakkan secara tradisional.

Kelebihan beternak dengan prosedur pemeliharaan intensif, peternak bisa terus memantau jenis dan jumlah pakan yang dibutuhkan bebek.

Untuk medapatkan hasil yang optimal, peternak harus memberikan konsentrat berkualitas sejak usia bebek baru menetas sampai umurnya mencapai 3 minggu. Selanjutnya, Jika umur bebek lewat 3 minggu, konsentrat bisa diberikan bersamaan dengan bahan pakan tambahan lainnya.

Pemilihan Bibit 

Agar cepat panen, diperlukan bibit dengan kualitas terbaik, dengan ciri-ciri bibit yaitu bertubuh gagah dan tegap, mata bersinar, gerakan yang lincah, bulu cerah dan kering, kaki kokoh, memiliki nafsu makan tinggi, serta tidak mempunyai cacat badan.

Pemberian Pakan  

Dalam memilih pakan, Anda juga perlu memperhatikan jenis dan kategori usia bebek agar nutrisi yang dibutuhkan dapat terpenuhi dengan optimal. Perlu perhatian khusus mengenai kandungan nutrisi, saat bebek masih baru menetas sampai memasuki masa produksi.

Agar pertumbuhan bebek hibrida Anda optimal dan bisa cepat panen, diperlukan pakan yang kaya akan protein. Untuk menunjang kebutuhanya, tidak mesti diberikan pakan komersil, karena dapat memanfaatkan sumber bahan yang terdapat di lingkungan sekitar.

Baca Juga :   Cara Menanam Bunga Mawar

Pakan alternatif seperti karang, ikan cepret, nasi, atau jenis pakan alternatif lain bisa diberikan, sebab juga memiliki sumber protein yang tinggi.

Perkandangan

Kandang yang ideal memiliki ventilasi dan kebersihannya harus rutin dijaga dengan melakukan sanitasi kandang. Kandang yang digunakan untuk bebek hibrida yaitu kandang khusus untuk pemeliharaan bibit atau anakan hingga usianya 3 minggu serta kandang untuk pembesaran.

Kondisi disekitar kandang perlu diperhatikan ketika hendak membangun kandang utamanya pada kandang anakan. Hal yang perlu diperhatikan seperti, tidak tertimpa angin kencang, tidak basah maupun lembab, dan mempunyai suhu hangat.

Sementara untuk kandang pembesaran atau bebek dewasa, sebaiknya kandang dibangun menghadap ke arah timur agar terkena sinar matahari pagi. Sinar matahari dipercaya dapat membantu bebek terhindar dari kelembaban, jamur ataupun bakteri tidak tumbuh di dalam kandang.

Pengendalian Penyakit

Bebek hibrida mempunyai daya tahan bagus terhadap serangan penyakit. Meski demikian, peternak tetap melakukan langkah antisipasi agar tidak terjangkit penyakit. Jika bebek terkena penyakit berakibat pada lambatnya pertumbuhan.

Bukan hanya itu, virus dan bakteri penyebab penyakit dimungkinkan akan menyebar ke bebek lainnya yang terdapat dalam satu kandang. Sehingga, diperlukan langkah antisipasi agar bebek lebih kebal terhadap serangan virus, seperti selalu membiarkan kandang dalam keadaan kering, terjaga kebersihannya, juga tidak terlalu lembab.

Dalam pengendalian penyakit diharuskan membuat sanitasi di seluruh bagian kandang, baik di dalam maupun di luar kandang. Dibutuhkan juga ventilasi kandang agar udara segar bisa masuk ke dalam kandang.

Selain itu rutin memberikan vitamin penunjang stamina tubuh, jangan lupa untuk memberikan vaksinasi secara berkala untuk mencegah terjangkitnya suatu penyakit.

Banner Iklan @a2tani.id
  • Bagikan
Banner Iklan Mediatani
Banner Iklan Mediatani